31 C
Jakarta
Monday, Jul 13, 2020
Image default
Sains

Ini Lokasi Beserta Durasi Gerhana Matahari Cincin di Beberapa Wilayah Indonesia Catat

Gerhana matahari cincin akan terlihat di beberapa negara Asia Selatan dan Indonesia pada Kamis (26/12/2019) besok. Namun, fenomena gerhana matahari cincin ini tidak akan terlihat di semua wilayah di Indonesia. Hanya masyarakat di wilayah Batam, Kota Padang Sidempuan, Singkawang, dan Tanjung Pinang yang akan melihat gerhana matahari cincin ini.

Dilansir laman , durasi dari gerhana matahari cincin ini berbeda beda di beberapa wilayah. Selama fase gerhana matahari cincin, bulan akan bergerak di depan matahari, tetapi akan tampak lebih kecil. 1) Batam, Kepulauan Riau, fase gerhana matahari cincin akan berlangsung 2 menit dan 42 detik.

2) Kota Padang Sidempuan, fase gerhana matahari cincin akan berlangsung 3 menit dan 25 detik. 3) Singkawang, Kalimantan, fase gerhana matahari cincin akan berlangsung 3 menit dan 22 detik. 4) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, fase gerhana matahari cincin akan berlangsung 3 menit dan 19 detik.

Dilansir , gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019 nanti akan terlihat dari Arab Saudi, Qatar, India, Sumatra, Kalimantan, Guam, dan Filipina. Bagian lain di Asia, Australia, dan Afrika dapat melihat gerhana sebagian, di mana bulan hanya akan tampak menutupi sebagian matahari. Lokasi pertama yang melihat gerhana matahari cincin adalah 220 kilometer timur laut Riyadh, Arab Saudi.

Gerhana matahari cincin akan berlangsung selama 2 menit 59 detik. Guam akan menjadi tempat terakhir di bumi untuk melihat gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin di Guam akan berlangsung lebih dari 3 menit, tetapi matahari akan terbenam sebelum fase parsial gerhana berakhir.

Dilansir laman , melihat gerhana matahari dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen. Kerusakan yang ditimbulkan terjadi dengan cepat tanpa menimbulkan rasa sakit terlebih dulu. Penglihatan yang rusak belum ada cara menanganinya, sehingga melihat gerhana matahari ini berbahaya sekali, apalagi untuk anak anak.

Disarankan untuk menggunakan kacamata khusus apabila ingin melihat gerhana matahari. Bahaya utama bagi mata dari sinar matahari yang sangat intens adalah dari panas (radiasi inframerah), UVR (radiasi ultraviolet) dan dari cahaya tampak berlebihan, terutama cahaya biru. Bahkan pandangan sekilas pada matahari dapat memusatkan sejumlah besar panas ke bagian belakang mata (retina).

Risiko dari cahaya biru dapat menyebabkan kerusakan mata melalui retinopati fotokimia. Melihat cahaya yang intens dari matahari bahkan hanya beberapa detik, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina. Retina tidak memiliki kepekaan terhadap rasa sakit.

Karena efek kerusakan retina yang mungkin tidak muncul selama berjam jam, tidak ada peringatan bahwa cedera pada mata telah terjadi. Jumlah waktu melihat matahari yang akan menyebabkan hilangnya penglihatan bervariasi, tetapi biasanya dalam hitungan detik. Anak anak terutama lebih beresiko menderita kerusakan mata akibat melihat gerhana matahari, karena lebih banyak cahaya yang mencapai retina daripada orang dewasa.

Mengamati matahari dengan aman atau menonton gerhana, dibutuhkan kacamata pelindung khusus atau kacamata gerhana. Kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV, tidak akan cukup melindungi mata.

Baca Lainnya

Ilmuwan China Klaim Temukan Antibodi yang Efektif buat Bentengi Badan dari Covid-19

Ristia Afifah

Penjelasan Ilmiah Kalau Mencium Aroma Kentut Itu Bau

Ristia Afifah

Black Hole Pertama Kali dalam Sejarah Tertangkap Kamera, Apa Dampak Penelitian untuk Indonesia?

Ristia Afifah

Ada Kunang-kunang Kawin Serentak & Kambing Memanjat Pohon 12 Fenomena Alam yang Langka di Dunia

Ristia Afifah

Ini 12 Fenomena Langit Indonesia di Bulan Desember Dari Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

Ristia Afifah

Pertama Kali dalam Sejarah Astronomi, Para Ilmuwan Berhasil Ungkap Penampakan Black Hole

Ristia Afifah

Berikut Perbedaan Ular Kobra & King Cobra Sama-sama Punya Bisa Mematikan

Ristia Afifah

Cerita Montir Bengkel Tak Lulus SD Bikin Pesawat & Bisa Terbang Sejauh 20 Meter di Pantai Langga

Ristia Afifah

Jawaban Sains Kenapa Bayangan Puncak Gunun Api Ini Seperti Piramida

Ristia Afifah

2 Oktober 1852 Pecapai Nobel Kimia 1904 Lahir William Ramsay Hari Ini dalam Sejarah

Ristia Afifah

Buaya Afrika Jadi Alasan Helmy Yahya Dipecat dari Dirut TVRI Apa Bedanya dengan di Indonesia

Ristia Afifah

Ini Penjelasan Ilmiahnya Renggut Nyawa Warga Klaten Seganas Apa Tawon Ndas

Ristia Afifah

Leave a Comment