33.6 C
Jakarta
Tuesday, Jun 2, 2020
Image default
Internasional

5 Fakta Pernikahan Di Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri, Pengantin Wanita Pingsan Berkali Kali

Fakta pesta pernikahan di Afghanistan berubah jeritan pilu bom bunuh diri yang meledak di area pria, pengantin pria ratapi keluarga jadi korban. Pesta pernikahan di Afghanistan mendadak penuh jeritan pilu karena adanya bom bunuh diri yang tewaskan 63 orang, ISIS klaim lakukan peledakan ini! Sebanyak 63 orang tewas di sebuah pesta pernikahan karena adanya bom bunuh diri.

Sosok pelaku ini meledakkan diri dalam acara pernikahan yang sedang berlangsu meriah. Ledakan ini berlangsung pada Sabtu malam (17/8/2019) itu terjadi di tengah perundingan tahap akhir antara Amerika Serikat (AS) dengan Taliban. Namun Taliban membantah atas bom bunuh diri yang diledakkan di pesta pernikahan di Afghanistan ini.

Ini dia 5 fakta soal bom bunuh diri yang menyerang pesta pernikahan di Afganistan ini. Dikutip dari Kompas.com korban kebanyakan perempuan dan anak anak. Korban luka bahkan mencapai ratusan orang.

"Di antara korban tewas terdapat perempuan dan anak anak," beber Nasrat Rahimi, juru bicara kementerian dalam negeri yang menambahkan, ada 182 orang terluka. Sedangkan sejumlah 63 orang meninggal dunia karena kejadian ini. Pesta pernikahan di Afghanistan memang selalu digelar epik dan meriah.

Ratusan bahkan ribuan tamu datang dan merayakan pesta selama berjam jam. Namun kebahagian mereka mendadak sirna karena bom bunuh diri ini. Dalam gambar yang kemudian menjadi viral, aula pesta berubah menjadi tragedi dengan baju robek, topi, sandal, maupun botol air mineral berserakan dan bersimbah darah.

Salah satu tamu yang hadir memberikan kesaksian jika ledakan terjadi di area tamu pria. Namun beruntungnya Mohammad Farhaq saat itu tengah berada di bagian sisi perempuan. Selama sekitar 20 menit, aula penuh dengan asap.

"Semua orang berlari keluar berteriak dan menangis. Hampir semua di bagian pria tewas atau terluka," katanya. Dua jam setelah ledakan ini berlangsung jenazah mulai dikeluarkan. Suasana pilu makin menyayat hati saat pria yang pakaiannya bersimbah darah mencari saudaranya.

Sementara salah satu tamu kepada Tolo News menuturkan ada sekitar 1.200 orang yang diundang. "Serangan ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kecam Kepala Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah. Salah satu korban luka, Munir Ahmad menceritkan kejadian.

Para tamu sedang berdansa dan merayakan pesta pernikahan saat bom meledak. Hal ini bahkan membuat Munir Ahmad kehilangan sepupunya yang tewas dalam kejadian ini. "Setelah ledakan, terjadi kekacauan di mana orang orang berteriak dan menangisi kerabat yang menjadi korban," ujar Ahmad yang dirawat karena terkena pecahan.

Sementara tamu lainnya Hameed Quresh mengungkapkan Mirwais dan istrinya baru saja mengucapkan janji suci Kemudian terjadi serangan itu yang diklaim oleh kelompok ISIS. "Kami langsung pingsan setelah ledakan terjadi.

Kami tidak tahu siapa yang membawa kami ke rumah sakit," lanjut Quresh yang kehilangan satu adiknya. Sang pengantin pria, Mirwais hanya bisa merenungi kejadian yang ada di pernikahannya ini. Momen keceriaan dan kegembiraan berubah menjadi ratap serta isak tangis ketika pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya, menewaskan 63 undangan di antaranya.

Mirwais kembali mengenang ketika ia menyambut tamu dengan senyuman. Namun beberapa jam setelahnya puluhan tewas karena adanya bom bunuh diri ini. Tentunya kebahagiaan yang ia rasakan langsung hilang seketika.

"Serangan itu mengubah kegembiraan saya menjadi penderitaan," ucap Mirwais kepada televisi lokal Tolo News seperti dikutip kantor berita AFP Minggu (18/8/2019). Bahkan keluarganya dan keluarga istri sangat terkejut dan tak mampu berkata kata. Kejadian ini juga membuat istrinya berkali kali pingsan.

Mirwais menyebut dirinya kehilangan banyak orang terdekat. Kesedihan yang dirasakan sangat mendalam membuatnya tak lagi bisa bahagia selamanya. "Aku kehilangan saudara, dan teman. Kebahagiaan di pesta pernikahan hilang karena bom bunuh diri. Saya tak akan bahagia lagi selamanya," ratap Mirwais.

Dalam klaim yang diunggah di Telegram, ISIS menyatakan salah satu anggota mereka meledakkan di "pertemuan besar" di Kabul, dengan yang lain meledak saat keamanan datang. Kelompok pemberontak secara teratur menyerang pesta pernikahan karena merupakan target paling mudah dengan polisi jarang melakukan pengamanan di sana.

Baca Lainnya

12 Tahun Dikurung di Kloset oleh Sang Ayah, Genie Wiley Tak Bisa Berbicara Saat Dibebaskan

Ristia Afifah

Politikus Veteran Keturunan Jawa-Bugis yang Jadi Perdana Menteri Malaysia Mengenal Muhyiddin Yasin

Ristia Afifah

Tetap Tenang! Presiden Prancis Teriaki Tentara Israel saat Berkunjung menuju Gereja di Yerusalem

Ristia Afifah

Jadi Sorotan, Inilah Postingan Foto Terbaru Hyuna di Instagram

Ristia Afifah

Kemampuan Luar Biasa Megawati jadi Pertimbangan Banyak Perguruan Tinggi Berikan Doktor Kehormatan

Ristia Afifah

Perhatikan Larangan Masuk di 13 Negara Berikut terkait Pandemi Covid-19 Ingin Bepergian

Ristia Afifah

Mata Putrinya Jadi Juling Akibat Kesalahannya Penyesalan Besar Seorang Ayah Kaleidoskop April 2019

Ristia Afifah

Seorang Ibu di Brasil Mutilasi Anaknya Hanya karena Sang Bocah Berkata Ingin Jadi Perempuan

Ristia Afifah

Kenaikan Jumlah Wisatawan Indonesia menuju Jepang Bulan Oktober Tertinggi Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Ristia Afifah

Ia Sudah Dijadikan Umpan Segera Bawa Pergi & Selamatkan Jika Anda Lihat Kucing dengan Cakar Ungu

Ristia Afifah

Malah 4 Tahun Tak Bisa Dilepas Pria Ini Jepitkan Pinset menuju Alat Kelamin Diduga Demi Hasrat Seksual

Ristia Afifah

Anak Diguyur Air Panas di Kandang Kucing Kasus Pasutri Sadis Ny Azlin & Ridzuan Abdul Rahman

Ristia Afifah

Leave a Comment