29 C
Jakarta
Friday, May 29, 2020
Image default
Metropolitan

Ini Pemicunya Ketua DPRD DKI Geram Hingga Gebrak Saat Bahas Rekomendasi Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi geram hingga menggebrak meja ketika mengikuti rapat dengar pendapat mengenai izin revitalisasi Monas, Rabu (19/2/2020) siang. Prasetyo Edi Marsudi menyemprot Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana. Anak buah Gubernur Anies Baswedan tersebut kena omel pimpinan dewan lantaran sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial soal surat rekomendasi untuk menggelar Formula E di kawasan Monas yang berstatus cagar budaya.

Kekesalan Prasetyo Edi Marsudi bermula saat Iwan mengklaim pihaknya yang berwenang mengeluarkan surat rekomendasi tersebut. Namun, pihaknya terkesan menutup nutupi isi dari rekomendasi itu. Bahkan, dirinya menyebut bahwa isi surat rekomendasi itu merupakan urusan dapur pihaknya dan publik tidak diizinkan mengetahuinya.

Dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta ini, Prasetyo pun mengungkap kekesalannya terhadap pernyataan Iwan tersebut. Pimpinan dewan ini pun meminta Iwan menjaga cara bicara yang dinilainya tidak sopan. Saking geramnya dengan sikap Iwan, politikus PDIP ini pun sempat mengebrak meja dan meminta anak buah Anies ini menarik ucapannya itu.

"Pak Iwan harus jaga bicara, masa begitu di media. Tolong tarik ucapan itu depan mata saya," ucap Prasetyo sambil menggebrak meja, Rabu (19/2/2020). Tak sampai di situ, Prasetyo pun menantang Iwan yang baru diangkat menjadi Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) pada 8 Januari 2020 lalu. "Pak Iwan ini baru, tapi sudah berani menghina dewan. Sekarang Anda head to head dengan saya," ujarnya dengan nada tinggi.

Melihat Prasetyo marah hingga menggeprak meja, Iwan hanya tertunduk lesu tanpa bisa bicara sepatah kata pun. Politikus senior PDIP ini juga meminta Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya untuk segera membereskan masalah surat rekomendasi penyelenggaraan Formula E di Monas yang menuai polemik. Surat tindak lanjut dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) soal rencana penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas yang dikirimkan Gubernur Anies Baswedan pun dianggap Prasetyo cacat administrasi dan merupakan bentuk pembohongan publik.

Alasannya, surat rekomendasi yang diklaim berasal dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dibantah langsung Ketua TACB Mundardjito. "Pak Mundardjito tidak memberi rekomen. Besoknya katanya salah ketik. Pak asisten tolong bilang ke pak gubernur bereskan urusan persuratan," kata Prasetyo.

Baca Lainnya

Mendagri Nilai Lobi Anies ke DPRD Jadi Kunci Mempercepat Penunjukan Wagub DKI

Ristia Afifah

Imbas Pembangunan Tol Becakayu, Tradisi Salat Id Warga 2 RW Cipinang Besar Utara akan Jadi Kenangan

Ristia Afifah

Jangan Duduk di Kantor Saja Tunggu Laporan Anak Buah Ketua DPRD DKI Minta Anies Rajin Blusukan

Ristia Afifah

Aneh William Terkena Sanksi BK DPRD DKI Menjalankan Tugas Malah Kena Hukuman PSI

Ristia Afifah

Gubernur Anies Baswedan Lelang 16 Jabatan Eselon II di Pemprov DKI

Ristia Afifah

Anies Baswedan Enggan Komentari Masukan Jokowi soal Banjir di Jakarta POPULER

Ristia Afifah

Ini Kata Mahfud MD Reuni 212 Digelar di Monas

Ristia Afifah

Pemotor Pria yang Pamer Kemaluan Kepada Siswi SMK di Bekasi wajib Ditindak Tegas KPAD

Ristia Afifah

Rekomendasi BK DPRD DKI kepada William Aneh & Berlebihan Kata PSI

Ristia Afifah

Polisi: Alasan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Nunung Konsumsi Sabu Setiap Hari

Ristia Afifah

Pengamat Soroti Besarnya Rencana Anggaran DKI buat Pembelian Komputer

Ristia Afifah

Petugas Masih Kesulitan Padamkan Api yang Membakar Mal Lokasari Plaza

Ristia Afifah

Leave a Comment