24.3 C
Jakarta
Wednesday, Feb 19, 2020
Image default
Metropolitan

Itu Berlebihan Kubu Kontra Minta Anies Baswedan Mundur dari Jabatannya Aksinya Norak Fahira Idris

Ratusan masyarakat dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa untuk meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mundur dari jabatannya. Satu di antara yang ikut demonstrasi adalah politisi PDI Perjuangan, Dewi Tanjung. "Tuntutan kita minta pertanggungjawaban kinerja Bapak Gubernur Anies Baswedan."

"Juga ada tuntutan kita Anies Baswedan mundur," ujar Dewi Tanjung dalam kegiatan aksi unjuk rasa di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). Terkait hal itu, anggota DPD RI, Fahira Idris menyebut apa yang dilakukan tersebut hingga meminta Anies Baswedan mundur dari jabatannya terlalu berlebihan. Pernyataan tersebut disampaikan Fahira dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, Selasa.

"Saya merasa apa yang mereka lakukan itu terlalu berlebihan." "Apalagi isunya itu sudah ingin menurunkan gubernur, menurut saya itu aksinya norak, makar, tidak sesuai," ujar Fahira. Fahira menuturkan, jika ingin menyampaikan aspirasi mengenai keluhan banjir tidak masalah.

Tetapi menjadi berlebihan ketika ingin menurunkan Anies Baswedan. "Mengapa menjadi berlebih lebihan hingga ingin menurunkan Anies Baswedan," terang Fahira. Lebih lanjut, Fahira menjelaskan, pihaknya mengapresiasi tindakan sejumlah korban banjir yang menggugat Anies Baswedan.

Namun, menurutnya, aksi untuk menurunkan Anies Baswedan sangat tidak tepat. "Betul, artinya gini kan sudah ada yang melaksanakan action , itu menurut saya sudah baik." "Tetapi aksi untuk menurunkan Anies Baswedan inilah yang menurut saya tidak tepat," terang Fahira.

"Tapi kalau mau menyampaikan aspirasi tentang keluhan banjir silahkan, tidak ada yang menolak soal itu," terang Fahira. "Yang membuat kami berang, khawatir dan lain sebagainya adalah isunya mereka ingin menurunkan Anies Baswedan," tambahnya. Lebih lanjut, Fahira Idris menegaskan soal poin yang menurutnya norak dan berlebihan.

"Di bagian yang ingin menurunkan Anies Baswedan, itu saja menurut saya," terangnya. Mengutip , para demonstran yang mengatasnamakan sebagai massa pro dan kontra terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkumpul di Balai Kota DKI Jakarta. Ada dua kubu yang berunjuk rasa, mereka menyampaikan tuntutan berbeda terkait kebijakan Anies Baswedan dalam menghadapi banjir di Jakarta.

Kubu yang kontra diperkirakan berjumlah 200 orang. Mereka mendesak agar Anies Baswedan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mereka memprotes dan menilai kebijakan Anies Baswedan tidak efektif dalam menghadapi banjir.

Sementara kubu yang pro terhadap Anies Baswedan diperkirakan berjumlah 250 orang. Mereka membela Anies Baswedan karena menilai bencana banjir telah terjadi sejak dahulu di Jakarta.

Baca Lainnya

Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku Persekusi Terhadap 2 Anggota Banser NU di Jakarta Selatan

Ristia Afifah

Sepekan Perluasan Aturan Ganjil Genap, 8014 Pengendara Ditilang karena Melanggar

Ristia Afifah

Rangkaian Gerbong Commuter Line Terguling Akibat Tertimpa Listrik Di Antara Cilebut Bogor

Ristia Afifah

Pembunuhan Mayat dalam Karung di Bekasi Diduga Dipicu Cinta Segitiga dan Perebutan Anak

Ristia Afifah

Penjual Sepatu yang Sempat Dicatut Namanya Miliki 3 Mobil Mewah Kini Bisa Pakai KJP Lagi

Ristia Afifah

Masih Berstatus Saksi, Kivlan Zen : Saya akan Terima Keputusan Penyidik Apa Adanya

Ristia Afifah

Tak Gunakan Seatbelt Jadi Pelanggaran Terbanyak Tilang Elektronik

Ristia Afifah

Menteri Sosial Sudah Salurkan Bantuan Capai Rp 4 Miliar Siap Bantu Warga akibat Banjir di Jakarta

Ristia Afifah

Tingkatkan Kualitas Berpolitik Melalui Orlentama Angkatan II Kosgoro 1957 Provinsi DKI Jakarta

Ristia Afifah

Petugas Masih Kesulitan Padamkan Api yang Membakar Mal Lokasari Plaza

Ristia Afifah

Mabuk Miras, Rudolfus Nekat Ajak Dua Kawannya Memalak Sopir Bus di Islamic Center Koja

Ristia Afifah

Jawa & Sumatera Harusnya Disambung Banjir Jakarta Fahri Hamzah Singgung Kepadatan Penduduk

Ristia Afifah

Leave a Comment