27.9 C
Jakarta
Thursday, Jun 4, 2020
Image default
Nasional

Batasi Satu Kereta 60 Penumpang MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengembalikan jam operasional MRT Jakarta seperti sedia kala. Melansir , kebijakan itu menyusul adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar transportasi publik tetap disediakan. Anies Baswedan mengikuti arahan Jokowi di tengah wabah virus corona atau Covid 19 di Indonesia.

Meski begitu, PT MRT Jakarta menetapkan aturan pembatasan penumpang menyusul kebijakan pencegahan penyebaran virus corona oleh Pemprov DKI Jakarta. Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan pihaknya menerapkan pembatasan jumlah penumpang 60 orang satu kereta atau 360 orang per rangkaian. Hal itu disampaikan Kamaluddin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

"Calon penumpang diharapkan dapat mengikuti arahan dari petugas MRT Jakarta di stasiun," papar Kamal, dikutip . Kamaluddin menambahkan, MRT Jakarta tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona. Yakni mengimbau pemakaian hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang.

"Ini demi kebaikan bersama dalam langkah pencegahan virus corona," tambah Kamal. Selain itu, ia juga mengimbau untuk menjaga kebersihan bagi seluruh penumpang MRT Jakarta. Diberitakan sebelumnya, PT MRT Jakarta melakukan pembatasan layanan untuk penumpang sesuai petunjuk Anies Baswedan.

Kebijakan ini malah menyebabkan antrean membeludak di beberapa stasiun MRT, Senin (16/3/2020) pagi. Diketahui, calon penumpang membeludak di stasiun karena adanya kebijakan headway 20 menit untuk satu armada. Muhamad Kamaluddin menjelaskan atas kejadian penumpang yang membeludak di sejumlah stasiun MRT Jakarta.

Kamaluddin mengatakan pembatasan operasional MRT Jakarta hari ini dikarenakan untuk membatasi pergerakan di Ibu Kota. Pembatasan operasional MRT Jakarta tersebut telah dikoordinasi dengan pemerintah sebelumnya. Ia menambahkan, untuk operasional MRT Jakarta hari ini sebetulnya tidak diperuntukkan untuk umum.

Kamaluddin menyebut, pekerja yang diperbolehkan naik angkutan umum hanya pekerja medis ataupun pelayanan publik. "Oleh karenanya, MRT Jakarta sebagaimana arahan pemerintah untuk angkutan umum di Jakarta pada hari ini sebetulnya difokuskan hanya khusus untuk pekerja yang masih perlu menangani penanganan Covid 19." "Seperti pekerja medis, dan pelayanan publik yang memang tidak bisa dikerjakan dari rumah," ucap Kamal dalam keterangannya, Senin, dikutip dari .

Lebih lanjut, ia mengatakan layanan angkutan umum pada hari ini tidak ditujukan untuk mobilitas pekerja normal ke kantor. Sebelumnya, sudah diimbau bagi pekerja untuk bekerja dari rumah. PT MRT Jakarta juga melakukan tindakan atas kejadian penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

Kamaluddin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi di empat stasiun pagi hari ini. "Kami tengah melakukan evaluasi antrean calon penumpang memasuki 4 stasiun MRT kami pagi hari ini yaitu Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Dukuh Atas BNI." "Sementara ini antrean di 9 stasiun MRT lainnya masih normal," jelasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan juga memutuskan untuk membatasi jumlah penumpang di Stasiun MRT Jakarta "Nanti di stasiun MRT ada pembatasan jumlah penumpangnya," ujarnya yang dikutip dari video siaran langsung di akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, dikutip . Aniesmenyebut pembatasan penumpang ini dilakukan untuk mengurangi potensi interaksi secara fisik.

Sehingga dapat mengurangi adanya penularan virus corona tersebut. Selain itu,Anies menuturkan terkait jumlah penumpang di stasiun MRT Jakarta. "Kapasitas 300 orang maksimum kan, nanti akan diisi oleh 60 orang per gerbong," jelasnya.

Ini sekaligus juga sejalan dengan pesanyang disampaikanagar dunia usaha mulai melakukan kegiatan kerja secara jarak jauh melalui metode online. Anies Baswedanjuga mengatakannantinya para calon penumpang dilakukan pemeriksaan suhu badan terlebih dahulu sebelum masuk di halte maupun stasiun. "Sebelum memasuki halte dan satsiun akan dicek suhu tubuhnya," ujar Anies.

Anies menuturkan jika terdapat calon penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius akan ditempatkan di ruang isolasi tertentu yang telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta. "Kita juga akan memastikan hand sanitizer ada di mana mana sehingga masyarakat yang dapat memanfaatkannya dengan baik,"jelas Anies. Anies menegaskan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya penularan virus corona di Jakarta.

"Kami berharap seluruh masyarakat Jakarta dapat menaatinya, sehingga tidak ada penutupan di ibu kota," tegasnya. "Karena masyarakat sudah mematuhi untuk berada di rumah," imbuhnya.

Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besok Sabtu 30 Maret 2019, Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

Ristia Afifah

Tubagus Adhi & Aat Surya Safaat dari PWI Jaya Terima Press Card Number One di HPN 2020

Ristia Afifah

Rocky Gerung Komentari Erick Thohir ‘Cuma Cari Panggung’ Setelah Pecat Ari Askhara dari Garuda

Ristia Afifah

Hasil Investigasi TGPF: Serangan Tidak untuk Bunuh Novel tapi Membuatnya Menderita

Ristia Afifah

Tanggapan Perum PPD Terkait Tayangan Video Di Bus Transjakarta

Ristia Afifah

Pasca OTT di Talaud, KPK Gelar Apresiasi Jurnalis Lawan Korupsi 2019 di Manado

Ristia Afifah

Saya Percaya Ayah Orang Baik Tanggapi Sang Ayah Jadi Pilot Pesawat yang Bawa Harley Devano

Ristia Afifah

Jokowi Ingin PKH Bermanfaat untuk Peningkatan Gizi Anak

Ristia Afifah

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Ristia Afifah

5 Pembunuhan Tersadis di Indonesia Lewat Algojo Bayaran, Korban dari Direktur Hingga Istri Pejabat

Ristia Afifah

FOTO TERBARU Ani Yudhoyono Ranjang Rumah Sakit, SBY dan AHY Berdoa, Annisa Pohan Ungkap Situasinya

Ristia Afifah

KPK wajib Tertib Administrasi Upaya Hukum Berpotensi Digugat Akademisi

Ristia Afifah

Leave a Comment