31.2 C
Jakarta
Tuesday, Nov 12, 2019
Image default
Kesehatan

Hidangan Lebaran Bikin Kolesterol Meningkat? Konsumsi 10 Makanan Ini

Lebaran sudah berada di depan mata, berkumpul dengan keluarga dan menghabiskan hidangan sudah menjadi budaya kita. Banyak hidangan yang khas di hari kemenangan untuk umat muslim ini, seperti opor ayam, ketupat, rendang, sambal goreng ati dan makanan lain banyak di hidangkan pada momen ini. Kebanyakan masakan saat lebaran mengandung santan yang tentu saja memanjakan lidah penikmatnya.

Sayangnya, banyak dari kita yang lupa bahwa makanan yang mengandung santan dapat memicu naiknya kolesterol. Jika sudah terlanjur mengonsumsi banyak makanan yang mengandung santan, maka kita harus segera mengendalikan agar tidak berlebihan. Kolesterol dapat memicu penyakit seperti stroke hingga serangan jantung.

Melansir dari hallosehat.com , dalam tubuh manusia terdapat senyawa kolesterol yang sifatnya mirip dengan lemak. Senyawa ini hidup secara alami dalam setiap bagian tubuh manusia seperti otak, saraf, otot, usus, hati dan jantung. Kolesterol datang melalui dua sumber, yaitu diproduksi oleh hati atau lewat makanan yang kita konsumsi.

Normalnya angka kolesterol yang disarankan para dokter dibawah 200 miligram per desiliter (mg/dl). Jika kamu melakukan tes kadar kolesterol, pastikan kamu mendapatkan rincian hasil HDL (lemak baik) dan LDL (lemak jahat). Kadar HDL yang baik adalah 60 mg/dl, tapi semakin tinggi angkanya justru semakin baik.

Sementara itu kadar LDL yang aman adalah di bawah 100 mg/dl. Dengan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi bisa menurunkan kolesterol dan meningkatkan lemak melalui aliran darah. Menambah makanan yang menurunkan LDL akan membawa kolesterol berbahaya yang berkontribusi pada aterosklerosis.

Hal ini bisa menyumbat arteri, ini adalah salah satu cara untuk mencapai diet terendah kolesterol. Langkah pertama yang mudah untuk menurunkan kolesterol adalah dengan makan semangkuk sereal gandum untuk sarapan. Konsumsi 1 hingga 2 gram serat larut, tambahkan pisang atau stroberi untuk setengah gram lagi.

Pedoman nutrisi saat ini merekomendasikan mendapatkan 20 hingga 35 gram serat sehari, dengan setidaknya 5 hingga 10 gram berasal dari serat larut. Gandum dan biji bijian lainnya dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, terutama melalui serat larut yang mereka berikan. Konsumsi gandum juga akan meningkatkan metabolisme tubuhmu.

Kacang sangat kaya serat larut. Karena kacang membutuhkan waktu untuk tubuh untuk mencerna, yang berarti kamu akan merasa kenyang lebih lama setelah makan. Itulah salah satu alasan mengapa kacang adalah makanan yang bermanfaat bagi orang yang mencoba menurunkan berat badan.

Banyak pilihan kacang yang bisa kamu konsumsi, mulai dari navy dan kacang merah hingga lentil, garbanzo, kacang hitam, dan sebagainya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makan almond, kenari, kacang tanah, dan kacang kacangan lainnya baik untuk jantung. Makan 2 ons kacang sehari bisa sedikit menurunkan LDL, sekitar 5 persen.

Kacang memiliki nutrisi tambahan yang melindungi jantung dengan cara lain. Kedua sayuran rendah kalori ini adalah sumber serat larut yang baik. Selain itu sayuran ini juga mudah ditemui dan harganya sangat ramah di kantong.

Gunakan minyak nabati cair seperti kanola, bunga matahari, safflower, dan lainnya sebagai pengganti mentega, lemak babi, atau mentega. Minyak nabati dipercaya mampu membantu menurunkan LDL. Buah buahan ini kaya akan pektin, sejenis serat larut yang menurunkan LDL.

Selain itu buah buahan ini kaya akan viramin c yang baik untuk tubuh. Sterol dan stanol diekstraksi dari tanaman, meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kolesterol dari makanan. Salah satunya terdapat pada yougurt.

Selain itu terdapat juga pada margarin dan granola bar hingga jus jeruk dan cokelat. Zat ini juga tersedia sebagai suplemen. Mendapatkan 2 gram sterol atau stanol per hari dapat menurunkan kolesterol LDL sekitar 10 persen.

Makan kedelai atau makanan yang terbuat dari kedelai, seperti tahu dan susu kedelai, pernah disebut sebut sebagai cara ampuh untuk menurunkan kolesterol. Analisis menunjukkan bahwa efeknya yang lebih sederhana, mengonsumsi 25 gram protein kedelai sehari (10 ons tahu atau 2 ½ cangkir susu kedelai) dapat menurunkan LDL sebesar 5 sampai 6 pesen. Makan ikan dua atau tiga kali seminggu dapat menurunkan LDL dengan dua cara.

Pertama dengan mengganti daging, yang memiliki lemak jenuh penambah LDL, dan dengan memberikan lemak omega 3 penurun LDL. Omega 3 mengurangi trigliserida dalam aliran darah dan juga melindungi jantung dengan membantu mencegah timbulnya irama jantung abnormal. Suplemen menawarkan cara yang paling tidak menarik untuk mendapatkan serat larut.

Dua sendok teh psyllium sehari dan obat pencahar pembentuk massal lainnya, menyediakan sekitar 4 gram serat larut.

Baca Lainnya

Sederet Manfaat Mengkonsumsi Daun Jambu Biji, Cegah Kanker hingga Kendalikan Diabetes

Ristia Afifah

Anak Anda Jatuh Dari Tempat Tidur? Waspada Tanda Tanda Ini Perlu Tindakan Medis

Ristia Afifah

Hilangkan Citra Buruk Gangguan Jiwa, Sejumlah Dokter Resmikan Komunitas Sahitya

Ristia Afifah

9 Hal yang Terjadi Jika Terlalu Banyak Konsumsi Soft Drink, Bisa Sebabkan Penyakit Kronis?

Ristia Afifah

Kata Dokter Sandiaga Gangguan Lambung, Mungkinkah Ini Pengaruhi Tenggorokannya Hingga Tak Bersuara?

Ristia Afifah

Kebanyakan Makan Pisang Bisa Picu Masalah Kesehatan

Ristia Afifah

Remaja Ini Tiba Tiba Tuli Setelah Tidur Dengan Earphone,Ternyata Ini Bahayanya

Ristia Afifah

Kardiolog Harry Suryapranata Memperoleh Gelar Kehormatan di Belanda

Ristia Afifah

Konsumsi 6 Makanan Ini Sebelum Tidur untuk Atasi Insomnia, dari Pisang, Oatmeal hingga Kangkung

Ristia Afifah

Jan Ethes Kembali Curi Perhatian, Ekspresinya Tenang Saat Diperiksa Gigi

Ristia Afifah

Dinkes DKI Bagikan Trik Hindari Heat Stroke Cuaca Ekstrem

Ristia Afifah

Sosialisasi Pentingnya Bahaya Penularan Penyakit dari Hewan Lewat Pertunjukan Teater ‘SUN’

Ristia Afifah

Leave a Comment