27 C
Jakarta
Friday, Jan 24, 2020
Image default
Nasional

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menegaskan, jika Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa negeri ini darurat narkoba, maka harus ada implementasi dan tindak lanjutnya. Menurutnya, pernyataan itu bukan hanya retorika saja, tapi darurat narkoba harus ada komitmen dari Presiden dan implementasi dari perkataan tersebut. Bandar narkoba tidak boleh lagi mendapat ruang untuk mengedarkan narkoba di seluruh wilayah Indonesia. “Bandar narkoba itu mendekati aparat dan memberikan uang kepada oknum oknum aparat, agar bisnis mereka aman dan bisa dijaga. Oleh karena itu, butuh komitmen Presiden. Jangan hanya retorika saja, implementasinya tidak tampak di lapangan,” ujar Nasir usai mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi III DPR RI dengan Kapolda Sumut, Kajati Sumut, Kanwil Kemenkumham Sumut, dan BNNP Sumut, di Mapolda Sumut, Sabtu (31/8/2019).

Diketahui, beberapa bulan lalu BNNP Sumut berhasil mengungkap keterlibatan napi Lapas Tanjung Gusta Medan dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Napi tersebut bernama Khairul Arifin Hasibuan alias Dedek Kunto yang sudah divonis 8 tahun penjara. Dalam kasus ini Khairul melakukan pengendalian peredaran narkoba melalui telpon seluler yang diselundupkannya ke dalam lapas. Menanggapi hal tersebut, Nasir mengakui cukup sulit untuk memberantas total peredaran narkoba di Indonesia, karena omset dari peredaran narkoba yang menggiurkan, bahkan mencapai jumlah triliunan rupiah.

Politisi F PKS itu melihat banyak pihak yang mendekati oknum penegak hukum untuk melindungi bisnis haram tersebut. Menurutnya mafia narkoba uangnya sangat banyak, sehingga bisa menyuap siapa saja yang menghalangi. “Butuh formulasi khusus untuk menangani narkoba. Oleh karena itu Pemerintah terutama BNN harus melibatkan semua pihak dan pintu pintu yang selama ini menjadi tempat masuknya narkoba tersebut, harus ditutup rapat. Jika mereka datang dari laut, maka Angkatan Laut juga harus diberdayakan, sarana dan prasarana mereka harus ditingkatkan. Kesejahteraan mereka juga harus ditingkatkan, karena para mafia narkoba tidak punya batasan uang,” ujar Nasir.

Baca Lainnya

Politisi PAN Angkat Bicara Gibran Maju di Pilkada Solo

Ristia Afifah

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga Level Berbahaya Berlaku 24 27 Mei 2019

Ristia Afifah

Simak Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besar Selasa (23/7/2019) Bengkulu Cerah Berawan Sepanjang Hari

Ristia Afifah

Pekanbaru Hujan Petir di Siang Hari Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Besok Minggu 24 November 2019

Ristia Afifah

Urakan Itu Anti Teori Sujiwo Tejo Sebut BUMN Butuh Sosok Urakan buat Hadapi Mafia Migas

Ristia Afifah

Anggota DPD yang Tampil Sederhana Saat Pelantikan Bukan Orang Sembarangan Siapa Angelo Wake Kako

Ristia Afifah

Kata Pakar Militer soal Posisi Wakil Panglima TNI

Ristia Afifah

Polisi Sebut Telah Periksa 73 Saksi & 7 Kali Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Terungkap

Ristia Afifah

NTT Bangga Sudah Mulai Merdeka Sinyal

Ristia Afifah

Cek Persyaratanya 1817 Formasi Dibutuhkan Provinsi Jawa Timur dalam CPNS 2019

Ristia Afifah

Merasa Ditipu, Massa Pengunjuk Rasa di Jayapura Tidak Mau Lagi Ikut Aksi Demonstrasi

Ristia Afifah

Bagi-bagi sama Wapres Tak Penuhi Undangan Hari Antikorupsi Sedunia KPK Jokowi Pilih Datangi SMK 57

Ristia Afifah

Leave a Comment