25.6 C
Jakarta
Saturday, Apr 4, 2020
Image default
Metropolitan

Banjir Jakarta Tahun 2020 Tak Separah di Era Jokowi & Ahok Kata Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta buka suara terkait adanya penilaian yang menganggap dirinya tidak becus mengurus Banjir Jakarta. Anies pun dianggap gagal memimpin Jakarta lantaran besar yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan kerugian yang sedikit bagi warga Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pun memilih tak memedulikan sentimen negatif itu.

Ketika ditanya awak media soal hal tersebut, orang nomer satu di Jakarta ini malah menyinggung pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan Joko Widodo. Menurutnya, besar yang melanda sebagian wilayah Jakarta di awal tahun 2020 ini tak separah pada 2013 (era Jokowi) dan 2017 (era Ahok) lalu yang menenggelamkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). "Kantor tutup tidak ada, mall tutup tidak ada, Bundaran HI ketutup tidak ada. Itu semua tidak ada," ucapnya, Kamis (9/1/2020).

Tak hanya itu, Anies pun menyebut, bukan hanya terjadi di Jakarta. Beberapa wilayah lainnya, seperti di daerah dan Jawa Barat juga terdampak . Bahkan, Anies menyebut, wilayah tersebut mengalami dampak yang lebih parah dibandingkan Jakarta.

Untuk itu, ia pun merasa bingung lantaran hanya dirinya lah yang mengalami sentimen negatif dari masyarakat di jagat dunia maya. "Kenyataannya Indonesia sedang mengalami tantangan cuaca yang luar biasa. Kalau di Jawa bagian Barat, dari mulai Bekasi sampai Lebak (di )," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. "Sayangnya, tidak semua dapat perhatian dalam percakapan (di dunia maya)," tambahnya menjelaskan.

Dibandingkan wilayah lain, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengklaim, yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu tak sampai merusak sejumlah fasilitas umum dan menimbulkan longsor seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor dan Lebak. "Coba dicek berapa jembatan yang hilang di banyak tempat. Di Jakarta ini alhamdulillah, gedung hilang tidak ada, rumah longsor tidak ada, jalan rusak tidak ada," kata Anies. Banjir besar yang melanda sebagian wilayah Jakarta di awal tahun 2020 menimbulkan kerugian yang tak sedikit bagi warganya.

Tak hanya materi, yang terjadi sejak 1 Januari lalu juga menimbulkan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun mencatat, jumlah korban jiwa akibat besar yang melanda Jakarta di awal tahun 2020 ini mencapai 9 orang. Bencana ini pun menimbulkan sentimen negatif bagi Gubernur DKI Jakarta di jagat dunia maya.

Bahkan, sempat muncul tagar (#) di media sosial twitter yang mendesak Anies mundur dari jabatannya. Pasalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai tidak becus mengurus Jakarta sehingga besar menerjang ibu kota sejak 1 Januari lalu. Menanggapi hal tersebut, Anies mengaku tak peduli dengan sentimen negatif itu.

Ia memilih fokus bekerja memulihkan kembali situasi dan kondisi di Jakarta pascabanjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu. "Jadi ada percakapan dan ada kenyataan, saya fokus pada kenyataan. Saya fokus bekerja saja," ucapnya, Kamis (9/1/2020). Guna memulihkan kembali situasi dan kondisi di Jakarta yang sempat lumpuh akibat , Anies pun menyebut, dirinya mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki Pemprov DKI.

"Saya bekerja di Jakarta memastikan bahwa semua fasilitas kita, semua personalia kita, semua sumber daya kita, itu digunakan untuk memastikan Jakarta berfungsi lagi dengan cepat," ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Meski demikian, sampai saat ini masalah sampah yang timbul pascabanjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta belum juga teratasi. Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan pun menyebut, pihaknya belum bisa maksimal menanganai sampah di wilayahnya lantaran masih ada beberapa lokasi di ibu kota yang terendam .

"Secara umum wilayah Jakarta telah tertangani semua. Hanya daerah yang masih belum surut seperti di Semanan yang masih terus kami ditangani," kata Yogi. Presiden Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta untuk segera melakukan normalisasi seluruh sungai yang ada di Ibu Kota. Instruksi itu disampaikan Jokowi saat memanggil dan sejumlah kepala daerah lain di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

"Perlu saya sampaikan sungai yang ada di Jakarta bukan hanya Ciliwung saja, ada Sungai Pesanggrahan, Cipinang, Buaran, Sungai Bovart, dan 14 sungai lainnya," kata Presiden Jokowi saat membuka rapat. "Ini semuanya saya kira perlu dilakukan pernormalan kembali sehingga aliran air yang ada di Jakarta bisa kembali normal," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Terlihat Jokowi khususnya menyorot sodetan Sungai Ciliwung yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT).

Ia meminta pekerjaan ini segera dirampungkan, termasuk terkait masalah pembebasan lahan yang menjadi hambatan selama ini. "Saya minta yang sodetan Ciliwung menuju ke BKT itu juga tahun ini bisa dirampungkan," kata Jokowi. "Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk bisa menyelesaikan masalah pembebasan lahannya," sambungnya.

"Dan juga pengerjaan pengerjaan meneruskan kembali, baik normalisasi atau naturalisasi yang ada di sungai sungai, yang ada di Jakarta," ucap Jokowi. Selain , hadir juga Gubernur Wahidin Halim, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi Bupati Bogor Ade Yasin. Jokowi meminta para kepala daerah tersebut bekerja sama dalam menangani masalah yang melanda wilayah mereka.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Monardo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Gubernur DKI Jakarta menanggapi instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan normalisasi dan naturalisasi sungai di Ibu Kota. Anies menyebut, normalisasi dan naturalisasi sungai di seluruh Jakarta merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Oleh karena itu, ia meminta wartawan bertanya mengenai target waktu normalisasi sungai tersebut kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. "Nanti sama Pak Menteri. Itu programnya program Pak Menteri," kata Anies setelah rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020) petang. Anies juga mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus pada penanganan korban .

Sementara itu, normalisasi dan naturalisasi sungai merupakan proyek jangka panjang yang perlu dilakukan bersama sama Kementerian PUPR. "Jadi memang pada akhirnya kita sama sama supaya komprehensif dari hulu sampai hilir," kata Anies. "Pelebaran sungai itu kita cuma bicara di hilir," sambungnya.

Baca Lainnya

Gubernur Anies Baswedan Lelang 16 Jabatan Eselon II di Pemprov DKI

Ristia Afifah

Aulia Kesuma Peragakan Adegan Beli Obat Tidur Untuk Bunuh Suami dan Anak Tiri di Apotek Apartemen

Ristia Afifah

Seteru dengan YouTuber Kasus Laporan Keuangan 8 Masalah Garuda Indonesia di Bawah Ari Askhara

Ristia Afifah

Cara Ampuh Terhindar Ganjil Genap di Jakarta Cukup Pakai Ponsel, Jangan Coba Pasang Alat Ini

Ristia Afifah

Jawa & Sumatera Harusnya Disambung Banjir Jakarta Fahri Hamzah Singgung Kepadatan Penduduk

Ristia Afifah

Alumni SMA Jakarta Bersatu Berkumpul Bersama Peringati Hari Sumpah Pemuda

Ristia Afifah

Sejumlah Arus Lalu Lintas Dialihkan & Tak Bisa Dilewati Kendaraan Banjir di Jakarta Selasa Pagi

Ristia Afifah

DPRD DKI Berani Keluarkan Biaya Besar buat Desain Revitalisasi Monas

Ristia Afifah

Senggol Bus Primajasa di Ciputat, Pemotor Terjatuh dan Penumpangnya Tewas Terlindas

Ristia Afifah

GrabWheels Disarankan Beroperasi di Tempat Wisata Bukan Alat Transportasi

Ristia Afifah

Andri & Anak Balitanya Akhirnya Meninggal Bakar Diri Karena Istri Berhubungan Dengan Mantan Suami

Ristia Afifah

Penjual Sepatu yang Sempat Dicatut Namanya Miliki 3 Mobil Mewah Kini Bisa Pakai KJP Lagi

Ristia Afifah

Leave a Comment