34.1 C
Jakarta
Tuesday, May 26, 2020
Image default
Bisnis

Apersi Banten Tetap Apresiasi Penambahan Kuota FLPP Meski Kecewa

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banten, Safran Edy Harianto, mengatakan penambahan kuota subsidi FLPP tersebut harus diapresiasi walau tak memuaskan. Menurut perhitungan, tambahan FLPP itu mampu membiayai KPR subsidi antara 15 ribu hingga 20 ribu unit rumah. Safran menjelaskan, Apersi Banten sendiri hanya mendapat jatah 1200 unit rumah, padahal kebutuhannya cukup besar, yakni mencapai 2500 unit.

"Kondisi ini mau tak mau harus kita terima, karena jumlah kuotanya dibagi bagi di setiap daerah dan asosiasi perumahan lainnya," ujar Safran di sela rapat kerja daerah (Rakerda) di Hotel Atria, Serpong, Rabu (4/12/2019). Terkait pengalihan kuota melalui skema pembiayaan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan sebagai solusi habisnya kuota FLPP, Safran melanjutkan, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) itu waktunya terbatas. Sebelum akhir November lalu bantuan itu sudah distop. Menurut Safran, kondisi itu membuat anggota Apersi Banten bertanya tanya ihwal nasib bisnisnya untuk mebangun rumah subsidi.

"Rumah sudah dibangun, prasarananya juga sudah, bahkan sudah Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit, tapi tak bisa melakukan akad kredit," kata Safran. Untuk itu, Apersi Banten melalui Rakerda 2019 berharap Pemerintah lebih memberi perhatian kepada pengembang rumah subsidi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah, pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa sangat dibutuhkan sinergi lebih kuat bagi seluruh pelaku industri rumah subsidi. Tanpa sinergi yang kuat bukan hanya pengembang yang kesulitan menjalankan bisnisnya, tapi masyarakat juga akan kesulitan memiliki rumah.

"Catatan backlog itu di angka 11 juta unit, dan tahun ini bertambah penuh kendala sehingga akan sulit menurukan angka itu," kata Junaidi. Junaidi mengakui 2019 adalah tahun cobaan bagi pengembang yang membangun rumah subsidi, terutama lantaran dana subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) habis sebelum waktunya. Pada awal Desember ini Pemerintah melalui kementerian keuangan menyetujui penambahan kuota subsidi melalui FLPP sebesar Rp2 triliun. Tambahan alokasi FLPP di sisa 2019 itu hanya diberikan oleh Pemerintah ke BTN.

Baca Lainnya

Pemerintah Naikkan Lagi Tarif Tol Jagorawi Pekan Depan

Ristia Afifah

Tol Layang Japek Perlu Batasi Kecepatan & Bebas Truk ODOL Pengamat

Ristia Afifah

Seperti KRL dan Transjakarta, Pelni Ingin Buat Area Khusus Wanita di Kapal

Ristia Afifah

Bappenas Bahas Payung Hukum BI & OJK Tetap di Jakarta Jika Ibukota Negara Pindah

Ristia Afifah

Virus Corona Jangan Sampai Ganggu Iklim Investasi DPR

Ristia Afifah

Tak Lagi Gunakan Boeing 747 400, Lion Air Siap Datangkan Airbus 330 900NEO

Ristia Afifah

5 Triliun PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta Targetkan Penyaluran Pinjaman Rp 5

Ristia Afifah

Berikut Komentar PT CAS Menang Tender Proyek Bandara Komodo Labuan Bajo

Ristia Afifah

Hospitality Indonesia Dorong Peningkatan Transaksi Industri Furnitur

Ristia Afifah

Presiden Jokowi wajib Jaga Perekonomian Indonesia Tahun 2020

Ristia Afifah

Tiga Ciri Rentenir Online Berkedok Fintech yang Harus Diwaspadai

Ristia Afifah

AMMDes Siap Jajaki Afrika sebagai Pasar Ekspor Kemenperin

Ristia Afifah

Leave a Comment