34.1 C
Jakarta
Tuesday, May 26, 2020
Image default
Sains

Iklim & Pengeboran Minyak Bumi Jadi Penyebab Kasus Kanibalisme Antar Beruang Kutub Meningkat

Seorang ilmuwan menerangkan fakta mengejutkan, tentang kondisi bumi yang memengaruhi iklim di Kutub Utara, habitat beruang kutub. Perubahan iklim dan perbuatan manusia pada alam, perlahan mendorong beruang kutub menjadi kanibal. Seorang Ilmuwan asal Rusia mengungkapkan, sejumlah satwa di Kutub Utara mulai memangsa satu sama lain untuk bertahan hidup.

Sebab es mulai mencair dan dampak dari ekstrasi bahan fosil menghancurkan kebiasaan makan mereka. Es perlahan mencair, karena naiknya suhu dan perusahaan industri mulai bergerak ke Kutub Utara. Pada akhirnya, ulah manusia memaksa beruang berbulu putih ini keluar dari tempat perburuan tradisionalnya yakni di dataran atau pesisir pantai.

Meningkatnya insiden kanibalisme oleh beruang kutub juga bisa disebabkan karena maraknya aktivitas manusia di Arktik. Mereka ada di sana untuk melihat insiden kanibalisme tersebut. "Kasus kanibalisme antara beruang kutub adalah fakta yang sudah lama diketahui," ujar seorang ilmuwan, Mordvintsev.

"Tetapi kami khawatir, bila kasus kasus seperti itu jarang ditemukan tapi sebenarnya tercatat cukup sering terjadi," tambahnya dilansir dari AFP. "Kami menyatakan, kanibalisme pada beruang kutub telah meningkat." Mordvintsev percaya, satwa ini saling memangsa karena persediaan makanan mereka mulai langka.

Biasanya, pejantan yang tubuhnya lebih besar akan menyerang betina dan anak anaknya yang masih kecil. Sementara itu, sang induk menjadikan anaknya sendiri sebagai sasaran empuk. Krisis iklim yang terjadi selama 25 tahun terakhir, patut disalahkan karena menyebabkan tingkat es di Kutub Utara menurun 40 persen.

Hubungan sebab akibat ini menjadi sebuah rantai, karena es yang mencair menyebabkan persediaan makan menipis. Beruang kutub menggunakan es yang ada di laut untuk berburu anjing laut yang tengah berenang di permukaan. Namun dengan kurangnya es, terlebih di tengah laut, maka beruang terpaksa harus menuju pantai untuk berburu.

Padahal, para beruang yang habitatnya di es ini tidak bisa berburu seperti biasa jika di pinggir pantai. Kedua yang harus disalahkan lagi adalah manusia. Apalagi mereka yang mendirikan toko di rumahnya, membuang limbah sembarangan, dan menggunakan esktrasi bahan bakar fosil.

Area dingin dari Teluk Ob ke Laut Barents merupakan lokasi strategis para beruang bulu putih ini berburu anjing laut. Nahasnya, kini wilayah itu berubah menjadi jalur dan rute tetap kapal kapal yang mengangkut gas alam cari atau Liqufied Natural Gas (LNG). "Teluk Ob selalu menjadi tempat berburu beruang kutub."

"Sekarang es itu pecah sepanjang tahun," ujar Mordvintsev. Menurutnya, kondisi ini berhubungan erat dengan pengeboran minyak bumi di semenanjung Yamal yang berbatasan dengan Teluk Ob sekaligus lokasi pabrik LNG Arktik. Ilmuwan Rusia lainnya, Vladimir Sokolov melakukan ekspedisi dengan Institut Penelitian di Kutub Utara dan Antartika, yang berbasis di St Petersburg.

Dia menyebut, tahun ini beruang kutub terganggu dengan cuaca ekstrem di Pulau Spitsbergen utara dan di Kepulauan Svalbard Norwegia. Kini di dua wilayah itu, tidak ada es yang mengapung di tengah lautan dan intensitas salju berkurang. Studi lain yang minggu ini baru dirilis, menemukan fakta, beruang kutub menimbun buruan mereka yang mati di bawah tanah dan salju.

Sehingga, mereka bisa memakannya di kemudian hari. Perilaku ini disebut caching , sebenarnya biasa dilakukan spesies beruang lainnya terutama beruang cokelat. Beruang yang bisa ditemui di tempat tropis ini merupakan hasil evolusi beruang kutub sekitar 500.000 tahun lalu.

Jadi ini sangat jarang dilakukan beruang kutub. Namun seorang ilmuwan, Ian Stirling dari Universitas Alberta dan Dewan Peneliti untuk Beruang Kutub memutuskan untuk mendalami peristiwa ini. Dia sebelumnya mendapat foto dari teman tentang beruang kutub yang mengubur mayat buruan, lantas tertarik menyelidikinya.

Baca Lainnya

Ini 5 Cara Cegah Ular Masuk Rumah Saat Musim Hujan & Banjir Teror Ular di Mana-mana

Ristia Afifah

Menristek Dorong Kolaborasi Riset Indonesia dengan Luar Negeri

Ristia Afifah

Waspadai Gejala Psikopatik ini pada Anak-anak Remaja Bunuh Bocah 5 Tahun dengan Cara Sadis

Ristia Afifah

Bayi Ular Kobra Menyebar Mengikuti Instingnya Butuh Waktu 4 Bulan buat Menetas

Ristia Afifah

LAPAN Beberkan Fakta Sesungguhnya di Balik Fenomena Langit Malam Berbentuk Mata yang Sempat Viral

Ristia Afifah

BESOK, Gerhana Matahari Total Terjadi, Ini Link Live Streaming Nonton Detik Detik Gerhana

Ristia Afifah

Intip Foto-fotonya Nora Alexandra & Jerinx SID Gelar Resepsi Pernikahan Sederhana namun Intim

Ristia Afifah

Ini Lokasi Beserta Durasi Gerhana Matahari Cincin di Beberapa Wilayah Indonesia Catat

Ristia Afifah

Bisa Anak Kobra Cukup Mematikan Peneliti Reptil

Ristia Afifah

VIDEO Rezky Aditya Kesulitan Cium Citra Kirana Setelah Halal Jadi Suami Apa Masalahnya

Ristia Afifah

Jadi Istri Tunggal, Jennifer Dunn Kini Pede Pamer Kemesraan Bareng Faisal Harris: Luar Biasa !

Ristia Afifah

Jawaban Sains Kenapa Bayangan Puncak Gunun Api Ini Seperti Piramida

Ristia Afifah

Leave a Comment