32.9 C
Jakarta
Tuesday, Oct 15, 2019
Image default
Nasional

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menegaskan, jika Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa negeri ini darurat narkoba, maka harus ada implementasi dan tindak lanjutnya. Menurutnya, pernyataan itu bukan hanya retorika saja, tapi darurat narkoba harus ada komitmen dari Presiden dan implementasi dari perkataan tersebut. Bandar narkoba tidak boleh lagi mendapat ruang untuk mengedarkan narkoba di seluruh wilayah Indonesia. “Bandar narkoba itu mendekati aparat dan memberikan uang kepada oknum oknum aparat, agar bisnis mereka aman dan bisa dijaga. Oleh karena itu, butuh komitmen Presiden. Jangan hanya retorika saja, implementasinya tidak tampak di lapangan,” ujar Nasir usai mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi III DPR RI dengan Kapolda Sumut, Kajati Sumut, Kanwil Kemenkumham Sumut, dan BNNP Sumut, di Mapolda Sumut, Sabtu (31/8/2019).

Diketahui, beberapa bulan lalu BNNP Sumut berhasil mengungkap keterlibatan napi Lapas Tanjung Gusta Medan dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Napi tersebut bernama Khairul Arifin Hasibuan alias Dedek Kunto yang sudah divonis 8 tahun penjara. Dalam kasus ini Khairul melakukan pengendalian peredaran narkoba melalui telpon seluler yang diselundupkannya ke dalam lapas. Menanggapi hal tersebut, Nasir mengakui cukup sulit untuk memberantas total peredaran narkoba di Indonesia, karena omset dari peredaran narkoba yang menggiurkan, bahkan mencapai jumlah triliunan rupiah.

Politisi F PKS itu melihat banyak pihak yang mendekati oknum penegak hukum untuk melindungi bisnis haram tersebut. Menurutnya mafia narkoba uangnya sangat banyak, sehingga bisa menyuap siapa saja yang menghalangi. “Butuh formulasi khusus untuk menangani narkoba. Oleh karena itu Pemerintah terutama BNN harus melibatkan semua pihak dan pintu pintu yang selama ini menjadi tempat masuknya narkoba tersebut, harus ditutup rapat. Jika mereka datang dari laut, maka Angkatan Laut juga harus diberdayakan, sarana dan prasarana mereka harus ditingkatkan. Kesejahteraan mereka juga harus ditingkatkan, karena para mafia narkoba tidak punya batasan uang,” ujar Nasir.

Baca Lainnya

Tiga Saksi Pastikan Ratna Sarumpaet Operasi Facelift di RS Khusus Bedah Bina Estetika

Ristia Afifah

ICMI Berkomitmen Jaga Keutuhan NKRI Pasca Pilpres

Ristia Afifah

NTT Bangga Sudah Mulai Merdeka Sinyal

Ristia Afifah

Hasil Investigasi TGPF: Serangan Tidak untuk Bunuh Novel tapi Membuatnya Menderita

Ristia Afifah

Peringatan Dini BMKG Besok Minggu 4 Agustus 2019: Waspada Wilayah Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Ristia Afifah

‎Pesan Jokowi untuk 781 Perwira TNI dan Polri: Jangan Pernah Kecewakan Orang Tua dan Bangsa

Ristia Afifah

Mardani Ali Sera Komentari Sosok yang Masuk Kakbah Demi Elektabilitas, Cak Lontong: Kebacut

Ristia Afifah

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga Level Berbahaya Berlaku 24-27 Mei 2019

Ristia Afifah

Diduga Selama 2 Jam Setnov ‘Mengadali’ Petugas Pengawal di Rumah Sakit

Ristia Afifah

Wiranto Tak Mau Berandai-andai Kembali Menjadi Menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

Ristia Afifah

Jokowi Ingin PKH Bermanfaat untuk Peningkatan Gizi Anak

Ristia Afifah

14 Anggota DPRD Jambi Kembalikan Uang Rp 4,37 Miliar Kepada KPK Terkait Suap Ketuk Palu APBD

Ristia Afifah

Leave a Comment