32.9 C
Jakarta
Tuesday, Oct 15, 2019
Image default
Bisnis

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Mulai 1 Januari 2020, pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai dengan rata rata sekitar 23% dan menaikkan harga jual eceran atau harga banderol dengan rata rata sekitar 35%. Kenaikan tarif cukai rokok ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator terkait fungsi dari pungutan cukai hasil tembakau. Fungsi pengenaan cukai rokok adalah untuk pengendalian konsumsi rokok legal maupun ilegal, menjamin keberlangsungan industri dengan menjaga keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan saat ini terdapat situasi dimana terjadi peningkatan prevalensi perokok secara global dari 32,8% menjadi 33,8%. Perokok pada usia anak dan remaja juga mengalami peningkatan dari 7,2% menjadi 9,1%, demikian halnya untuk perokok perempuan dari 1,3% menjadi 4,8%. Akan tetapi, Heru menyadari bahwa sektor cukai rokok ini banyak keterkaitannya dengan sektor lainnya yaitu industri, tenaga kerja, dan petani baik petani tembakau maupun cengkeh.

Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan semua sektor di atasdalam mengambil kebijakan cukai hasil tembakau. Kata Heru kebijakan tarif cukai dan harga banderol tersebut telah mempertimbangkan beberapa hal, antara lain jenis hasil tembakau buatan mesin dan tangan, golongan pabrikan rokok besar, menengah, dan kecil. Kemudian jenis industri padat modal dan padat karya, asal bahan baku lokal dan impor.

Secara prinsip, besaran kenaikan tarif dan harga banderol dikenakan secara berjenjang dimana tarif dan harga banderol sigaret kretek tangan lebih rendah daripada sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin. “Untuk mengamankan kebijakan tersebut agar efektif di lapangan, pemerintah tetap dan terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan penindakan atas pelanggaran di bidang cukai,” kata Heru dalam keterangan rilisnya, Jumat (13/9/2019). Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga independen (UGM), dalam tiga tahun terakhir Bea dan Cukai berhasil menekan peredaran rokok ilegal dari 12,1% menjadi 7% di tahun 2018. Untuk tahun 2019 diperkirakan akan berhasil ditekan menjadi 3%.

Heru meramal dengan adanya kebijakan kenaikan cukai ini dimungkinkan akan berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal. Karena itu, kata dia perlu penguatan sinergi dengan TNI, Polri, PPATK, dan aparat penegak hukum lainnya dalam mencegah tumbuhnya kembali peredaran rokok ilegal. Menurutnya, penindakan di bidang cukai yang lebih intensif ini, selain diharapkan mampu menekan jumlah peredaran rokok ilegal di masyarakat juga dapat memberikan kepastian berusaha industri hasil tembakau.

Hal ini bisa mengindarkan masyarakat dari risiko mengkonsumsi barang kena cukai ilegal, dan mencegah potensi kebocoran penerimaan negara dari peredaran rokok ilegal. Catatan saja, fungsi dari pungutan cukai hasil tembakau adalah untuk pengendalian konsumsi rokok legal maupun ilegal, menjamin keberlangsungan industri dengan menjaga keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Baca Lainnya

Ombudsman: Blokir Ponsel Ilegal Hanya Selesaikan Masalah di Sektor Hilir, Tidak di Sektor Hulu

Ristia Afifah

Jasa Marga Klaim Pengguna Ruas Tol Trans Jawa Naik 226 Persen

Ristia Afifah

Wacana Penggabungan Produksi SKM dan SPM Dinilai Beratkan Industri Kecil

Ristia Afifah

Prudential dan Ovo Umumkan Kemitraan Strategis di Indonesia

Ristia Afifah

Kemenperin Dorong Industri Dorong Ketersedian Pasokan Menjelang dan Selama Lebaran

Ristia Afifah

TKI di Taiwan Diminta Pulang ke Indonesia, Bangun Usaha Waralaba

Ristia Afifah

Apresiasi Pengamen Kini Bisa Lewat GO-PAY

Ristia Afifah

Sekarang Saat Termudah untuk Membeli Rumah, Ini Alasannya

Ristia Afifah

Merintis Bisnis Batik Cirebon dari Bawah, Taty Sugiarti Punya Pelanggan Tetap Sampai Mancanegara

Ristia Afifah

Chitose Incar Laba Bersih Naik 55 Persen Jadi Rp 21 Miliar

Ristia Afifah

Makanan Beku Bersumber Produk Makanan Laut Ini Telah Diekspor ke AS Hingga Australia

Ristia Afifah

Komisi XI DPR Agendakan RDP Bersama OJK Akhir Bulan Ini

Ristia Afifah

Leave a Comment