30 C
Jakarta
Tuesday, Apr 7, 2020
Image default
Bisnis

Ini Penjelasan Dirut Bank Mandiri Dampak Virus Corona Terhadap Kredit Perbankan

Perbankan mengklaim wabah virus corona belum berdampak terhadap penurunan kualitas kredit dalam dua bulan pertama tahun ini. Namun, bank sudah melakukan antisipasi risiko kredit sejak awal wabah itu merebak. Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan melakukan restruktrurisasi dengan memperpanjang waktu kredit dan mengubah proses terhadap debitur debitur di sektor yang terdampak langsung dari virus tersebut.

Menurutnya, perbankan memang tidak boleh berdiam diri saja saat ini meskipun belum ada kredit macet. "Sejauh ini memang belum ada yang mendorong kenaikan kredit macet. Tapi action sudah harus diambil. Walau belum ada kredit macet, kita sudah antisipasi," kata Royke di Jakarta, Kamis (5/2). Senada, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) juga belum merasakan dampak virus corona terhadap penurunan kualitas kredit.

Namun, bank ini sudah memperkuat manajemen risiko dalam menghadapi dampak virus corona ke depan. Sunarso, Direktur Utama BRI mengakui bahwa virus tersebut memang jadi tantangan bagi perbankan. Hanya saja, menurutnya, kondisi seperti ini bukan yang pertama kali dihadapi perbankan. Bank BRI sudah melakukan stress test sehingga BRI lebih siap dalam menghadapi dampaknya.

Ia menyakini tekanan virus tersebut terhadap perbankan tidak akan signifikan dengan antisipasi yang sudah dilakukan ditambah dengan langkah cepat regulator baik BI dan OJK memberikan kebijakan untuk menangkal dampak negatif dari wabah itu. Seperti diketahui, BI telah mengeluarkan kebijakan sebagai antisipasi terhadap dampak corona dengan melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM). Sementara OJK memberikan tiga stimulus bagi perbankan terkait penilaian kualitas kredit.

Pertama, perbankan cukup menggunakan aspek ketepatan pembayaran untuk menilai kualitas kredit untuk eksposur maksimum Rp 10 miliar yang terdampak penyebaran corona. Kedua melonggarkan aturan restrukturisasi kredit. Ketiga, relaksasi ini akan diberlakukan hingga setahun ke depan. "Pelonggaran GWM memberikan peningkatan likuiditas bagi bank.

Dengan ini bank didorong menerapkan biaya rendah untuk jaga kualitas agar tidak meningkatkan risiko kredit. Kolaborasi kebijakan ini merupakan cara untuk jaga pertumbuhan GDP," kata Sunarso. Hari ini, Kamis (5/3), pelaku industri perbankan melakukan pertemuan dengan regulator (BI & OJK) dan pemerintah (Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian) di kantor OJK membicarakan bagaimana stimulus dari pemerintah dan regulator keuangan bisa langsung ditransmisikan sehingga dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat. (Dina Mirayanti Hutauruk)

Baca Lainnya

Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 3.000 Per GraM Menjadi Rp 748.000

Ristia Afifah

Luhut: Kalau Uni Eropa Sikat CPO, Kami Akan Bereaksi Keras

Ristia Afifah

Menteri Budi Targetkan Lima Pelabuhan Bebas Korupsi

Ristia Afifah

Seperti KRL dan Transjakarta, Pelni Ingin Buat Area Khusus Wanita di Kapal

Ristia Afifah

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Jadi Rp 743.000 Per Gram

Ristia Afifah

Cuma Sampai Hari Ini Jam 5 Sore 2 Combo Duo Fire Chicken Bayar Rp 68 Ribu Promo Richeese Factory

Ristia Afifah

SMF Gandeng Driver Taksi Online Perluas Akses KPR

Ristia Afifah

Sekarang Saat Termudah untuk Membeli Rumah, Ini Alasannya

Ristia Afifah

Ombudsman: Blokir Ponsel Ilegal Hanya Selesaikan Masalah di Sektor Hilir, Tidak di Sektor Hulu

Ristia Afifah

PP Urban Tawarkan Milenial Hunian Vertikal Berkualitas di Tangsel

Ristia Afifah

Dinilai Bagian dari Warisan Budaya, Pemerintah Perlu Lindungi Pabrik Rokok Kretek

Ristia Afifah

Destinasi Laut Kelas Dunia Bakal Hadir di Bunaken Kementerian PUPR

Ristia Afifah

Leave a Comment