26.7 C
Jakarta
Sunday, Apr 5, 2020
Image default
Pendidikan

Ini Jawaban Quraish Shihab Didengar Romo Budi Najwa Shihab Bertanya Apa Hukum Ucapkan Selamat Natal

Apa hukumnya mengucapkan selamat Natal? Pertanyaan ini pernah disodorkan Najwa Shihab pada ayahandanya, Quraish Shihab, Desember 2018 lalu. Dan Quraish Shihab menjawab pertanyaan yang selalu berulang setiap momen perayaan Natal tersebut di depan Romo Budi. Apa jawaban Quraish Shihab? Apa hukum mengucapkan 'Selamat Hari Natal' ? Ini pertanyaan yang sering terdengar di setiap perayaan dan momentum hari raya bagi umat Kristiani ini, termasuk di momentum Natal 2019 ini.

Dr Quraish Shihab menjawabnya lewat dialog bersama Najwa Shihab dan seorang nara sumber lainnya yakni Romo Aloysius Budi Purnomo pada momen Natal, Desember 2018 lalu, dan diunggah ke channel YouTube. Najwa Shihab kemudian menuturkan, menurut ayahandanya tercinta yang dia panggil 'Abi Quraish' itu, mengucapkan selamat hari raya untuk umat beragama lain merupakan hal baik demi kerukunan dan perdamaian. Menurut Quraish Shihab, permasalahan itu cuma terjadi di Indonesia.

Di Timur Tengah sudah hal lazim masyarakat mengucapkan selamat hari raya bagi umat beragama lain. "Itu masalah di Indonesia, Malaysia, tapi di Timur Tengah tak masalah itu. Kita tak cuma berkata 'bolehkah atau tidak' tapi sebenarnya bagus (mengucapkan Selamat Natal).

Ikut bergembira dengan kegembiraan siapa pun. Siapa pun itu, dia seagama dengan kita, atau tidak seagama dengan kita, tapi satu kemanusiaan dengan kita," jawab Quraish Shihab mengawali ucapannya. "Dalam Al Quran itu, orang pertama yang mengucapkan Selamat Natal adalah Nabi Isa. (mengutip sebuah ayat ) … Salam sejahtera untukku, pada hari kelahiranku, pada hari aku dibangkitkan ….," kata Quraish Shihab, menterjemahkan bunyi ayat tersebut. "Jadi (berdasar ayat tersebut), tidak ada masalah sebenarnya," lanjut Quraish Shihab.

Najwa Shihab lantas menyebutkan, ada kekhawatiran dengan mengucapkan kalimat tersebut (selamat Natal), artinya kita mengakui apa yang dipercayai umat lain. "Apakah artinya bisa sejauh itu, Abi?" tanya Najwa Shihab lagi. "Saya rasa tidak. Ketika Romo Budi (sambil menyentil Romo Budi di sebelahnya) mengucapkan Selamat Hari Raya (Idul Fitri), saya kira Romo tidak akan berkeyakinan persis dengan apa yang saya yakini," kata Quraish Shihab.

"Saya tahu ini (ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri) adalah basa basi dalam konteks kehidupan berkerukunan. Sama, ketika saya mengucapkan Selamat Natal, saya yakin pihak lain tidak akan berpikir saya meyakini apa yang dia yakini. Hidup ini indah kalau kita berharmoni," lanjutnya. Nah, mau tahu jawaban lengkap Dr Quraish Shihab atas pertanyaan Najwa Shihab di depan Romo Budi soal hukum mengucapkan Selamat Natal termasuk dalam momentum Hari Natal 2018 ini ?

Simak selengkapnya di video wawancara Najwa Shihab dengan Quraish Shihab di depan Romo Budi berikut ini: Penjelasan mengenai hukum umat Muslim mengucapkan selamatNatalsebenarnya sudah dijelaskan sejumlah ulama. Ada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan namun dengan syarat tertentu.

Berikut penjelasannya: MenurutUstaz Abdul Somaddalam video ceramahnya yang diunggah channel Youtube Mustami' Media, orang yang mengucapkan selamatHariNatalberarti sudah mengakui tiga hal. Pertama, mengakui Isa adalah anak Tuhan. Kedua, mengakui Isa lahir pada tanggal 25 Desember. Terakhir, mengakui Isa mati disalib.

"Ketiga tiganya ini dibantah oleh Alquran," terangUstaz Abdul Somad. "Kafirlah orang orang yang mengatakan Isa trinitas dan anak Tuhan. Tentang Isa lahir 25 Desember juga dibantah," lanjutnya. Pada saat Isa kekurangan makanan, kataUstaz Abdul Somad, Allah memerintahkan untuk mengguncang pohon kurma. Kurma kurma mengkal pun berjatuhan.

"Kurma mengkal ada di musim panas bulan Juli hingga Agustus," kataUstaz Abdul Somad. Ustaz Abdul Somad menjelaskan, Isa lahir saat kambing kambing sedang digembalakan di padang rumput. "Sedangkan di bulan 12 rumput tidak tumbuh karena tertutup salju," ujarnya.

"Maka 25 Desember bukan kelahiran Isa tapi Hari Raya merayakan Dewa Mitra atau Dewa Matahari yang diambil oleh Kaisar Konstantin dari Konstantinopel," lanjutnya. Begitu pula soal Isa yang mati disalib.Ustaz Abdul Somadmengatakan, sosok yang disalib adalah orang yang dibuat menyerupai Isa. Ustaz kondang ini menambahkan, meski mengucapkan selamat Hari natal tidak diperbolehkan, namun bukan berarti membatasi hubungan dengan umatKristiani.

"Saya punya kawan Kristen, dalam hubungan baik, dalam masalah ngasih makanan, masalah beri pakaian, oke," terangnya. "Tapi kalau sudah terkait dengan akidah, 'wa lā ana 'ābidum mā 'abattum wa lā antum 'ābidụna mā a'bud lakum dīnukum wa liya dīn' (dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, Untukmu agamamu, dan untukku agamaku)," kataUstaz Abdul Somad. Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwahukum mengucapkan selamatHariNatalbagi umat Muslim adalah haram.

"Hukum mengucapkan ucapan selamat, ingat baik baik, hukum mengucapkan selamat pada agama lain di luar agama kita di luar keimanan kita sebagai Muslim, itu tidak diperkenankan," kataUstaz Adi Hidayat. "Haram hukumnya mengucapkan selamat, misalnya A selamat B yang dalam selamat itu ada unsur pengakuan. Awas, ada unsur pengakuan, ada 'din' selain Islam atau agama yang dibenarkan selain Islam. Itu adalah wilayah keimanan kita," ujarnya. Profesor MuahmmadQuraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama ternyata pernah mencurahkan pandangannya terkait ucapan 'SelamatNatal'.

Hal itu disampaikanQuraish Shihabpada tahun 2014 dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30 38. Berikut ini transkrip penjelasannya: Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamatNatal.

Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu BOLEH. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamatNatalitu bagian dari basa basi, hubungan baik. Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman teman saya dari umatKristianidatang mengucapkan selamat hari raya Idulfitri terus dilarang gitu. Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat.

Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkanNatalitu artinya kelahiran. Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan BOLEH atau tidak? Boleh. Ya toh? Boleh. Jadi, kalau Anda mengucapkan selamatNatal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamatNataldengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagaimuslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya. Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa basi.

Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti. Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak. Orang yang dikhawatirkan percaya bahwaNatalitu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen. Untuk orang orang yang paham, saya mengucapkan selamatNatalkepada teman teman saya apakah pendeta. Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu. Jadi, kita bisa mengucapkan. Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda.

Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang. Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang. Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah. Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas. Nabi Ibrahim tidak bohong. Maksudnya saudaraku seagama. Itu jalan. Jadi kita bisa saja. Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamatNatalitu memahamiNatalsesuai kepercatannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.

Jadi syaratnya BOLEH mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu. Begitu juga dengan selamat ulangtahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya foya, itu yang terlarang foya foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim. Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu kartu ucapan ini, itu BOLEH saja, tidak usah dilarang. Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama. Ada orang sangat ketat dan khawatir. Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama. Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah.

Kita ucapkan selamatNatal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi. Selain penjelasan para ulama, Lukman Hakim Saifuddin saat masih menjabat sebagai menteri agama, pernah menjelaskan, terdapat dua versi terkait hukum seorang Muslim mengucapkan selamatNatal. Baik pihak yang mengharamkan maupun sebaliknya, mempunyai alasan terkait sikap mengucapkan selamatNatal.

"Tentu kita bisa memahami bahwa kita masyarakat yang beragama. Di kalangan umat IsIam sendiri terjadi keragaman dalam menyampaikan ucapan 'SelamatNatal' kepada saudaranya yang umatKristiani," kata Lukman usai meluncurkan terjemahan Alquran berbahasa daerah di Jakarta, Rabu (20/12/2017), dikutip dari Warta Kota. Lukman menambahkan, ada kalangan umat Islam yang mengharamkan Muslim menyampaikan ucapan 'SelamatNatal' kepada wargaKristianidengan alasan itu merupakan bentuk pengakuan terhadap kelahiran Yesus Kristus. "Yang dalam aqidah dan keyakinan umat Islam tentu bukanlah Tuhan sebagai yang diyakini oleh umatKristiani, sehingga mereka mengharamkannya," ujarnya.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, ada juga kalangan umat Islam yang berpandangan mengucapkan 'SelamatNatal' kepada umat Nasrani tidak haram; diperbolehkan; karena merupakan ucapan selamat atas kelahiran Nabi Isa AS. "Jadi yang dipersepsikan dalam peringatanNatalitu Nabi Isa AS, yang jangankan terhadap nabi, terhadap orang tua, anak kita dan saudara kita, setiap tahun merayakan hari ulang tahunnya. Apalagi terhadap seorang nabi yang itu adalah Nabi Isa, tentu ini tidak hanya semata boleh, tapi dianjurkan," ujar Lukman. Hal itu demi mempertahankan hubungan persaudaraan antara sesama saudara sebangsa dan sesama manusia.

Hanya saja, Lukman menegaskan, umat Islam sepakat mengenai tidak diperbolehkannya mempraktikkan ritual perayaanHariNatal. "Jadi yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaannya, peribadatannya. Tapi kalau ucapan 'Selamat Natal' itu terjadi keragaman dan dengan adanya keragaman ini mudah mudahan kita bisa saling memahami," kata dia.(*)

Baca Lainnya

Pentingnya Metode Belajar yang Kreatif yang Membuat Pembelajaran Lebih Menarik & Disukai

Ristia Afifah

Doa Kemudahan Lulus Ujian, UNBK SMA 2019 Digelar Mulai Hari Senin, Persiapkan Dirimu!

Ristia Afifah

Nggak Harus Mahal, Program S2 Ilmu Komputer Kini Makin Diminati

Ristia Afifah

Harus Bawa Alat Makan Pribadi Mendikbud Nadiem Larang Pegawainya Gunakan Plastik

Ristia Afifah

Ridwan Hisjam Terpilih Sebagai Ketua Senat IKA ITS

Ristia Afifah

Menjelang Tahun Ajaran Baru, Faber Castell Gelar Program #SiapBacktoShool

Ristia Afifah

Edutrip Bagi Siswa Berprestasi SD di Sintang Kalimantan Barat

Ristia Afifah

Ini Bagian Ceramah Ustaz Subuh Abdul Somad yang Disukai Hotman Paris Hutapea Diunggah menuju Instagram

Ristia Afifah

Mendikbud Nadiem Makarim Berikan Tunjangan Khusus buat Guru Terdampak Banjir hingga 3 Bulan

Ristia Afifah

JPPI Kritik Langkah Pemerintah Hapus Ditjen PAUD Dikmas di Kemendikbud

Ristia Afifah

BPPT & President University Sepakati Kerjasama Pengembangan Techno Park

Ristia Afifah

Cek Namamu Pengumuman Hasil Utbk Sbmptn 2019 Gembang 2 Dan Solusi Jika Lupa Password

Ristia Afifah

Leave a Comment