31.2 C
Jakarta
Friday, Aug 14, 2020
Image default
Bisnis

Bangladesh Berminat Impor Embrio Ternak Indonesia Punya Kualitas Unggul

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang Bogor terus mendorong kemungkinan dilakukanya ekspor produk embrio ternak untuk menghadapi tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang akan dikenakan pada biaya produksi dan distribusi ke negara lain. "Setelah semua siap, kita akan mendorong BET untuk segera melakukan ekspor produknya ke mancanegara," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, Selasa (22/10/2019). Diarmita mengatakan, sejauh ini embrio Cipelang sudah menghasilkan pedet unggul yang menarik minat Pemerintah Bangladesh untuk membelinya.

Ketertarikan mereka terjadi setelah beberapa delegasinya melihat secara langsung Perikanan dan Peternakan Cipelang pada pekan lalu. "Nanti kita persiapkan secara matang. Yang jelas pasar ekspornya sudah terbuka lebar," katanya. Sementara Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan, menyampaikan bahwa ketertarikan para delegasi Bangladesh ini terlihat dari keinginan mereka untuk mengirimkan pegawai teknisnya ke BET Cipelang agar mempelajari embrio transfer di Indonesia.

Salah satu yang diminati adalah terkait pengembangan sapi Belgian Blue. "Mereka tertarik untuk belajar dan mengembangkan sapi dengan teknologi embrio transfer, dan juga belajar tentang pengelolaan kegiatan Upsus Siwab (upaya khusus sapi indukan wajib bunting)," katanya. Untuk diketahui, Belgian Blue adalah salah satu sapi unggulan yang dikembangkan BET Cipelang sejak beberapa tahun lalu. Hingga September 2019 ini, terdapat ada 103 kelahiran Belgian Blue dengan kondisi segar dan gemuk.

"Jumlah ini bahkan adalah kedua terbanyak setelah BPTU HPT Sembawa dengan jumlah kelahiran sebanyak 139 ekor," katanya. Senior Assistant Chief,l Ministry of Fisheries and Livestock Bangladesh, Pulakesh Mondal, menyampaikan banyak hal penting yang bisa dipelajari lembaga pertanian Bangladesh di BET Cipelang ini. Diantaranya adalah transfer embrio dan Inseminasi Buatan. "Kami punya banyak Balai Inseminasi Buatan di Bangladesh, tapi belum ada unit yang menangani transfer embrio, dan ini menarik bagi kami," katanya.

Sekedar diketahui, Kunjungan delegasi Bangladesh ini merupakan rangkaian Livestock & Dairy Development Project (LDDP) yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas pemerintah Bangladesh dengan bantuan dana Bank Dunia. Adapun misi besar dari kunjungan ini adalah untuk memahami beberapa praktek pengelolaan persusuan, strategi produksi, sampai pada bagaimana peternak mendapat manfaat dari industri persusuan di lndonesia. Di lokasi, mereka juga mempelajari bagaimana menciptakan sapi perah yang mempunyai produksi susu tinggi melalui teknologi embrio transfer dan inseminasi buatan.

"Ini adalah kali kedua dalam tahun ini, Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh mengirimkan para pejabat dan stafnya untuk belajar ke Indonesia. Ini juga sekaligus menunjukan bahwa sistem pengembangan sapi dan pengelolaan persusuan di Indonesia memiliki kualitas yang baik," tukas Pulakesh.

Baca Lainnya

Mantan Kapolri yang Kini Jadi Bos BUMN Badrodin Haiti

Ristia Afifah

IHSG Berpeluang Menguat menuju 4.810 Jelang Rilis Inflasi

Ristia Afifah

Tujuh SPBU Pertamina di Jakarta Tidak Beroperasi Terimbas Banjir

Ristia Afifah

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Ristia Afifah

Bisa Makan Berempat Hanya Rp 60.000 CFC Promo Spesial Sabtu & Minggu

Ristia Afifah

Penguatan Rupiah Hanya Bersifat Sementara Analis

Ristia Afifah

Desainer Property Global asal Inggris Mulai Garap Pasar Indonesia

Ristia Afifah

BCA Donasikan Alat Operasi Katarak & Donor Darah Demi Tingkatkan Layanan Kesehatan

Ristia Afifah

Ini 6 BUMN Lainnya yang Jadi Perhatian penting Erick Thohir Selain Garuda Indonesia

Ristia Afifah

BNI Konfirmasi Seorang Pegawainya Positif Corona

Ristia Afifah

30 Pengemudi Blue Bird Dinobatkan Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Ristia Afifah

Leave a Comment