30.2 C
Jakarta
Thursday, Jun 4, 2020
Image default
Nasional

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menegaskan, jika Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa negeri ini darurat narkoba, maka harus ada implementasi dan tindak lanjutnya. Menurutnya, pernyataan itu bukan hanya retorika saja, tapi darurat narkoba harus ada komitmen dari Presiden dan implementasi dari perkataan tersebut. Bandar narkoba tidak boleh lagi mendapat ruang untuk mengedarkan narkoba di seluruh wilayah Indonesia. “Bandar narkoba itu mendekati aparat dan memberikan uang kepada oknum oknum aparat, agar bisnis mereka aman dan bisa dijaga. Oleh karena itu, butuh komitmen Presiden. Jangan hanya retorika saja, implementasinya tidak tampak di lapangan,” ujar Nasir usai mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi III DPR RI dengan Kapolda Sumut, Kajati Sumut, Kanwil Kemenkumham Sumut, dan BNNP Sumut, di Mapolda Sumut, Sabtu (31/8/2019).

Diketahui, beberapa bulan lalu BNNP Sumut berhasil mengungkap keterlibatan napi Lapas Tanjung Gusta Medan dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Napi tersebut bernama Khairul Arifin Hasibuan alias Dedek Kunto yang sudah divonis 8 tahun penjara. Dalam kasus ini Khairul melakukan pengendalian peredaran narkoba melalui telpon seluler yang diselundupkannya ke dalam lapas. Menanggapi hal tersebut, Nasir mengakui cukup sulit untuk memberantas total peredaran narkoba di Indonesia, karena omset dari peredaran narkoba yang menggiurkan, bahkan mencapai jumlah triliunan rupiah.

Politisi F PKS itu melihat banyak pihak yang mendekati oknum penegak hukum untuk melindungi bisnis haram tersebut. Menurutnya mafia narkoba uangnya sangat banyak, sehingga bisa menyuap siapa saja yang menghalangi. “Butuh formulasi khusus untuk menangani narkoba. Oleh karena itu Pemerintah terutama BNN harus melibatkan semua pihak dan pintu pintu yang selama ini menjadi tempat masuknya narkoba tersebut, harus ditutup rapat. Jika mereka datang dari laut, maka Angkatan Laut juga harus diberdayakan, sarana dan prasarana mereka harus ditingkatkan. Kesejahteraan mereka juga harus ditingkatkan, karena para mafia narkoba tidak punya batasan uang,” ujar Nasir.

Baca Lainnya

Nama Pelamar yang Lolos Diumumkan 27 Desember Hari Terakhir Masa Sanggah CPNS Kemenag 2019 via SSCN

Ristia Afifah

Yasonna Laoly Tepis Tudingan Buang Badan Copot Ronny Sompie dari Dirjen Imigrasi

Ristia Afifah

Ada MasterChef Indonesia di RCTI & Film I.T. di Trans TV Jadwal TV Hari Ini Sabtu (1/2/2020)

Ristia Afifah

Hasil Investigasi TGPF: Serangan Tidak untuk Bunuh Novel tapi Membuatnya Menderita

Ristia Afifah

Negara Lain Nggak Mikir Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS Kenapa Kita wajib Mikir Pengamat Intelijen

Ristia Afifah

Merasa Ditipu, Massa Pengunjuk Rasa di Jayapura Tidak Mau Lagi Ikut Aksi Demonstrasi

Ristia Afifah

dan Rudiantara Jadi Bos BUMN Dinilai Sebagai Pemberdayaan Lanjutan Jonan Penunjukan Susi

Ristia Afifah

KPK Periksa Tenaga Ahli Politisi PAN Terkait Suap Dana Perimbangan Pegunungan Arfak Papua

Ristia Afifah

Mantan Ketua PB PGRI Sebut Mayoritas Guru & Kepala Sekolah Setuju UN Dihapus

Ristia Afifah

Meutya Hafid Akan Panggil Menteri Baru Termasuk Prabowo Didapuk Jadi Ketua Komisi I DPR RI

Ristia Afifah

Ketua DPR Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Ristia Afifah

Para Pendaftar Masih ‘Wait and See’ 3 Juta Pendaftar CPNS 2019 Hanya Mendaftarkan Akun 2

Ristia Afifah

Leave a Comment