25.7 C
Jakarta
Wednesday, Nov 13, 2019
Image default
Nasional

Begini Ekspresi AHY Saat Uluran Tangannya Ditolak Video Megawati Buang Muka di Depan Surya Paloh

Ada yang menarik dalam pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR RI di Senayan, Jakarta Selasa (2/10/2019). Kejadian itu yakni saat Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri bersalaman dengan sejumlah tokoh. Yang menjadi perhatian, yakni saat Megawati menolak salaman dari Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Momen itu terekam di tayangan langsung Kompas TV dan menjadi perbincangan netizen di media sosial. Tampak di pada video yang diposting oleh akun Twitter @ghanieierfan, Megawati terlihat mengenakan kebaya merah dan selendang putih di bahu kirinya. Dengan rambut disanggul dan tas di tangan kirinya, Megawati tampak menyalami beberapa tokoh yang ada.

Awalnya, ia berjalan menuju kursi yang akan ia duduki. Sebelumnya, sudah ada AHY, dan beberapa tokoh lainnya termasuk Surya Paloh. Megawati tampak bersalaman dengan seorang pria di depannya.

Kemudian AHY terlihat memberikan hormat dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada. Megawati pun merespon sikap AHY itu dengan anggulam kepala dan senyum. Kemudian seseorang di samping AHY langsung menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan Megawati.

Megawati pun langsung menyambutnya sambil melemparkan senyum. Melihat itu, AHY pun berinisiatif untuk mengulurkan tangan juga. Namun uluran tangan AHY kali ini tidak direspon oleh Megawati.

Megawati malah terus berjalan ke depan dan AHY pun menarik kembali tangannya. Bukan hanya tidak merespon AHY, Megawati juga tampak buang muka saat giliran bertemu Surya Paloh. Megawati pun tampak melewatinya begitu saja dan bersalama dengan orang yang ada di sampingnya.

Video ini pun ramai dibagikan Warganet di media sosial Twitter. Banyak yang menduga hal itu dilakukan sengaja oleh Megawati yang tidak ingin bersalaman dengan Surya Paloh. Beberapa juga mengaku miris melihat AHY yang uluran tangannya tak direspon oleh Megawati.

“Negarawan harus kayak gini. Bang surya yang sabar ya!!!’ Tuhan mboten sare. Krue seumangat,” tulis @ghanieirfan. Politikus PDI P Puan Maharani ditetapkan sebagai Ketua DPR periode 2019 2024 dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Dengan demikian, Puan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR.

Dalam rapat paripurna, Puan dilantik menjadi ketua DPR bersama empat Wakil Ketua DPR, yaitu Aziz Syamsuddin dari Fraksi Golkar, Rachmat Gobel dari Fraksi Nasdem, Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra, dan Muhaimin Iskandar dari Fraksi PKB. Perjalanan Puan menjadi Ketua DPR berawal saat ia mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 2024. Putri dari Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri ini maju sebagai caleg untuk dapil Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta.

Suara terbanyak Pada Pileg 2019, pertarungan di Dapil Jawa Tengah V cukup ketat. Mayoritas pemenang di Jateng V adalah caleg dari PDI P. Puan yang merupakan mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini meraih suara terbanyak dengan perolehan mencapai 404.034 suara.

Berdasarkan hasil tersebut, Puan disebut sebut akan menempati posisi ketua DPR. Terlebih, PDI P meraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 serta meraih kursi terbanyak di DPR periode 2019 2014, yaitu sebanyak 128 kursi. Setelah memperoleh suara terbanyak, Puan tak lupa meminta restu kepada ibunya yang juga Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri.

Hal itu diceritakan Megawati ketika berpidato dalam acara Kongres V PDIP di Bali, Sabtu (10/8/2019). "Mbak Puan sudah bolak balik tanya, nanti saya ini ditugasi ke legislatif atau ke eksekutif?" kata Mega. Kepada Puan, Megawati hanya menjawab singkat.

Ia meminta Puan bersabar menunggu keputusannya mengingatkan posisi di kursi legislatif maupun eksekutif sama sama baik. "Ya ntar saja tunggu, (legislatif dan eksekutif) sama sama penting," ujar Mega. Pada akhirnya, Megawati memberikan restu kepada Puan untuk menjabat sebagai Ketua DPR periode 2019 2024.

Megawati ikut menghadiri prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah, Selasa (1/10/2019) malam. Megawati tampak didampingi oleh politikus PDI P Pramono Anung dan Sekretaris Jenderal PDI P Hasto Kristiyanto. Beberapa jam sebelum dilantik menjadi ketua DPR, Puan mengatakan bakal menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR.

"Yang pasti nantinya ini akan pecah telur baru ada perempuan pertama setelah 74 tahun ketua DPR," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Puan mengatakan, ingin menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia dalam dunia politik. Menurut dia, politik bukan suatu hal yang tabu melainkan dinamika yang terus berkembang sehingga dapat menghasilkan perempuan yang berguna bagi bangsa dan negara.

"Politik itu dinamikanya berkembang, dinamikanya sangat dinamis namun ternyata bisa juga menghasilkan perempuan perempuan yang nantinya bisa membawa manfaat bagi Indonesia," ujar Puan.

Baca Lainnya

BMKG: Peringatan Dini Wilayah Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini Senin 22 Juli 2019, Termasuk Jabar

Ristia Afifah

Menhub Sanjung Profesi Pengemudi Angkutan Jalan

Ristia Afifah

Kominfo Klaim Ada 30 Kabar Hoaks Selama Rusuh 22 Mei

Ristia Afifah

Akun Twitter Atas Nama Kwik Kian Gie Komentari E Sports Dan Situng KPU, Anak Jokowi: Ini Beneran?

Ristia Afifah

Anggota DPD yang Tampil Sederhana Saat Pelantikan Bukan Orang Sembarangan Siapa Angelo Wake Kako

Ristia Afifah

KPK Periksa Tenaga Ahli Politisi PAN Terkait Suap Dana Perimbangan Pegunungan Arfak Papua

Ristia Afifah

Hari Ini dalam Sejarah: 23 Agustus 1949, Dimulainya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda

Ristia Afifah

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga Level Berbahaya Berlaku 24 27 Mei 2019

Ristia Afifah

Simak Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besar Selasa (23/7/2019) Bengkulu Cerah Berawan Sepanjang Hari

Ristia Afifah

Tiga Saksi Pastikan Ratna Sarumpaet Operasi Facelift di RS Khusus Bedah Bina Estetika

Ristia Afifah

Tanggapi Karni Ilyas Cuti dari ILC, Fadli Zon: Kelihatannya Ada Tekanan Luar Biasa

Ristia Afifah

Dukung Usulan Kapolri, Komisi III: Sejak Awal Berdiri KPK Ada Unsur Polri dan Kejaksaan

Ristia Afifah

Leave a Comment