28.5 C
Jakarta
Saturday, Aug 8, 2020
Image default
Travel

Deretan Fakta Unik Jepang Dan Mitos Angka Yang Dianggap Pertanda Buruk

Beberapa fakta unik Jepang tentu sudah familiar tentang budaya hingga pesona bunga sakura. Fakta unik Jepang yang diulas kali ini tentang pemberian hadiah. Memberikan hadiah di Jepang merupakan hal wajar yang dilakukan antar teman, pasangan kekasih, maupun pasangan suami istri.

Namun perlu kamu tahu jika di Jepang dilarang memberikan hadiah yang memiliki dua angka, yaitu "4" dan "9". Memberikan hadiah yang mengandung kedua angka tersebut jelas dilarang di Jepang. Sebagian besar masyarakat Jepang percaya dengan takhayul terkait angka tersebut.

Dilansir dari laman jpninfo.com, kedua angka itu memberikan pertanda buruk yang dilarang untuk diberikan ke orang lain. Angka 4 di Jepang atau dibaca dengan "shi" yang berasal dari kata "shinu" memiliki arti kematian. Sedangkan angka 9 atau dibaca dengan "ku" yang berasal dari kata "kurushi" memiliki arti penderitaan.

Beberapa orang juga beranggapan jika kedua angka tersebut bisa menandakan sebuah kesialan. Tak hanya itu saja, kebanyakan di negara lain ketika ada kucing hitam melintas dianggap sebagai adanya kesialan, hal ini tidak berlaku di Jepang. Di Jepang, ketika ada kucing hitam melintas justru dianggap sebagai pembawa keburuntungan atau nasib naik.

Adanya fakta unik Jepang terkait dua angka tersebut dan adanya kucing hitam yang melintas berasal dari kepercayaan kuno yang masih kental. Simak juga beberapa fakta unik Jepang berikut ini yang dihimpun dari laman unbelievable fact.com: Jepang memiliki kekhawatiran terharap penurunan populasi masyarakat.

Mayoritas penduduknya semakin tua dan bahkan beberapa di antarnya sudah sangat tua. Hal ini memicu terjadinya penurunan populasi penduduk Jepang secara drastis. Penurunan jumlah populasi di Jepang bahkan mencapai lebih dari satu juta.

Jadi pemerintah Jepang mengatur layanan kencan secara cepat dengan tujuan supaya warganya segera menikah. Inisiatif kencan kilat oleh pemerintah bertujuan mendekatkan para lajang untuk menemukan pasangan yang cocok, menikah, dan punya bayi. Banyak orang Jepang memilih mengadopsi anak laki laki dewasa yang berada dalam kelompok usia 20 30 tahun dibanding bayi.

Hal ini perlu dilakukan untuk meneruskan ahli waris dalam keluarga. Apabila orang Jepang tidak memiliki ahli waris, mereka akan segera mengadopsi anak laki laki yang berada di kisaran usia 20 30 tahun. Bahkan, ada juga yang sengaja menikahkan anak perempuannya dengan laki laki keponakannya untuk menjaga bisnis keluarga tetap berjalan.

Sejumlah besar penduduk Jepang sering menggunakan masker muka di mana pun mereka berada. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, mereka melakukannya untuk menghindari komukikasi dan interaksi dengan orang asing. Tak hanya itu, sejumlah wanita juga sering menggunakan masker wajah karena malas menggunakan make up.

Jadi masker wajah ini cukup populer di Jepang untuk semua kalangan usia. Hikikomori merupakan suatu fenomena di kalangan remaja yang cenderung membatasi diri dari kehidupan sosial. Mereka membatasi diri untuk tidak melakukan interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

Biasanya orang yang dikenal sebagai Hikikomori lebih senang mengurung diri di dalam kamar dan hanya mengandalkan orang tua untuk merawat mereka. Ada dua alasan orang di Jepang menjadi Hikikomori, yaitu karena tekanan ekspektasi yang ekstrem dari orang tua dan takut gagal. Mayoritas penduduk Jepang senang bekerja berlebihan tanpa mempedulikan waktu.

Keadaan tersebut menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah kematian di Jepang karena kelelahan. Tak hanya itu, ada juga penduduk Jepang yang secara sengaja bunuh diri karena terlalu banyak tekanan dalam pekerjaan. Jika semua orang tua berusaha membuat bayi tertawa, berbeda dengan kontes yang satu ini.

Di Jepang memiliki sebuah kontes menarik sekaligus unik bernama Baby Crying Sumo Festival. Kontes unik ini hanya dilakukan oleh pegulat dengan menggenong bayi dan berlomba untuk membuatnya menangis. Menangiskan bayi dipercaya mempermudah membuatnya semakin gemuyk dan diyakini bisa mengusir roh jahat.

Kontes ini dilakukan setahun sekali di Kuil Sensoji, Tokyo, Jepang. Wanita dengan gigi bengkok alias gingsul dianggap lebih menarik di Jepang. Bahkan, banyak wanita Jepang yang memiliki gigi normal dan rapi sengaja pergi ke dokter gigi untuk membuatnya bengkok atau gingsul.

Hal ini dikarenakan banyak pria di Jepang menyukai wanita yang memiliki gigi bengkok atau gingsul karena dianggap lebih lucu.

Baca Lainnya

7 Tempat Wisata Murah yang Populer di Jakarta Selatan

Ristia Afifah

6 Juta 10 Restoran Paling Mahal di Paris Harga Menu Makanannya Rp 7 Apa Istimewanya

Ristia Afifah

Simak 4 Rekomendasi Agen Umrah dengan Paket Termurah Awal Tahun 2020 Persiapan Sebelum Umrah

Ristia Afifah

16 Tempat Wisata di Jawa Tengah yang Ditutup Sementara buat Cegah Virus Corona

Ristia Afifah

6 Inovasi Makanan Paling Unik di Dunia, di Antaranya Donat yang Dapat Bersinar dalam Gelap

Ristia Afifah

Rekomendasi 7 Tempat Makan Legendaris di Pekalongan yang Cocok untuk Sarapan

Ristia Afifah

Satu Negara Paling Tertutup di Dunia yang Dipimpin Kim Jong Un 40 Fakta Unik Korea Utara

Ristia Afifah

Ini 7 Kafe Instagramable yang Bisa Dikunjungi Liburan menuju Bandung

Ristia Afifah

Liburan Akhir Pekan di Bromo, Coba Wisata Naik Balon Udara

Ristia Afifah

Tiket Murah ke Singapura dari Jakarta, Tarifnya Mulai Rp 500 Ribuan

Ristia Afifah

Modal hanya Rp 6 Juta VIRAL Pasangan Pengantin Pilih Bulan Madu Tour menuju Jawa-Bali Pakai Sepeda Motor

Ristia Afifah

4 Tips Berfoto di Hutan Pinus, Usahakan Datang Lebih Pagi untuk Dapatkan Foto Instagramable

Ristia Afifah

Leave a Comment