26.7 C
Jakarta
Monday, Apr 6, 2020
Image default
Pendidikan

IPK yang Tinggi Ttidaklah Cukup buat Jadi Sarjana yang Adaktif

Agar menjadi sarjana yang adaptif, pencapaian prestasi akademik berupa IPK yang tinggi tidaklah cukup. Kemampuan lulusan perguruan tinggi harus dibarengi dengan kecakapan atau ketrampilan hidup, kreativitas dan inovatif. Ini diungkapkan Rektor Institut STIAMI Dr Ir Pandji Hendrarso saat mewisuda 724 wisudawan terdiri atas 19 wisudawan dari Program Vokasi, 662 wisudawan Program Sarjana dan 43 wisudawan Program Pascasarajana.

Guru Besar Universitas Brawijaya ini meyakini Institut STIAMI bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata. "Institut STIAMI telah menetapkan pembentukan ahlak mahasiswa melalui kegiatan bina iman menjadi upaya penting dalam peningkatan mutu dan kualitas lulusan," katanya. Adapun kelima rencana strategis tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran dan mahasiswa, peningkatan penelitian dan PKM serta pengembangan inovasi.

Pandji Hendrarsomengatakan Institut STIAMI terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan diberbagai bidang. "Untuk mencapainya, perguruan tinggi yang kini memiliki 12.374 mahasiswa tersebut telah menetapkan 5 rencana strategis untuk lima tahun yang akan datang," katanya. Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, Sasmito mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk melakukan perencanaan masa depan yang lebih baik.

"Memiliki cara berpikir jangka panjang dan tidak lupa bahwa setiap langkah harus terukur. Bekerja apapun, harus ada ukurannya sehingga tujuan bisa tercapai," katanya. Prof Dr Ir Mochammad Sasmito Djati, MS, mengingatkan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda terkait dengan revolusi industry 4.0. Lulusan Institut STIAMI harus adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Nanti akan banyak jenis pekerjaan hilang dan disisi lain, jenis pekerjaan baru akan bermunculan. Inilah mengapa lulusan perguruan tinggi harus adaptif,” katanya. Wisuda yang digelar di Balai Samudera, Jakarta Utara tersebut diikuti oleh hadir ikut menyaksikan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang diwakili oleh Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran DPD RI, Dr. Fitriani, AP., M.Si, Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko. Kemudian Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr. M. Samsuri. SPd., MT, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, MS, IPU yang sekaligus memnyampaikan orasi ilmiahnya.

“Untuk percepatan internasionalisasi kampus, kami memiliki program share learning dengan University Kebangsaan Malaysia,” kata Samsuri.

Baca Lainnya

Mendikbud Nadiem Makarim Berikan Tunjangan Khusus buat Guru Terdampak Banjir hingga 3 Bulan

Ristia Afifah

Forum Milenial Kuningan Gelar Lomba Pidato & Story Telling Perjuangan Sejarah Linggarjati

Ristia Afifah

Langkah Awal Menuju Kampus Impian Try Out Masuk Kampus Chapter Bandung

Ristia Afifah

Gubernur Anies Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Bisa Jalankan Aktivitas Belajar-Mengajar

Ristia Afifah

Meningkatkan Rasa Cinta terhadap Lingkungan Dapat Dilakukan melalui Kreativitas Menulis Puisi

Ristia Afifah

Nggak Harus Mahal, Program S2 Ilmu Komputer Kini Makin Diminati

Ristia Afifah

Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 di sbmptn.ac.id Dibuka Lagi, LTMPT Bagikan Hal Penting untuk Peserta

Ristia Afifah

Menjelang Tahun Ajaran Baru, Faber Castell Gelar Program #SiapBacktoShool

Ristia Afifah

Berawal dari Semangat Perjuangan Para Guru Pribumi Zaman Kolonial Belanda 1912 Sejarah PGRI

Ristia Afifah

#SelasaBahasa Ajak Anak Muda Gunakan Bahasa Indonesia di Media Sosial

Ristia Afifah

Daftar Di Http://pendaftaran Sbmptn.ltmpt.ac.id, Pendaftaran SBMPTN 2019 Dibuka Hari Ini

Ristia Afifah

Bergambar Lengkap Bahasa Indonesia & Inggris Belum Terlambat! 50 Ucapan Selamat Hari Ibu

Ristia Afifah

Leave a Comment