34.1 C
Jakarta
Tuesday, May 26, 2020
Image default
Metropolitan

AR Tak Miliki Pekerjaan & Kurang Mampu Namanya Ikut Dicatut Kasus Lamborghini Todongkan Pistol

Viral kasus penodongan senjata api oleh pengendara Lamborghini pada dua orang siswa,pemilik identitas diketahui ternyata seorang pengangguran. AR, sebuah identitas yang namanya tercatat dalam STNK kepemilikan Lamborghini orange yang menodongkan pistol kepada dua orang siswa di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Meski namanya terdaftar sebagai pemilik Lamborghini tersebut, nyatanya AR hanyalah seorang pengangguran yang bekerja serabutan.

Ia juga terbilang hidup kurang mampu, apalagi untuk memiliki sebuah mobil Lamborghini. Kasus penodongan senjata api seorang pengendaraLamborghiniorange kepada dua orang siswa di Kemang, Mampang,JakartaSelatan pada Sabtu (21/12/2019) lalu semakin terkuak. Setelah diketahui plat asli nomor kendaraan yakni B 27 AYR, ternyata identitas pemilik kendaraanLamborghinikeluaran tahun 2013 itu pun berhasil ditemukan.

Identitas pemilikLamborghiniorange itu diungkapkan Kasat reskrim Polres MetroJakartaSelatan, Kompol Andi Sanjaya Ghalubi atas nama seorang pria berinisial AR. Pria tersebut diketahui merupakan seorang pengangguran yang hanya bekerja serabutan. Fakta tersebut usai pihaknya menelusuri alamat yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Lamborghini orange.

Dalam STNK, Lamborghini orange diketahui atas nama AR yang beralamat di Jalan Cipulir I, Cipulir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun pihaknya terkejut ketika hendak melakukan penangkapan. AR yang tercatat sebagai pemilik Lamborghini orange justru tinggal di rumah yang sangat kecil, bahkan tergolong orang kurang mampu.

"Jadi ada dugaan pengemplangan pajak, pemilik aslinya pakai KTP (Kartu Tanda penduduk) orang lain untuk balik nama Lamborghini," jelasnya dihubungi pada Kamis (26/12/2019). Berdasarkan hal tersebut, pemeriksaan mengarah kepada identitas AR dapat tercatat sebagai pemilik Lamborghini orange. Berdasarkan penuturan AR, peristiwa tersebut diketahui bermula sekitar tahun 2013 silam.

AR katanya mengaku pernah meminjam uang kepada teman teman nongkrongnya di warung di dekat tempat tinggalnya. Ketika itu, saudara AR ingin meminjam uang sebesar Rp 700.000 kepada salah seorang temannya yang berinisial Y untuk keperluan berobat anaknya. Katanya segera meminta KTP AR sebagai ganti atas uang yang dipinjam oleh AR.

"AR sempat menanyakan alasan Y meminjam KTP miliknya itu untuk apa,namun dijawab oleh Y, 'kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya minjam KTP kamu untuk adalah keperluan, yang pentingkan kamu dapat uangnya," jelasnya. Namun setelah pertemuan tersebut, AR diungkapkannya mengaku tidak pernah kembali menemui Y. AR katanya tidak memiliki alamat ataupun nomor telepon untuk meminta KTP miliknya kembali.

"Putus hubungan setelah itu," jelasnya. Bertahun tahun kemudian, tepatnya sekitar bulan Juli 2019, AR katanya mengaku menerima surat pemberitahuan tunggakan pajak dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta. Dalam surat tersebut, AR tercatat belum membayar pajak atas satu unit mobil merek Lamborghini Nomor polisi B27AYR warna Orange tahun tahun 2013.

Lantaran AR tidak merasa memiliki kendaraan tersebut, surat tunggakan pajak pun tidak dihiraukannya. HIngga akhirnya terjadi penodongan siswa di Kemang pada Selasa (24/12/2019) dan tabrakan tunggal di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (25/12/2019). "(Pemalsuan identitas) Kita akan dalami dan telusuri yaang jelas kepolisian secara profesional dan teliti mengurai kejahatan lain yang kemungkinan dilakukan pelaku," tutupnya.

Mobil mewah Lamborghini milik Abdul Malik (AM) pelaku penodongan senjata api (senpi) kepada dua pelajar SMA mengalami kecelakaan tunggal saat dikendarai oleh sang adik, MS pada Selasa (24/12/2019) pukul 02.00 WIB di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Meski telah ditetapkan sebagai barang bukti dari aksi koboi kakaknya itu, MS enggan membiarkan Lamborghini berdiam di parkir rumah hingga mengoperasikannya di jalan protokol Ibu Kota Jakarta. Lebih parahnya, Lamborghini tersebut ketahuan menggunakan plat nomor palsu saat mengalami kecelakaan tunggal.

"Plat yang digunakan saat kecelakaan bukan plat yang aslinya," kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar saat dikonfirmasi, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019). Namun, Fahri mengatakan, bahwa mobil mewah itu telah terdaftar sebagai kendaaran resmi melalui surat surat yang tercatat di kepolisian. "Tapi mobil tersebut memiliki surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang terdaftar di Polri," katanya.

Atas kejadian tersebut, polisi tengah menyelidiki mobil mewah itu yang sejatinya sudah disita dalam kasus yang menimpa sang kakak dalam aksi koboinya. "Hingga saat ini alasannya (memalsukan pelat nomor) masih di dalami oleh penyidik," ujar Fahri. Fahri menjelaskan, adik korban meminjam mobil mewah itu tanpa sepengetahuan keluarga, dan dibawa untuk mengantar pergi sang pacar berinisial LS

"Dari keterangan keluarga, menyatakan tidak tahu sama sekali inil itu dipakai adiknya, (MS) pergi diam diam dari rumah," tandasnya. Dikutip dari Kompas.com , pengemudi Lamborghini berinisial AM berurusan dengan polisi usai menodongkan senjata api terhadap dua pelajar di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2019) lalu. Aksi arogannya terhadap dua pelajar itu berawal ketika dia melintas di kawasan Kemang dengan mengendarai mobil mewahnya.

Kala itu, dia mengendarai sebuah mobil Lamborghini tipe Gallardo berwarna oranye. Mobil mewah milik AM ternyata menarik perhatian dua pelajar yang tengah berjalan kaki di kawasan Kemang. Kedua pelajar itu pun berteriak dengan melontarkan kalimat "Wah, mobil bos nih!". Ucapan kedua pelajar itu terdengar oleh AM. Dia pun turun dari mobil sembari mengeluarkan kata kata tak sopan kepada kedua pelajar itu.

Respons arogan AM membuat kedua pelajar itu melarikan diri. Namun, AM belum merasa puas. Dia pun memaksa kedua pelajar itu untuk berhenti sambil menodongkan sebuah senjata api kaliber 32. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, AM bahkan nekat melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali guna memberhetikan kedua pelajar yang melarikan diri itu.

"(Kedua pelajar) disuruh jongkok, tapi yang bersangkutan tidak mau, lalu diletupkan lagi satu kali (tembakan). Jadi tiga kali letupan (tembakan)," lanjutnya. Kedua pelajar tersebut merasa tak terima dengan sikap arogan AM. Keduanya kemudian melaporkan tindakan arogan AM ke Polres Jakarta Selatan.

Tak butuh waktu lama, polisi lalu menangkap AM di kediamannya pada Senin (23/12/2019). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan 9 buah peluru aktif. Saat ini, AM telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, AM dijerat Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. Tak hanya mendekam di balik jeruji besi, AM juga kehilangan hak kepemilikan senjata api kaliber 32 itu. Pasalnya, polisi akan mencabut izin kepemilikan senjata api kaliber 32 yang dimiliki AM sejak Juni 2019.

AM juga diketahui bergabung sebagai anggota Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia). Kepada polisi, AM mengaku memiliki senjata api untuk melindungi diri. "Senjata akan kita cabut izinnya karena sudah tidak pantas untuk memiliki izin dengan cara berbuat semena mena seperti ini," kata Yusri.

Selain mencabut izin kepemilikan senjata api, polisi juga menyita mobil Lamborghini tipe Gallardo milik AM. "Disita sekarang ini mobilnya," kata Yusri. Polisi juga menemukan fakta lainnya saat memeriksa AM.

Hasil pemeriksaan urine AM menunjukkan positif penggunaan ganja. Yusri mengatakan, AM juga mengakui mengemudikan mobil usai mengonsumsi narkoba jenis ganja. "(AM) ternyata positif menggunakan ganja. Ini akan kita proses sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku," kata Yusri. Kendati demikian, polisi tidak menemukan barang bukti ganja di dalam mobil Lamborghini milik AM. "Kita sudah geledah (mobil Lamborghini), tidak ada (ganja). Tapi nanti kita coba kembangkan lagi," ungkap Yusri. (Sosok.id/*)

Baca Lainnya

Oknum Purnawirawan TNI Jadi Pemodal Deretan Fakta Miras Oplosan di Bandara Soekarno-Hatta

Ristia Afifah

Ini Dalih Gubernur Anies Bangun Hotel Mewah Pakai APBD di Taman Ismail Marzuki

Ristia Afifah

Panggung Politik hingga Sakiti Hati Rakyat PSI Kritik Anies Baswedan & Sekda DKI soal Banjir

Ristia Afifah

Rio Pulang Bugil & Mengalami Hal Mengerikan Janjian Dengan Cewek Idaman di TPU Prumpung

Ristia Afifah

Polisi Tahan Seorang Motivator yang Dilaporkan Cabuli Murid SD

Ristia Afifah

Janjian Perang melalui Medsos Brutalnya Geng Motor Melehoi Tewaskan Pedagang Pecel Lele yang Melerai

Ristia Afifah

Ditjen PAS Akan Beri Perlakuan Khusus kepada Napi yang Positif Hepatitis C

Ristia Afifah

DPRD DKI Berani Keluarkan Biaya Besar buat Desain Revitalisasi Monas

Ristia Afifah

Hasil Pemeriksaan Gedung Dibeli Sejak 1997 Fakta Baru Gedung di Slipi yang Roboh Kombes Yusri

Ristia Afifah

Kini Jadi Pengusaha Muda & Staf Khusus Presiden Kisah Putri Tanjung Pernah Gagal & Rugi Rp 800 Juta

Ristia Afifah

Kepadatan Kendaraan Pemudik Mulai Terlihat di GT Cikampek sampai Cibitung

Ristia Afifah

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut LRT Jakarta Proyek Gagal

Ristia Afifah

Leave a Comment