32 C
Jakarta
Saturday, Jul 11, 2020
Image default
Sains

Belum atau Tidak Berniat Baca Cerita KKN di Desa Penari? Bisa Jadi karena Anda Memiliki IQ Tinggi

KKN di Desa Penari beberapa hari belakangan kerap diperbincangkan oleh warganet. Laman Facebook, Twitter, dan media media online pun diisi pembahasan mengenai kisah ini. Namun, seperti dilihat di kolom komentar Facebook untuk artikel Kompas.com mengenainya, masih ada orang orang yang belum dan mungkin tidak berminat membacanya.

Bila Anda termasuk salah satunya, tidak perlu berkecil hati karena ketidakmauan Anda untuk baca cerita horor yang sedang tren ini bisa jadi pertanda Anda punya IQ tinggi. Pasalnya, ada sebuah penelitian dalam jurnal Evolution and Human Behavior pada 2015 yang menemukan bahwa sikap non konformis adalah pertanda IQ tinggi. Menurut temuan tersebut, orang orang dengan IQ tinggi tidak membuat keputusan dengan mengikuti orang lain. Akan tetapi, bila mereka memutuskan untuk mengikuti mayoritas, itu dilakukan dengan lebih strategis.

"Dengan kata lain, orang orang pintar biasanya membuat jalannya sendiri karena mereka pikir mereka punya jawaban yang benar. Tapi ketika mereka tidak yakin, mereka lebih mau daripada orang orang dengan IQ biasa untuk mengikuti mayoritas," ungkap penelitian, seperti dilansir dari siaran persnya, 28 Juli 2015. Para peneliti dari University of British Columbia (UBC) mendapatkan hasil tersebut setelah melakukan eksperimen mengenai informasi sosial atau informasi yang kita dapat dari orang lain terhadap 101 orang. Dalam eksperimen ini, para partisipan diminta untuk membandingkan panjang berbagai garis.

Namun, sebelum menjawab, mereka diberi tahu jawaban partisipan lain. Mayoritas partisipan memutuskan dengan mengikuti pilihan mayoritas, apalagi bila pilihannya semakin banyak dan mereka semakin bingung. Namun, tidak dengan orang orang yang ber IQ lebih tinggi. Mereka lebih yakin dengan jawaban mereka sendiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh jawaban orang lain.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil temuan mereka bukan ingin mengatakan bahwa mengikuti mayoritas, atau dalam kasus ini ikut ikutan membaca KKN di Desa Penari karena sedang tren, adalah hal yang buruk. Malah, menurut pemimpin studi Michael Muthukrishna yang mendapat gelar PhD dari departemen psikologi UBC dan kini mengajar di London School of Economics, konformitas atau mengikuti mayoritas bisa jadi hal baik. "Manusia itu konformis dan itu adalah sesuatu yang baik untuk evolusi kultural. Dengan menjadi seorang konformis, kita meniru hal hal yang populer di dunia dan hal hal itu biasanya baik dan berguna," ujarnya.

Sebagai contoh, mayoritas orang tidak benar benar mengerti bagaimana kuman bisa menyebabkan penyakit, tetapi mereka tetap cuci tangan setelah buang air karena itu baik untuk kesehatan. Muthukrishna mengatakan, seluruh dunia kita terdiri dari hal hal yang kita lakukan karena baik untuk kita, tetapi kita tidak tahu alasannya. "Kita tidak perlu tahu alasannya, kita hanya perlu tahu bahwa orang lain juga melakukannya," katanya.

Baca Lainnya

BESOK, Gerhana Matahari Total Terjadi, Ini Link Live Streaming Nonton Detik Detik Gerhana

Ristia Afifah

5 Fenomena Gerhana Matahari Total yang Pernah Terjadi di Indonesia, Tahun 1983 Paling Mencekam

Ristia Afifah

VIDEO Rezky Aditya Kesulitan Cium Citra Kirana Setelah Halal Jadi Suami Apa Masalahnya

Ristia Afifah

Jadi Istri Tunggal, Jennifer Dunn Kini Pede Pamer Kemesraan Bareng Faisal Harris: Luar Biasa !

Ristia Afifah

Kabar Potensi Tsunami di Selatan Jawa Viral, Fakta dari BMKG Hingga BNPB Bagi Rumus Menghadapinya

Ristia Afifah

Ini Tahapan & Gejala Infeksinya Penyakit Menular Seksual Sifilis

Ristia Afifah

Berikut Fakta Unggas Satu Ini Bebek Dijadikan Google Doodle dalam Peringatan Hari Ibu

Ristia Afifah

Mulai Waktu Datangnya hingga Tembat Sambarannya Mitos-mitos Tentang Petir & Faktanya

Ristia Afifah

Sang Novelis & Ibu Sutradara Film Despicable Me NH Dini Jadi Google Doodle di Hari Kabisat

Ristia Afifah

7 M Ashera Bisa Sampai Rp 1 12 Jenis Kucing Paling Mahal di Dunia

Ristia Afifah

Cerita Montir Bengkel Tak Lulus SD Bikin Pesawat & Bisa Terbang Sejauh 20 Meter di Pantai Langga

Ristia Afifah

Ini 12 Fenomena Langit Indonesia di Bulan Desember Dari Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

Ristia Afifah

Leave a Comment