32.9 C
Jakarta
Tuesday, Oct 15, 2019
Image default
Nasional

Hari Ini dalam Sejarah: 23 Agustus 1949, Dimulainya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda

<div id='LatarBelakang'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Usaha Belanda menggagalkan kemerdekaan Indonesia melaluipendekatan militermendapatkan kecaman keras dari masyarakat internasional. Belanda dan Indonesia kemudian melakukan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalahtersebut secara diplomatik.

Usaha diplomatik tersebut diantaranyaPerundinganLinggarjati, Perjanjian Renville, dan Perjanjian Roem Royen. Pada 28 Januari 1949, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memberikan resolusi yang mengecam serangan militer Belanda terhadap Indonesia. DK PBB juga memberikan seruan agar diadakan perundingan untuk menemukan solusi damai antara Belanda dengan Indonesia.

Hingga pada 11 Agustus 1949, dibentuk perwakilan Republik Indonesia untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. KMB diadakan di kota Den Haag, Belanda pada 23 Agustus 2 November 1949. ( ) <div id='Delegasi'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div>

KMB dihadiri oleh para delegasi perwakilan Republik Indonesia, perwakilan Belanda, dan Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) atau perwakilan negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Sultan Hamid II MrJohannes Henricus Van Marseveen

Thomas Kingston Critchley ( ) <div id='Tujuan'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> KMB dilakukanuntuk mengakhiri perselisihan antara Indonesia dan Belanda, khususnya mengenai pengakuan kedaulatan Belanda atas pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). ( )

Selain itu juga menyelesaikan perbedaan pendapat anatara Indonesia dengan Belanda diantaraya: Terdapat perdebatan antara Indonesia dengan Belanda. Indonesia menginginkan Uni Indonesia Belandabersifathanya sebagai kerja sama bebas tanpa adanya organisasi permanen,

Sedangkan Belanda menginginkan kerja sama yang luas dengan organisasi permanen yang luas. Indonesia hanya mengakui hutang – hutang Hindia Belanda sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang. Sebaliknya, Belanda berpendapat bahwa Indonesia harus mengambil alih semua kekayaan maupun hutang Hindia Belanda termasuk biaya perang kolonial terhadap Indonesia.( )

<div id='Hasil'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Hasil dariKMB diantaranya: <span>Penyerahan kekuasaan berlangsung di dua tempat yaitu Indonesia dan Belanda.</span>

<span>Penyerahan dan pengakuan kedaulatan tersebut diberikan Komisaris Tinggi KerajaanBelanda, Antonius Hermanus Johannes Lovink kepada wakil pemerintah RIS Sri Sultan Hamengkubuwono IX.</span> <span>Penandatanganan dilakukan oleh Ratu Kerajaan Belanda, Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje Nassau.</span> Selain itu dihadiri pula olehPerdana Menteri Dr Willem Drees, Menteri Seberang Lautan, A M J A Sasseu, dan Drs Mohammad Hatta.( )

<div id='Dampak'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Satu hari setelah pengakuan kedaulatan, ibukota negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian dilangsungkan upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia.

Pada 15 Desember 1949 diadakan pemilihan presiden RIS dengan caIon tunggal Ir Sukarno yang kemudian dilantik dan diambil sumpahnya pada 17 Desember 1949. Drs Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri oleh presiden Soekarno pada 20 Desember 1949. Setelahnya pada 23 Desember 1949 perwakilan RIS berangkat ke negeri Belanda untuk menandatangani akta penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949.

Penyerahan kedaulatan tersebut berarti Belanda telah mengakui berdirinya RIS dan mengakui kekuasaan Indonesia di seluruh bekas wilayah jajahan Hindia Belanda, kecuali Irian Barat. Irian barat diserahkan oleh Belandasatu tahun kemudian. RISyang berdaulat terdiri dari 16 negara bagian diantaranya:

Baca Lainnya

Ketua DPR Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Ristia Afifah

Sujiwo Tejo, Mantan Jurnalis yang Jadi Seniman Wayang

Ristia Afifah

Peringatan Dini BMKG Besok Minggu 4 Agustus 2019: Waspada Wilayah Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

Ristia Afifah

UPDATE Real Count KPU Senin Pagi Jokowi-Ma’ruf: 54,6 Persen, Prabowo-Sandi: 45,3 Persen

Ristia Afifah

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Ristia Afifah

‎Pesan Jokowi untuk 781 Perwira TNI dan Polri: Jangan Pernah Kecewakan Orang Tua dan Bangsa

Ristia Afifah

Siapa Pemenang Debat Cawapres Menurut Sujiwo Tejo? Jawabannya Tergantung

Ristia Afifah

Kominfo Klaim Ada 30 Kabar Hoaks Selama Rusuh 22 Mei

Ristia Afifah

Wiranto Tak Mau Berandai-andai Kembali Menjadi Menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

Ristia Afifah

5 Pembunuhan Tersadis di Indonesia Lewat Algojo Bayaran, Korban dari Direktur Hingga Istri Pejabat

Ristia Afifah

KPK Periksa Tenaga Ahli Politisi PAN Terkait Suap Dana Perimbangan Pegunungan Arfak Papua

Ristia Afifah

Jatah Menteri Setelah Prabowo Bertemu Megawati, Dedi Mulyadi Yakin Jokowi Pilih Sesuai Keahliannya

Ristia Afifah

Leave a Comment