31.2 C
Jakarta
Friday, Aug 14, 2020
Image default
Pendidikan

IPK yang Tinggi Ttidaklah Cukup buat Jadi Sarjana yang Adaktif

Agar menjadi sarjana yang adaptif, pencapaian prestasi akademik berupa IPK yang tinggi tidaklah cukup. Kemampuan lulusan perguruan tinggi harus dibarengi dengan kecakapan atau ketrampilan hidup, kreativitas dan inovatif. Ini diungkapkan Rektor Institut STIAMI Dr Ir Pandji Hendrarso saat mewisuda 724 wisudawan terdiri atas 19 wisudawan dari Program Vokasi, 662 wisudawan Program Sarjana dan 43 wisudawan Program Pascasarajana.

Guru Besar Universitas Brawijaya ini meyakini Institut STIAMI bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata. "Institut STIAMI telah menetapkan pembentukan ahlak mahasiswa melalui kegiatan bina iman menjadi upaya penting dalam peningkatan mutu dan kualitas lulusan," katanya. Adapun kelima rencana strategis tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran dan mahasiswa, peningkatan penelitian dan PKM serta pengembangan inovasi.

Pandji Hendrarsomengatakan Institut STIAMI terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan diberbagai bidang. "Untuk mencapainya, perguruan tinggi yang kini memiliki 12.374 mahasiswa tersebut telah menetapkan 5 rencana strategis untuk lima tahun yang akan datang," katanya. Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, Sasmito mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk melakukan perencanaan masa depan yang lebih baik.

"Memiliki cara berpikir jangka panjang dan tidak lupa bahwa setiap langkah harus terukur. Bekerja apapun, harus ada ukurannya sehingga tujuan bisa tercapai," katanya. Prof Dr Ir Mochammad Sasmito Djati, MS, mengingatkan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda terkait dengan revolusi industry 4.0. Lulusan Institut STIAMI harus adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Nanti akan banyak jenis pekerjaan hilang dan disisi lain, jenis pekerjaan baru akan bermunculan. Inilah mengapa lulusan perguruan tinggi harus adaptif,” katanya. Wisuda yang digelar di Balai Samudera, Jakarta Utara tersebut diikuti oleh hadir ikut menyaksikan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang diwakili oleh Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran DPD RI, Dr. Fitriani, AP., M.Si, Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko. Kemudian Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr. M. Samsuri. SPd., MT, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, MS, IPU yang sekaligus memnyampaikan orasi ilmiahnya.

“Untuk percepatan internasionalisasi kampus, kami memiliki program share learning dengan University Kebangsaan Malaysia,” kata Samsuri.

Baca Lainnya

UPDATE Sekdin 2019: Pelamar Sejumlah Instansi Membludak dan Ada yang Tetap Tak Dilirik

Ristia Afifah

Daftar Di Http://pendaftaran Sbmptn.ltmpt.ac.id, Pendaftaran SBMPTN 2019 Dibuka Hari Ini

Ristia Afifah

Regenerasi Alami Aqua Dwipayana di Awal 2020 Peluncuran Ero

Ristia Afifah

BPPT & President University Sepakati Kerjasama Pengembangan Techno Park

Ristia Afifah

Ini Tanggalnya . . . Minat Ikutan Lomba Pembuatan Website dengan Konten Aksara Sunda

Ristia Afifah

Bukan Mudarat Ini Bacaan Doa Agar Hujan Bawa Manfaat Saat Hujan Deras Disertai Petir Menakutkan

Ristia Afifah

Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 di sbmptn.ac.id Dibuka Lagi, LTMPT Bagikan Hal Penting untuk Peserta

Ristia Afifah

#SelasaBahasa Ajak Anak Muda Gunakan Bahasa Indonesia di Media Sosial

Ristia Afifah

Terobosan Belajar Bahasa Inggris Secara Online & Metode Kampung Inggris

Ristia Afifah

Harus Bawa Alat Makan Pribadi Mendikbud Nadiem Larang Pegawainya Gunakan Plastik

Ristia Afifah

Ini Bagian Ceramah Ustaz Subuh Abdul Somad yang Disukai Hotman Paris Hutapea Diunggah menuju Instagram

Ristia Afifah

Edutrip Bagi Siswa Berprestasi SD di Sintang Kalimantan Barat

Ristia Afifah

Leave a Comment