25.6 C
Jakarta
Sunday, Dec 8, 2019
Image default
Nasional

44 Dokter Kepreisdenan Disiapkan Untuk Merawat BJ Habibie, Tak Akan Dibawa ke Jerman

Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie diketahui dirawat secara intensif diRSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Informasi awal itu disampaikan Sekretaris PribadiBJ Habibie, Rubijanto, Minggu (8/9/2019). "Dengan hormat, bersama ini kami konfirmasikan bahwa Bapak BJ Habibie sedang menjalani perawatan yang intensif oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Soebroto," kata Rubijanto saat itu.

Pada saat itu, TDK merekomendasikan agar pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) itu tidak dijenguk oleh siapapun. Terkait kondisi itu, sebanyak 44 dokter kepresidenan pun disiapkan untuk menangani kesehatan BJ Habibie. Dokter kepresidenan yang disiagakan ini terdiri dari dokter ahli atau spesialis yang dirasa diperlukan oleh Habibie.

"Jadi ada dokter kepresidenan yang kami koordinasikan berjumlah 44 orang. Sebanyak 34 tim panel ahli, ahli di bidang macam macam, jantung, otak dan sebagainya lengkap. Semua spesialis kedokteran lengkap di sana ada 34 orang," ujar Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Jakarta Setya Utama di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/6/2019). "Kemudian ada dokter pribadi presiden berjumlah 10 orang," sambung dia.

Setya memastikan pemerintah menanggung seluruh biaya kesehatan Habibie sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan atau Administrasi Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden. Di tengah kondisi BJ Habibie yangsakit, di media sosial juga beredar kabar bahwa ia meninggal dunia pada Selasa (10/9/2019) pagi. Pada awalnya, Sekretaris pribadi Habibie, Rubijanto, memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

Rubijanto mengatakan, sampai saat ini Habibie masih dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto. Kondisi kesehatannya masih tertangani oleh para dokter kepresidenan. "Aman terkendali," kata Rubijanto kepada Kompas.com , Selasa pagi. Hal senada kembali ditegaskan oleh putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie dalam konferensi pers, Selasa malam.

Thareq meminta semua pihak untuk tak termakan dengan hoaks terkait kondisi ayahnya. "Tadi pagi saya ditanya, banyak, ada berita palsu, bapak meninggal. Jadi jangan percaya berita hoaks, percayalah kepada kalian kalian (jurnalis) ini yang asli memberi berita asli. Yang hoaks itu jangan dipercayalah," kata Thareq. Ia menyesalkan isu semacam itu beredar. Sebab, kondisi ayahnya terkini justru semakin stabil.

"Ada orang bilang bapak meninggal saya belum apa apa dapat (ucapan) 'Innalilahi', loh bagaimana, sih? Saya tanya yang meninggal siapa, (dijawab) 'loh, bapakmu'. Loh, kata siapa?" ujar Thareq. Thareq menyatakan ayahnya jatuh sakit dikarenakan faktor usia dan banyaknya aktivitas yang ia jalani sehari hari. Sehingga hal itu menimbulkan masalah pada kesehatan jantungnya.

"Mohon dimengerti Bapak itu agak sepuh ya. Sudah di atas 80 (tahun), yakni 83 (tahun) menginjak ke 84 tahun. Beliau beraktivitas sangat tinggi, sehingga Bapak suka lupa bahwa Beliau itu 80 an. Karena otaknya masih jalan tapi sesuai natural manusia badan kan enggak akan selalu ikut," kata dia. "Bapak saya dari dulu semenjak muda punya masalah dengan jantung. Otomatis karena kian menua ini jantungnya sangat melemah.

Dengan aktivitas yang tinggi tidak dikasih waktu istirahat, badannya memberontak. Jadi lah ada masalah," tambah Thareq. Thareq meminta doa semua pihak agar ayahnya bisa ssgera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Ia pun mengungkapkan, BJ Habibie dirawat secara intensif di ruangan Cerebro Intensive Care Unit (CICU), Paviliun Kartika. Keluarga, kata Thareq, sengaja membawa ayahnya ke rumah sakit agar bisa istirahat penuh.

"Sengaja dimasukin ke ICU karena tidak ada pilihan lain untuk membiarkan beliau istirahat untuk bisa menyembuhkan diri. Walaupun dikasih obat macam macam tapi kalau enggak istirahat total tidak ada guna," tegasnya. Keluarga juga sengaja membatasi pengunjung yang hendak menjenguk ayahnya. Sebab, jika tak dibatasi, Habibie tak kunjung beristirahat.

"Keadaan Bapak sudah stabil membaik. Cuma Bapak sangat lemes, sangat capek diajak ngomong. Bereaksi diajak ditanya manggut bisa, tetapi tidak ada bahwa Bapak itu dalam keadaan kritis. Sudah membaik, sudah stabil," ucap dia Tak akan dibawa ke Jerman

Thareq juga menyatakan ayahnya tak akan dibawa ke Jerman terkait kondisi kesehatannya. Ia mengatakan, keluarga besar Habibie percaya dengan kualitas tim medis yang menangani ayahnya. "Tidak, tidak, tim dokter di sini bagus, kenapa harus dibawa ke Jerman?" kata Thareq.

"Lagipula sebagai orang tua yang sakit, kalau terbang dalam jarak jauh dan beliau dalam keadaan begini ya lebih bahaya," ujar dia. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman/Krisiandi)

Baca Lainnya

Dukung Usulan Kapolri, Komisi III: Sejak Awal Berdiri KPK Ada Unsur Polri dan Kejaksaan

Ristia Afifah

Sarjono Kartosuwiryo Putra Pendiri DI/TII Ungkap Masih Ada 2 Juta Pengikut NII

Ristia Afifah

Jatah Menteri Setelah Prabowo Bertemu Megawati, Dedi Mulyadi Yakin Jokowi Pilih Sesuai Keahliannya

Ristia Afifah

ICMI Berkomitmen Jaga Keutuhan NKRI Pasca Pilpres

Ristia Afifah

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga Level Berbahaya Berlaku 24 27 Mei 2019

Ristia Afifah

5 Pembunuhan Tersadis di Indonesia Lewat Algojo Bayaran, Korban dari Direktur Hingga Istri Pejabat

Ristia Afifah

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Ristia Afifah

Pemohon Beberkan Formulir C1 Berbeda dengan Milik Penyelenggara Pemilu

Ristia Afifah

FAKTA FAKTA Video Viral Asisten Rumah Tangga Tega Campur Obat Alergi Ke Susu Anak Majikannya

Ristia Afifah

Saraswati Rahayu Komentari Larangan Ibu Hamil Ikut CPNS di Kemenhan & Kejagung

Ristia Afifah

Kemenhub Undang Swasta Kembangkan Pelabuhan Tanah Ampo

Ristia Afifah

Pemulihan Psikologis Pelaku dan Korban Perundungan, LPKA dan KPAI Bisa Berikan Rekomendasi

Ristia Afifah

Leave a Comment