26.1 C
Jakarta
Friday, Jan 24, 2020
Image default
Travel

Deretan Fakta Unik Jepang Dan Mitos Angka Yang Dianggap Pertanda Buruk

Beberapa fakta unik Jepang tentu sudah familiar tentang budaya hingga pesona bunga sakura. Fakta unik Jepang yang diulas kali ini tentang pemberian hadiah. Memberikan hadiah di Jepang merupakan hal wajar yang dilakukan antar teman, pasangan kekasih, maupun pasangan suami istri.

Namun perlu kamu tahu jika di Jepang dilarang memberikan hadiah yang memiliki dua angka, yaitu "4" dan "9". Memberikan hadiah yang mengandung kedua angka tersebut jelas dilarang di Jepang. Sebagian besar masyarakat Jepang percaya dengan takhayul terkait angka tersebut.

Dilansir dari laman jpninfo.com, kedua angka itu memberikan pertanda buruk yang dilarang untuk diberikan ke orang lain. Angka 4 di Jepang atau dibaca dengan "shi" yang berasal dari kata "shinu" memiliki arti kematian. Sedangkan angka 9 atau dibaca dengan "ku" yang berasal dari kata "kurushi" memiliki arti penderitaan.

Beberapa orang juga beranggapan jika kedua angka tersebut bisa menandakan sebuah kesialan. Tak hanya itu saja, kebanyakan di negara lain ketika ada kucing hitam melintas dianggap sebagai adanya kesialan, hal ini tidak berlaku di Jepang. Di Jepang, ketika ada kucing hitam melintas justru dianggap sebagai pembawa keburuntungan atau nasib naik.

Adanya fakta unik Jepang terkait dua angka tersebut dan adanya kucing hitam yang melintas berasal dari kepercayaan kuno yang masih kental. Simak juga beberapa fakta unik Jepang berikut ini yang dihimpun dari laman unbelievable fact.com: Jepang memiliki kekhawatiran terharap penurunan populasi masyarakat.

Mayoritas penduduknya semakin tua dan bahkan beberapa di antarnya sudah sangat tua. Hal ini memicu terjadinya penurunan populasi penduduk Jepang secara drastis. Penurunan jumlah populasi di Jepang bahkan mencapai lebih dari satu juta.

Jadi pemerintah Jepang mengatur layanan kencan secara cepat dengan tujuan supaya warganya segera menikah. Inisiatif kencan kilat oleh pemerintah bertujuan mendekatkan para lajang untuk menemukan pasangan yang cocok, menikah, dan punya bayi. Banyak orang Jepang memilih mengadopsi anak laki laki dewasa yang berada dalam kelompok usia 20 30 tahun dibanding bayi.

Hal ini perlu dilakukan untuk meneruskan ahli waris dalam keluarga. Apabila orang Jepang tidak memiliki ahli waris, mereka akan segera mengadopsi anak laki laki yang berada di kisaran usia 20 30 tahun. Bahkan, ada juga yang sengaja menikahkan anak perempuannya dengan laki laki keponakannya untuk menjaga bisnis keluarga tetap berjalan.

Sejumlah besar penduduk Jepang sering menggunakan masker muka di mana pun mereka berada. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, mereka melakukannya untuk menghindari komukikasi dan interaksi dengan orang asing. Tak hanya itu, sejumlah wanita juga sering menggunakan masker wajah karena malas menggunakan make up.

Jadi masker wajah ini cukup populer di Jepang untuk semua kalangan usia. Hikikomori merupakan suatu fenomena di kalangan remaja yang cenderung membatasi diri dari kehidupan sosial. Mereka membatasi diri untuk tidak melakukan interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

Biasanya orang yang dikenal sebagai Hikikomori lebih senang mengurung diri di dalam kamar dan hanya mengandalkan orang tua untuk merawat mereka. Ada dua alasan orang di Jepang menjadi Hikikomori, yaitu karena tekanan ekspektasi yang ekstrem dari orang tua dan takut gagal. Mayoritas penduduk Jepang senang bekerja berlebihan tanpa mempedulikan waktu.

Keadaan tersebut menjadi penyebab utama meningkatnya jumlah kematian di Jepang karena kelelahan. Tak hanya itu, ada juga penduduk Jepang yang secara sengaja bunuh diri karena terlalu banyak tekanan dalam pekerjaan. Jika semua orang tua berusaha membuat bayi tertawa, berbeda dengan kontes yang satu ini.

Di Jepang memiliki sebuah kontes menarik sekaligus unik bernama Baby Crying Sumo Festival. Kontes unik ini hanya dilakukan oleh pegulat dengan menggenong bayi dan berlomba untuk membuatnya menangis. Menangiskan bayi dipercaya mempermudah membuatnya semakin gemuyk dan diyakini bisa mengusir roh jahat.

Kontes ini dilakukan setahun sekali di Kuil Sensoji, Tokyo, Jepang. Wanita dengan gigi bengkok alias gingsul dianggap lebih menarik di Jepang. Bahkan, banyak wanita Jepang yang memiliki gigi normal dan rapi sengaja pergi ke dokter gigi untuk membuatnya bengkok atau gingsul.

Hal ini dikarenakan banyak pria di Jepang menyukai wanita yang memiliki gigi bengkok atau gingsul karena dianggap lebih lucu.

Baca Lainnya

Kelakuan Dua Turis Kendarai Motor Ini Buat Geram Warga Bali Viral di Medsos

Ristia Afifah

Ini 8 Aturan Penampilan yang Wajib Diikuti Tak Mudah Jadi Pramugari

Ristia Afifah

Tak Hanya Pasar Tanah Abang, Ini 7 Tempat Belanja Baju Lebaran Murah di Jakarta

Ristia Afifah

Bagaimana Cara Mengetahui Maskapai yang Aman dan Punya Reputasi Baik di Dunia Penerbangan?

Ristia Afifah

12 Fakta Moldova, Negara Termiskin dan Jarang Dikunjungi di Eropa

Ristia Afifah

Trik Bikin Menjaga Kantong Tidak Bolong Saat Pelesir di Luar Negeri

Ristia Afifah

Tiket Murah menuju Hong Kong di Bawah Rp 1 Juta buat Sekali Penerbangan hendak

Ristia Afifah

5 Misteri Penerbangan Teraneh Sepanjang Sejarah Manusia

Ristia Afifah

Rekomendasi 5 Tempat Makan Enak Murah di Jakarta untuk Sahur

Ristia Afifah

5 Hal yang Bisa Dilakukan di Bangkok Saat Malam Hari, Kunjungi Pasar Malam Bisa Jadi Pilihan

Ristia Afifah

Simak 4 Rekomendasi Agen Umrah dengan Paket Termurah Awal Tahun 2020 Persiapan Sebelum Umrah

Ristia Afifah

Bukan Amerika Serikat, Ternyata 7 Negara Ini yang Bisa Ditempuh Selama 8 Jam Penerbangan

Ristia Afifah

Leave a Comment