26.7 C
Jakarta
Wednesday, Feb 26, 2020
Image default
Metropolitan

ASN wajib Berhati-hatilah & Bersikap Arif dalam Menggunakan Media Sosial kata Suhardi Alius

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH mengatakan dengan kemajuan teknologi pada saat ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh intansi Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintah diminta untukselalu berhati hati dalam menggunakan media sosial. Para ASN harusbisa menyebarkanpesan pesan perdamaian baik di dunia maya dan juga di dunia nyata sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia. Hal ini agar para ASN tidak mudah terpengaruh terhadap hasutan yang timbul dari ujaran kebencian sehingga dapat terpengaruh dengan paham kekerasan yang berujung pada paham radikal terorisme yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Kepadaseluruh ASN berhati hatilahdanmustibersikap arif dalam menggunakan media sosial. Karenadi media sosialjuga banyak sekali hal hal yang tidak hanya merusak, tapijuga untuk ke arah destruksi bangsa. Oleh sebab ituambilsisiyang positifnyadengan menyebar pesan perdamaian untuk menjaga persatuan bangsa,” ungkap Suhardi Alius saat menjadi narasumber utama pada Rapat Koordinasi terkait Penguatan Wawasan Kebangsaan ASN terkait dalam Menangani Radikalisme di Kalangan ASN. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) ini digelar di ruang Majapahit kantor Kemen PAN dan RB, Jakarta, Kamis, 24/10/2019).. DijelaskanSuhardi Aliusbahwa di tengah era globalisasi sekarang ini seluruh masyarakat di dunia initidak bisa juga terlepas dari perkembangan teknologi. Namun demikian para pengguna teknoligi ini harus bisa mengambil sisi positif untuk kemajuan bangsa ini.

“Memangkita tidak bisa juga terlepas dari perkembangan teknologi. Tapi ambilahyang baik untuk sisikebangsaan,sehingga kitasemua para ASN inibisa maju untuk berkompetisi dengan bangsa bangsa lain,” ujar Suhardi Alius. Terkait dengan kemungkinan adanya ASN yang terpapar paham radikal terorisme, mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan bahwa seluruh pihak untuk tidak bersikapunder estimate. Hal tersebut bukanhanya di kalanganASNsaja yang bisa terpapar paham tersebut. Namun semua pihak bukan tidak mungkin bisa terpapar.

“Tidak hanya ASN, semua komponen bangsa pasti adajugayangterpapar. Katakan mungkinterinspirasi oleh hal hal yang yang tidak baik,khususnyadari sisikebangsaan. Mereka bisa terpapar. Itu semuanyakarena adanyasaluran teknologi informasi digital. Apalagii hampirsemuaASNjuga menggunakan itu(smartphone dan media sosial),” tutur mantan Kapolda Jawa Barat ini. Untuk itulah Kepala BNPT meminta kepada seluruh K/L untuk saling menjaga agarbagaimanapara ASN inimempunyai daya imunitas, daya resilience dalam menghadapi dinamikayang terjadi. “Karena ASN iniadalah orang orangyang mengawalstruktur daripada pemerintahan bangsa ini. Kitaharapkan mereka betul betul sterilsehingga tidak ada kepentingan kepentinganlainkecuali untuk tujuan kebangsaan," jelasnya.

Untuk itulah dirinya diminta Kementerian PAN & RB yang juga dihadiri dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan juga Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memberikanguidancekepada tim Taskforce dalam rangkaproses penanganan radikalisasi yang ada di lingkungan ASN. “Iniuntuk mereduksi tingkat radikalisasi dilingkungan ASNdan kemudian jugauntukmencegah perkembangannya,termasuk pascarekrutmen. Tadi sudahsaya sampaikanbagaimana fenomena yang sudah ada sekarang ini,” kata perwira tinggi berpangkatbintang tiga ini. Dalam Rakor tersebut pihaknya telahmemberikan treatment treatmentagartaskforce ini bisa menindak lanjuti terhadap situasi yang terjadi.

Dengan adanya taskforce diharapkan agarASN inibetul betultergambarkandan terpetakan dengan baik apakahada yang sudah terpapar dan juga prosesrekrutmen kedepannyaseperti apa. “Cara caranya tadi sudah kitaberikan kepada forum ini untuk memberikan satu langkah yang baikdalam rangkapenanganan masalahini. Sehingga kitaharapkanbeberapa tahun mendatang sudah bisa kita reduksi,dan kitaingin ASN kita inikuat untukberkontribusi kepada negara dalam rangka membangun pembangunan bangsa,” urai pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini. Lebih lanjut mantan Kepala Divisi Huma Polri ini mengatakan, dengan adanya taskforce tersebut maka BNPT nantinya akan terus melakukan sharing data maupun informasi dan bekerja sama dengan seluruh task force itu sebagai upaya untuk meredam penyebaran paham radikal di lingkungan ASN.

“Nanti kita sharesama samaketeman teman dari KementerianLembaga dan yang tergabung dalam taskforce ini. Inisupayakitabisa memberikan masukan masukanmengenai bagaimana cara mengidentifikasi,kemudianbagaimana memberikan treatmentnya. Karenaitu yangmenjaditugas pokok kitadi BNPT,” ujar mantan Wakapolda Metro Jaya ini mengakhiri. Sementara itu, Sekretaris Kemen PAN & RB, Drs. Dwi Wahyu Atmaji, M.P.A, dalam sambutannya saat membuka acara rakor tersebut mengatakan bahwa Rakor tersebut digelar sebagai upaya untuk mengurai masalah masalah radikalisme di lingkungan ASN. “Ini supaya kita tepat di dalam merumuskan berbagai masalah yang akan kita sikapi bersama. Intinya kita mengharapkan agar masalah masalah seperti ini bisa ditangani dengan baik, terukur dan sistematis, sehingga dapat mencegah kegaduhan dan bisa tertangani dengan baik,” kata Drs. Dwi Wahyu Atmaji, M.P.A .

Sementara itu Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN & RB, DR. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E., M.Eng. mengatakan bahwa pihaknya bersama anggota taskforce selama ini telah melihat fonomena perkembangan radikalsime yang terjadi, Untuk itu pihaknya ingin mengetahuai gambaran secara utuh dari Kepala BNPT mengenai fenomena bahaya radikal terorisme dan upaya penangananaya. “Kita memandang bahwa ASN pun juga bukan tidak mungkin ikut terpapar. Untuk itu di ASN ini juga harus kita pikirkan bersama. Kami ingin mendapatkan pencerahan dari bapak, jangan sampai kita memandang ‘ini radikal’ dan ‘ini tidak radikal’ yang kemudian timbul selisih paham di dalam tim ini. Oleh karena itu ini salah satu yang ingin kami dapatkan dari pencerahan dari bapak Kepala BNPT,” ujar DR. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E., M.Eng. yang dalam kesempatan tersebut bertindak sebagai moderator. Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS, usai mendapatkan penjelasan dari Kepala BNPT mengatakan bahwaada beberapaentrypointyang bisadilakukanpihaknyayaitu untuk mencoba menyaringorangyangakanmasuk ke birokrasiyaitu ASN.

“Pertama yakniASN yangakanmasuk ke birokrasi. Ini supayacleardanclean. Kita tidak ingin memasukkan ASN baru yang memiliki paham yang berbeda dengan Pancasila dan NKRI,” ujar Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS, Lalu yang kedua menurutnya,treatmentterhadap ASN yang kemungkinan terpapar paham radikal tersebut. Dimana pihaknya akan menggunakan dua pola pendekatan yaknisoft danhard. Dimana pihaknyaakan lebih mengutamakan pendekatan yangbersifatsoft untuk pembinaan sebelum menggunakan pendekatan yang lebih keras. “Jadi diASN itu adapembinaan. Jadi kita akan mencoba menghimbau terlebih dahulu agar para ASN inibisa bersikapbijak. Yang kita maksud Bijak disini yang utama adalahdalam menggunakan media sosial yangtidakbersifat radikalisme,ujaran kebencian,anti Pancasila danantiNKRI,” ujar mantan Wakil Kepala BKN ini.

Kemudiankalauhaltersebutbisaditurunkan, makapihaknyamencoba masuk lebih dalam lagi untuk mencoba memberikan deradikalisasiterhadap para ASNyang sudah terpapar. “Iniagar mereka bisa kembali memiliki semangat dan keyakinan terhadap Pancasila dan NKRI,” kata alumni Teknik Mesin ITS ini. Sedangkan yang ketiga untuk proses recruitment, tentunya pihaknya nantinya membutuhkan medel atau pola screaning yang lebih mendalam. Dimananantinyaakan ada semacam model model yang bisa menyaringsepertibateraitest, profiling atauwawancara yang dilakukan oleh tim untuk seleksi di masing masing instansi. “Karena hal itutidak mungkin dilakukan oleh tim nasional. Timseleksi instansi ini nantiyangakan kitaempower, yang akan kita berdayakamdengan kemampuan untuk melakukan tiga hal tadi,” ujarnya mengakhiri.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA menjelaskan bahwa salah satu tuga KASN adalah untuk mengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN. “Dan itusangatpenting bagi semua untuk memulai agar edukasi kepada ASNbenar benardilakukan agar nilai nilai nasionalisme,integritaskebangsaan bisadiperkuat. Dan baru kemudian kitaakan sama samamengevaluasi, apakah masih ada kelompok kelompok yang memangmasih menyebarkan paham paham tersebut dilingkungan ASN atau tidak,” papar Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA Untuk itu dirinya menghimbauan kepada para ASN untuk tidak menyebarkan paham paham radikal negatif seperti intoleransi, ujaran kebencian, anti Pancasila dan anti NKRI melalui media sosial yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Seperti yang dikatakan Kepala BNPT, memangkita harus hati hati dalam penggunaan sosial media. Di media sosial tentunya banyakhalyangpositif, tetapi kalaukita tidakhati hatidalam menggunakan media sosial, tentunya hal tersebut akan sangat membahayan diri pribadi dan juga terhadap bangsa ini,” jelasnya. Acara Rakor tersebut dihadiri para anggota taskforce yakni para pejabat eselon II dan III baik dari BKN, KASN, Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Pendidikandan Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian PUPR, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan K/L lainnya.

Baca Lainnya

Festival Perikanan Nusantara Meriahkan Rangkaian Hari Ikan Nasional

Ristia Afifah

Zuhri Malah Kena Bacok Berniat Selamatkan Seseorang saat Tawuran Terjadi

Ristia Afifah

Alumni SMA Jakarta Bersatu Berkumpul Bersama Peringati Hari Sumpah Pemuda

Ristia Afifah

Awal Kecelakaan Maut Tangerang: Sopir Truk Hindari Razia Polisi hingga As Roda Patah

Ristia Afifah

Tol Jakarta-Tangerang Akan Ditutup Sementara Dini Hari Ini Jasa Marga Lanjut Bangun JPO

Ristia Afifah

Sehari Setelah Lebaran, Polisi Tangkap Pelaku Begal di Senen Bermodus Tabrak Lari

Ristia Afifah

KPK hingga ICW Tanggapi Kasusnya Sandiaga Uno Minta Ari Askhara Jangan Dihancurkan Habis-habisan

Ristia Afifah

Polisi Sterilkan Lokasi Ledakan di Monas

Ristia Afifah

Polri Tangkap Satu Karyawan Swasta Teror Video Call Tunjukkan Alat Kelamin

Ristia Afifah

Polisi Berlakukan Kamera Tilang Elektronik Mulai Hari ini, Berikut 10 Lokasinya

Ristia Afifah

Kepadatan Kendaraan Pemudik Mulai Terlihat di GT Cikampek sampai Cibitung

Ristia Afifah

Tak Gunakan Seatbelt Jadi Pelanggaran Terbanyak Tilang Elektronik

Ristia Afifah

Leave a Comment