30.2 C
Jakarta
Monday, Mar 30, 2020
Image default
Pendidikan

Didik Mukrianto Bahas Kedudukan KPK di Sistem Ketatanegaraan Sidang Doktor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), secara spesifik berhubungan dengan penegakan hukum antikorupsi, memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mencapai tujuan negara hukum (rechtsstaat) itu sendiri. Terlebih, secara konstitusional pentingnya kedudukan KPK dalam negara hukum tidak dapat terbantahkan, meskipun keberadaannya tidak dicantumkan dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945. "Namun pentingnya KPK sangat jelas dan tidak dapat diingkari. Karena, proses pembentukannya sudah melalui serangkaian proses politik dan reformasi hukum baik perubahan UUD dan reformasi hukum antikorupsi maupun memperkuat negara hukum," kata Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Didik Mukrianto saat menyampaikan ringkasan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum, di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2019).

"Bahkan, KPK juga diberikan wewenang yang sangat besar oleh Undang Undang dalam melakukan pemberantasan dan pencegahan korupsi," tambahnya. Pun demikian, Didik juga memaparkan terkait dengan kedudukan KPK memiliki karismatik yang kuat dan unik dalam struktur ketatanegaraan Indonesia, meski sebagai institusi penegak hukum, namun berada terpisah dari rezim kekuasaan kehakiman, dan masuk dalam ranah/rumpun eksekutif "KPK adalah lembaga negara yang independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif," paparnya.

Dalam kesempatannya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Rugby ini juga memaparkan setidaknya, ada tujuh poin penting dalam rangka menjawab kenapa KPK ditempatkan sebagai lembaga independen dan bebas dari kekuasaan manapun dalam menjalankan tugas dan kewenanganya. Pertama, sambung dia, pemberantasan dan pencegahan sangat penting dalam negara hukum di Indonesia jika melihat ke belakang mengenai dampak yang ditimbulkan terhadap kerugian keuangan negara dan perekonomian negara yang berantakan terkait kondisi keuangan negara. "Kedua, atas dasar pentingnya pemberantasan dan pencegahan korupsi, KPK diberikan wewenang yang besar yaitu gabungan wewenang kepolisian dan kejaksaan," paparnya.

Selanjutnya, ketiga, sebagaimana kekuasaan kehakiman yang merdeka, KPK juga tidak berada di bawah kekuasaan Presiden maupun kekuasaan kehakiman, sehingga tugas yang dijalankannya tidak terpengaruh oleh kekuasaan manapun. "Keempat, secara kelembagaan, KPK juga tergolong unik. KPK memiliki tipe kelembagaan yang bersifat independen. Kelima, meski tanpa didasari oleh UUD pentingnya KPK secara konstitusional tidak dapat diabaikan." "Keenam, sudah menjadi pondasi konsep yang kuat mengenai negara hukum bahwa hukum melarang dan tidak boleh membiarkan korupsi tanpa diberantas dan dicegah. Terakhir, ketujuh, meski wewenangnya besar, pimpinan dan pegawai KPK dikekang atau dilarang hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang berperkara," pungkas Didik yang saat ini duduk sebagai anggota komisi III DPR RI itu.

Pada sidang terbukanya, Didik menerima gelar doktor dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.92 atau menjadi peserta sidang doktor yang meraih predikat Cum Laude.

Baca Lainnya

10 Perguruan Tinggi Masuk Daftar Kampus dengan Penelitian Terbaik di Indonesia

Ristia Afifah

Rektor Baru Ubaya, Benny Lianto Rencanakan 3 High Pola Pembelajaran

Ristia Afifah

Istana Tunjuk Komaruddin Hidayat Jadi Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia

Ristia Afifah

Nggak Harus Mahal, Program S2 Ilmu Komputer Kini Makin Diminati

Ristia Afifah

Global NAMA Foundation & Wafaa Gelar Program ‘Uni Here I Come’ buat Pelajar Indonesia

Ristia Afifah

Dibangun Jayaboard Dua Taman Kanak-kanak di Boyolali Kini Punya Gedung Sekolah Ramah Anak

Ristia Afifah

Terobosan Belajar Bahasa Inggris Secara Online & Metode Kampung Inggris

Ristia Afifah

Beda dengan 2018, Ini Syarat dan Panduan Pendaftaran TK, SD, SMP, SMA/SMK tahun 2019

Ristia Afifah

Kata Pakar Pendidikan Soal Program ‘Merdeka Belajar’ Usulan Nadiem Makarim di Masa Depan

Ristia Afifah

Ini Penjelasannya Niat Puasa Senin Kamis Jika Lupa Dibaca Sebelum Terbit Fajar Apakah Sah Puasanya

Ristia Afifah

BPPT & President University Sepakati Kerjasama Pengembangan Techno Park

Ristia Afifah

Unika Atma Jaya Kembali Gelar Social Entrepreneur Marketplace  

Ristia Afifah

Leave a Comment