25.5 C
Jakarta
Saturday, Jan 18, 2020
Image default
Metropolitan

Ini Alasannya Kadis SDA Sebut Pompa Stasioner di 10 Lokasi Tak Bisa Difungsikan Saat Banjir Kemarin

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengakui ada sejumlah rumah pompa tidak bisa difungsikan saat banjir melanda Jakarta pada Rabu (1/1/2020). Pompa pompa stasioner tersebut tak bisa difungsikan karena ikut terendam banjir. "Namanya air sudah meluap, tentunya setelah air meluap masuk ke lokasi pompa kita kan harus lakukan pengamanan juga," ujar Juaini di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/1/2020). "Kalau pompanya kerendem kita nggak bisa hidupin. Akhirnya jadi merusak pompa," imbuh dia.

Guna mengatasi hal tersebut, pihak SDA mengerahkan pompa mobile untuk mem backup pompa stasioner yang tak bisa difungsikan. Adapun jumlah yang terendam tersebar di 10 lokasi, seperti di Teluk Gong, Semanan, dan Kampung Pulo. Lokasi itu jadi wilayah yang cukup parah terendam air, hingga membuat pompa stasioner tak bisa dinyalakan.

Sebagai evaluasi menyambut puncak musim penghujan, SDA akan meningggikan lokasi pompa stasioner tersebut supaya ke depan tidak terendam air lagi. SDA juga memyiagakan 400 lebih pompa stasioner dibantu 133 unit pompa mobile. "Ke depan karena liat situasi seperti itu, kita harus mengevaluasi dengan meninggikan pompa yang ada. Jadi di lokasi lokasi yang selama ini kita anggap rawan. Ada beberapa titik aja sih gak semuanya. Kemaren yang saya tau di Teluk Gong, Semanan, Kampung Melayu, Kampung Pulo sama Jati Pinggir," jelasnya.

Awal tahun 2020 beberapa wilayah di DKI Jakarta dilanda banjir. Akses jalan penghubung terputus akibat banjir. Permukiman warga pun terendam, luapan air merusak kendaraan pribadi hingga harta benda masyarakat. Sekelompok orang yang menamakan diri Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 bakal mengajukan gugatan class action kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas dampak bencana banjir tersebut.

Mereka memfasilitasi warga Jakarta yang ingin mengajukan gugatan atas dampak kerugian akibat banjir. "Betul. Dari warga DKI khususnya. Sekarang kita masih fokus ke DKI dulu," ujar Koordinator Tim Advokasi Diarson Lubis saat dihubungi, Senin (6/1/2020). Latar belakang rencana class action ini bermula dari banyaknya keluhan warga terdampak banjir yang kehilangan harta bendanya.

Banyak dari mereka menanyakan jalur hukum yang tepat untuk meminta pertanggung jawaban penyelenggara negara. "Jadi awalnya kita diajak diskusi sama warga, warga mengeluh. Bisa nggak ini dituntut dan sebagainya. Akhirnya kita sampaikan ada ruang yang diatur oleh hukum namanya class action. Class action di sini adalah meminta pertanggung jawaban dari penyelenggara negara. warga sepakat mengambil opsi itu," jelas Lubis. Atas kesepakatan opsi class action, tim advokasi ini lalu membuka hotline untuk menampung seluruh gugatan dari warga.

Dokumen gugatan bisa disalurkan melalui email dan Whatsapp. Pengajuan gugatan yang difasilitasi Lubis dkk tidak dipungut biaya sepeserpun. "Kita verifikasi kelengkapannya legal standing orang itu, bisa nggak mewakili kelas. Kelas ini maksudnya bisa orang yang kerendam mobilnya, rumahnya," ujarnya.

Adapun Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 diwakili tiga orang. Diantaranya Diarson Lubis, Alvon K Palma, dan Ridwan Darmawan. Anies menambahkan, meski DKI Jakarta di sejumlah wilayah terdampak banjir, 85 persen situasinya aman.

Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta akan diterpa cuaca ekstrem, Anies optimis situasi di ibu kota tetap aman. "Seperti kemarin, ketika hujan lebat, tanggal 31 Desember (2019) dan 1 Januari (2020), semua rumah pompa itu semua dikerjakan," ucap Anies seusai kerja bakti. "Itu alhamdulillah 85 persen kota Jakarta aman," sambungnya.

Kendati begitu, Anies mengakui 15 persen wilayah kota Jakarta terdampak banjir yang ketinggian airnya mencapai 1,5 meter lebih. "Ada 15 persen yang terdampak. Nah, dari sana ada ketinggian airnya itu di atas 1,5 meter. Artinya secara sistem kesiapan kami, baik," ujar Anies. Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan lebih siaga lagi guna menghadapi curah hujan yang tinggi.

"Besok, kami akan lebih siaga lagi. Terutama di tempat tempat yang memiliki risiko ekstra. Ada, justru Jakarta banyak," kata Anies.

Baca Lainnya

Ditjen PAS Akan Beri Perlakuan Khusus kepada Napi yang Positif Hepatitis C

Ristia Afifah

Penjual Sepatu yang Sempat Dicatut Namanya Miliki 3 Mobil Mewah Kini Bisa Pakai KJP Lagi

Ristia Afifah

Komite Seni Budaya Nusantara & Teater Wayang Indonesia Gelar Wayang Orang Srikandi Mustokoweni

Ristia Afifah

Polisi Sterilkan Lokasi Ledakan di Monas

Ristia Afifah

Polisi akan Tilang Pengguna Otoped dari Besok Buntut Pengguna GrabWheels Tewas

Ristia Afifah

Terinspirasi John Wick Enjoy Preman Pondok Aren Aniaya Pengendara Mobil Pakai Pulpen

Ristia Afifah

GrabWheels Disarankan Beroperasi di Tempat Wisata Bukan Alat Transportasi

Ristia Afifah

Polisi: Alasan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Nunung Konsumsi Sabu Setiap Hari

Ristia Afifah

Dihukum Hormat Bendera, Oknum Polisi Marahi Pedagang Nasi Bebek

Ristia Afifah

Zuhri Malah Kena Bacok Berniat Selamatkan Seseorang saat Tawuran Terjadi

Ristia Afifah

Siap Lanjut S3 di Harvard Anak Penjual Kue Dipilih Jokowi Jadi Stafsus Presiden FAKTA Billy Papua

Ristia Afifah

Pak Ogah di Sekitar Tanjung Priok Mengaku Dalam 2 Jam Raup Uang Rp 80 Ribu Dari Sopir Truk

Ristia Afifah

Leave a Comment