31.2 C
Jakarta
Friday, Aug 14, 2020
Image default
Bisnis

Ini Harapan Pelaku Industri Properti kepada Kabinet Baru

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Beragam reaksi muncul terutama dari sektor bisnis dan ekonomi terkait kabinet baru ini, dengan harapan agar kondisi perekonomian yang lebih baik semakin cepat terwujud. Beragam pekerjaan rumah di Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru, terutama terkait industri properti.

Pasalnya, hingga kuartal III 2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal, antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian menteri," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangannya, Rabu (30/10/2019). "Kita bisa berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut di periode yang mendatang," terang Ike.

Lebih lanjut, Ike mengharapkan agar kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai. Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti tanah air ini tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada kuartal III 2019 ini, yaitu turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28 persen secara kuartalan.

Menurut indeks tersebut penurunan suplai properti tahunan juga terjadi di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) pada Q3 tahun 2019 ini, turun sebesar 11,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal III 2018. Sedangkan jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 terjadi kenaikan suplai properti di kawasan Bodetabek sebesar 8,9 persen secara kuartalan. Untuk menggenjot industri properti agar kembali bergairah salah satunya melalui pembangunan infrastruktur.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu dari lima fokus yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan. Pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menggairahkan industri properti ini tercermin pada hasil indeks Rumah.com. Dekatnya jarak dari tempat tinggal menuju tempat kerja dan transportasi massal menjadi faktor utama yang menentukan keputusan membeli properti.

Sebanyak 65 persen responden yang memilih kedekatan jarak menuju tempat kerja dan 60 persen responden yang memilih kedekatan jarak menuju transportasi massal sebagai penentu keputusan untuk membeli properti. Dengan hadirnya Kabinet Indonesia Maju yang baru berjalan beberapa hari ini, pelaku industri properti berharap adanya sinergi dan relaksasi dalam hal regulasi, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun perbankan. “Pada periode Kabinet Indonesia Maju ini kami berharap pemerintah membuat terobosan kebijakan kebijakan baru yang dapat mendorong pertumbuhan industri properti di tanah air. Apalagi, kinerja sektor properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global,” terang Ike.

Berita ini tayang di Kompas dengan judul:

Baca Lainnya

Kemenristek Dikti Sambut Baik GOJEK Berikan Beasiswa menuju Mitra Driver

Ristia Afifah

Ketahuilah Pengelolaan dan Perhitungan Suku Bunga Deposito Bank Agar Jadi Nasabah yang Cermat

Ristia Afifah

Bisa Makan Berempat Hanya Rp 60.000 CFC Promo Spesial Sabtu & Minggu

Ristia Afifah

KNPI Siap Jembatani Para Wirausaha Muda

Ristia Afifah

Karyawan Bekerja dari Rumah Grab Tutup Sementara Kantornya di Jakarta Cegah Penyebaran Virus Corona

Ristia Afifah

Bappenas Bahas Payung Hukum BI & OJK Tetap di Jakarta Jika Ibukota Negara Pindah

Ristia Afifah

1 Triliun/Hari Rata-rata Transaksi Rp 9 1 Juta Bursa Efek Sebut Investor Saham Capai 1

Ristia Afifah

Pengelolaan Jaminan Sosial oleh Taspen Sudah Sesuai UU Dirut

Ristia Afifah

Pemerintah Naikkan Lagi Tarif Tol Jagorawi Pekan Depan

Ristia Afifah

Implementasi NDPE Biodiesel di Indonesia Baru 64 Persen

Ristia Afifah

Operasional Bank Indonesia Tutup 3 7 Juni Karena Libur Lebaran

Ristia Afifah

Bisa via WA 08122123123 Akses Klaim Token Listrik Gratis PLN Bulan Juni LOGIN WWW.PLN.CO.ID

Ristia Afifah

Leave a Comment