27 C
Jakarta
Friday, Jan 24, 2020
Image default
Nasional

Jenderal Sudirman hingga Pattimura dari Bung Tomo Ucapan Pesan & Kata Mutiara Para Pahlawan

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November di setiap tahunnya. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Cikal bakal hari Pahlawan berawal dari pertempuran pada 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur.

Pada pertempuran tersebut, rakyat Indonesia yang ada di Surabaya berusaha untuk mengusir penjajah dengan dipimpin oleh Bung Tomo. Dengan peringatan hari pahlawan, diharapkan generasi muda saat ini dapat lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. The Founding Fathers Bung Karno pernah mengungkapkan, bahwa Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Untuk mengingat kembali jasa para pahlawan, berikut ini beberapa pesan para pahlawan yang dapat kita renungkan, seperti dilansir surat Edaran Mendikbud tentang Peringatan Hari Pahlawan 2019. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” (Pidato HUT Proklamasi 1963) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

“Jangan Sekali kali Meninggalkan Sejarah” “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata mata untuk membela cita cita” “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”. (Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan). “Selama banteng banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.”

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945). “Tempat saya yang terbaik adalah ditengah tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. (Disampaikan pada jam jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).

“Pattimura pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura pattimura muda akan bangkit” (Disampaikan pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817). “Right or Wrong my country, lebih lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya“.

(Pernyataannya sebagai seorang nasionalis dan patriot). “Cita cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar benar didukung oleh kekuatan kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri“. (Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27 28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris).

“Kita yang berjuang jangan sekali kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“. (Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang). “Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama“

(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera). “Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang“. (Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

Rumongso melu handarbeni ( merasa ikut memiliki ), Wajib melu hangrungkebi ( wajib ikut mempertahankan ) Mulat sario hangroso wani ( mawas diri dan berani bertanggung jawab ). (Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I). “Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku” Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI).

“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya“. (Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah ). “Berulang ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali” (Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya)

Pahlawan pahlawan di dalam tentara kami, satu dengan yang lainnya berselisih, dan kemudian yang gagah berani menyerah

Baca Lainnya

Laode M Syarif Berharap Kabareskrim Baru Dapat Selesaikan Kasus Novel Baswedan

Ristia Afifah

Kata Pakar Militer soal Posisi Wakil Panglima TNI

Ristia Afifah

Sampai 16 Oktober Pendidikan Minimal Diploma Pendaftaran Lowongan Kerja Non PNS RSUP Persahabatan

Ristia Afifah

Polisi Sebut Telah Periksa 73 Saksi & 7 Kali Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Terungkap

Ristia Afifah

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Ristia Afifah

Cocok Buat Update Status Sosmed Kumpulan Kata Bijak buat Peringati Hari Pahlawan 10 November

Ristia Afifah

Pasca OTT di Talaud, KPK Gelar Apresiasi Jurnalis Lawan Korupsi 2019 di Manado

Ristia Afifah

TPS di Tangerang dan Tangsel Bakal Dijaga 2.132 Prajurit TNI saat Pemungutan Suara

Ristia Afifah

Jangan seolah-olah di PKS Tidak Pipin Sopian Ungkap Potensi Nepotisme Gibran Maju di Pilkada PDIP

Ristia Afifah

Kemenhub Undang Swasta Kembangkan Pelabuhan Tanah Ampo

Ristia Afifah

Pembatas Merah VIP Masih Terpasang di RS PKU Muhammadiyah Solo Hari ke-3 Kelahiran La Lembah Manah

Ristia Afifah

Seleksi PPDB Ketat, Perlu Persiapan Finansial Sejak Dini

Ristia Afifah

Leave a Comment