26.7 C
Jakarta
Friday, May 29, 2020
Image default
Sains

18 Desember 1856 – Kelahiran J.J. Thomson Fisikawan Inggris Penemu Elektron Hari dalam Sejarah

<div ><div id='Informasiawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> – J.J. Thomson adalah fisikawan Inggris yang dikenal sebagai penemu atau pengungkap keberadaan elektron di atom. Pada 1906, J.J. Thomson mendapat Nobel Fisika untuk karyanya di bidang konduksi listrik dalam gas.

J.J. Thomson juga dianggap menemukan bukti pertama untuk isotop dari unsur stabil pada 1913. Selain itu, J.J. Thomson menemukan istilah sinar delta dan radiasi epsilon. J.J. Thomson diabadikan menjadi nama sebuah satuan rasio massa elektron terhadap muatan, yakni Thomson.

George Paget Thomson, putra J.J. Thomson, juga mendapat Nobel Fisika pada 1937 untuk penemuan sifat gelombang dari elektron melalui difraksi elektron.[ ] <div ><div id='Kehidupandankarierawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Joseph John Thomson lahir pada 18 Desember 1856 di Cheetham Hill, Manchester, Lanchasire, Inggris.

Ibunya bernama Emma Swindells sementara ayahnya bernama Joseph James, seorang pemilik toko buku. Dia memiliki seorang adik bernama Frederick Vernon Thomson. Thomson mendapat pendidikan awal di sebuah sekolah swasta, di mana dia memperlihatkan kemampuan dan perhatiannya pada sains.

Pada 1870, dia berkuliah di Owens College ketika masih berumur 14 tahun. Thomson pindah ke Trinity College, Cambridge pada 1876 dan berhasil meraih Bachelor of Arts di bidang matematika empat tahun kemudian. Dia menjadi Fellow of Trinity College pada 1881 dan mendapat gelar Master of Arts dua tahun setelahnya.

Thomson menikahi Rose Elisabeth, bekas muridnya dan anak perempuan dari Sir George Edward Paget. Mereka memiliki seorang putra bernama George Paget Thomson dan seorang anak perempuan bernama Joan Paget Thomson. George Paget Thomson juga mendapat Nobel Fisika pada 1937.[ ]

<div ><div id='MenjadiilmuwandanmenemukanElektron'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Thomson mulai diakui reputasinya ketika menjadi anggota Royal Society dan menduduki posisi Cavendish Professor di University of Cambridge pada 1884. Beberapa karya awalnya di antaranya Application of Dynamics to Physics and Chemistry (1886) dan Notes on Recent Researches in Electricity and Magnetism (1892).

Dia kemudian berkolaborasi dengan J.H. Poynting dalam buku fisika empat jilid berjudul Properties of Matter dan pada 1895 dia menghasilkan Elements of the Mathematical Theory of Electricity and Magnetism. Pada 1896, Thomson pergi ke Amrika untuk memberi kuliah di Princeton. Setahun kemudian kuliah ini diterbitkan menjadi Discharge of Electricity through Gases.

Setelah penemuan listrik, magnetisme, dan termodinamika pada abad ke 19, banyak fisikawan yang mengatakan bahwa sains mereka akan berakhir seperti tambang yang habis. Namun, Thomson dapat membuktikan bahwa hal itu tidak benar.[ ] Karena setelah kembali dari Amerika, Thomson menemukan sesuatu yang baru.

Pada awalnya dia meneliti sinar katoda, namun akhirnya menemukan keberadaan elektron. Penemuan ini diumumkan pada kuliah malamnya di Royal Instituion pada 30 April 1897. Thomson menerbitkan bukunya yang berjudul Conduction of Electricity through Gases pada 1903.

Pada edisi selanjutnya, dia berkolaborasi dengan anaknya dan menerbitkan dua jilid pada 1928 dan 1933. Thomson kembali ke Amerika pada 1904 untuk memberikan kuliah. Dia kemudian menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis jenis atom dan molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif.

Thomson juga menulis beberapa buku lainnya, yakni The Structure of Light(1907),The Corpuscular Theory of Matter(1907),Rays of Positive Electricity(1913),The Electron in Chemistry(1923)dan autobiografinya Recollections and Reflections(1936) Pada 1937, dia mendapat Nobel Fisika untuk karyanya di bidang konduksi listrik dalam gas. Selain itu, dia juga mendapat beberapa pengahargaan lainnya, yakni Royal dan Hughes Medal (1894 dan 1902), Hodkins Medal (1902), Copley Medal (1914), Franklin Medal dan Scott Medal (1923), Mascart Medal (1927), Dalton Medal (1931), dan Faraday Medal (1938).[ ]

<div ><div id='Kematian'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> J.J. Thomson meninggal di Cambridge pada 30 Agustus 1940. Dia dimakamkan di Westminster Abbey, dekat dengan makam Isaac Newton dan Charles Darwin.

Namanya diabadikan menjadi satuan rasio massa elektron terhadap muatan, yakni Thomson. [ ] <div >

Baca Lainnya

Waspadai Gejala Psikopatik ini pada Anak-anak Remaja Bunuh Bocah 5 Tahun dengan Cara Sadis

Ristia Afifah

Inovasi Fast Charging Station Dihadirkan dalam Konvoi BPPT 7 September Mendatang

Ristia Afifah

14 Spesies Anjing dan Kucing Langka di Dunia, Ada yang Mirip Rakun

Ristia Afifah

Pakar Jelaskan Ular Sanca Bisanya Jatuhkan Diri dan Lilit Mangsa

Ristia Afifah

Studi Ungkap Polusi Udara Lebih Banyak Cabut Nyawa Manusia daripada Rokok

Ristia Afifah

Butuh Swasta Danai Produksi & Komersialisasi Inovasi Science Techno Park Menristek

Ristia Afifah

Menjernihkan Kembali Teluk Jakarta dengan Kerang Hijau

Ristia Afifah

Ini yang Sebenarnya Terjadi Ikan Naik menuju Permukaan Kerap Dikaitkan dengan Gempa & Tsunami

Ristia Afifah

VIDEO Rezky Aditya Kesulitan Cium Citra Kirana Setelah Halal Jadi Suami Apa Masalahnya

Ristia Afifah

Udang Air Tawar Mencegah Serangan Schictosomiasis Terhadap Manusia

Ristia Afifah

Bayi Ular Kobra Menyebar Mengikuti Instingnya Butuh Waktu 4 Bulan buat Menetas

Ristia Afifah

Lihat Foto Ini! Inilah Penjelasan Ilmiah Bila Kamu Jijik hingga Bergidik Saat Melihatnya

Ristia Afifah

Leave a Comment