34.1 C
Jakarta
Tuesday, May 26, 2020
Image default
Kesehatan

Jenis Narkoba dalam Kasus Ririn Ekawati TRIBUNNEWSWIKI – Mengenal Dampak Happy Five

<div ><div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Happy Five atau erimin adalah jenis obat keras untuk gangguan psikologi dengan nama generik nimetazepam. Obat yang dikembangkan di Jepang dan Tiongkok ini termasukgolongan benzodiazepine.

Awalnya, obat nimetazepam diresepkan bagi pasien dengan gangguan tidur seperti insomnia dan kejang otot. Cara kerja nimetazepam adalah memperlambat aktivitas sistem saraf pusat di otak. Akan tetapi, biasanya dokter baru akan meresepkan obat ini hanya jika pasien tidak merespon jenis obat lainnya.

Dengan kata lain, obat ini hanya akan diberikan jika terpaksa, tidak bisa sembarangan dan harus dalam pengawasan dokter. <div ><div id='Bahaya'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Seperti obat obatan jenis benzodiazepine lainnya, erimin sering disalahgunakan sebagai narkoba, terutama di negara negara Asia termasuk Indonesia.

Banyak orang menyalahgunakan erimin karena obat ini bisa memberikan sensasi yang unik, yaitu tenang dan rileks. Padahal, bahkan dengan pengawasan dokter dan dosis rendah saja obat ini sebenarnya sudah cukup berbahaya. Efek samping Happy Five atau erimin antara lain:

Sedangkan, bila seseorang mengonsumsi Happy Five sebagai narkoba (dikonsumsi tanpa resep dokter dan dosisnya berlebihan), tentu dapat mengakibatkan ketergantungan. Terlebih lagi ketika digunakan dalam dosis tinggi, obat ini dapat memberikan efek samping yang mematikan. <div ><div id='Ketergantungan'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Sedangkan, bila seseorang mengonsumsi Happy 5 sebagai narkoba (dikonsumsi tanpa resep dokter dan dosisnya berlebihan), tentu dapat mengakibatkan ketergantungan. Terlebih lagi ketika digunakan dalam dosis tinggi, obat ini dapat memberikan efek samping yang mematikan. Jika orang yang sudah terbiasa mengonsumsinya melewatkan atau mengurangi dosis obat tersebut, muncullahreaksi putus obat(sakau) aliaswithdrawal symptoms.

Gejala gejala yang timbul dari putus obat erimin adalah: Di samping berbagai bahaya di atas, konsumsi Happy 5 atau erimin dalam jangka panjang terbukti dalam sejumlah penelitian bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Orang yang mengonsumsi obat nimetazepam dalam jangka panjang juga lebih rentan mengalami efek samping dan gejala putus obat yang parah.

Maka, bukannya merasa bahagia aliashappy,narkoba ini malah menyebabkan ancaman yang serius pada tubuh hingga nyawa seseorang. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala gejala di atas atau menyalahgunakan nimetazepam dalam bentuk apa pun, segera periksa ke dokter dan hubungi panti rehabilitasi terdekat. <div ><div id='AsalUsul'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Di negara asal produksinya, Jepang, nama asli obat ini sebetulnya bukan Happy Five, tapi Erimin Five. Obat ini mengandung zat yang punya karakteristik hipnotik dan sedatif bernama nimetazepam. Mereka yang menggunakan obat ini biasanya akan merasa rileks, tenang, dan bahagia.

Maka dari itu, orang orang yang menyalahgunakannya kemudian memberi julukan Happy Five untuk psikotropika ini. Konon, orang Jepang mengonsumsi obat yang sudah mulai diproduksi pada tahun 1964 ini agar mereka semakin aktif dalam bekerja. Saat ini peredarannya sudah merambah hingga ke berbagai negara di Asia seperti Laos, Singapura, Hong Kong, dan tentunya Indonesia.

<div ><div id='KasusdiIndonesia'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Meski menurut pihak kepolisian obat ini tak banyak difavoritkan oleh para pemakai obat terlarang di Indonesia, tapi segmen peminatnya cukup menarik. Biasanya datang dari kalangan anak muda, terutama artis.

Sebab, selain harganya lebih murah, barang ini juga lebih mudah didapat ketimbang ekstasi asli. Alasannya rata rata karena ingin sejenak melupakan kepenatan hidup, ya bisa dibilang “nge fly” sesaatlah. Memang usia remaja menuju dewasa adalah usia yang rawan terjerumus ke dalam jurang kenikmatan sesaat seperti ini.

Meski tak menutup kemungkinan ragam alasan lainnya seperti sekadar coba coba, hiburan semata, atau menjaga stamina dalam beraktivitas. <div >

Baca Lainnya

Ternyata Bentuk Pantat Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan & Risiko Penyakit yang Mengintaimu saat Ini

Ristia Afifah

Manny Pacquiao Minum Jamu Tradisional Indonesia Ternyata! Saat Kelelahan

Ristia Afifah

Ahli Harvard Memperkirakan Virus Corona Mungkin Sudah Masuk menuju Indonesia tapi Tak Terdeteksi

Ristia Afifah

Yuk Bersihkan dengan 3 Bahan Alami Ini Paru-paru Kotor Berisiko Terjangkit Kanker

Ristia Afifah

FOTO-FOTO Perbedaan Setelah Cuci Tangan Pakai Hand Sanitizer & Sabun Manakah yang Lebih Bersih

Ristia Afifah

Begini Hasilnya Pria Ini Konsumsi Cola Selama 30 Hari Buktikan Betapa Bahayanya Minuman Bersoda

Ristia Afifah

5 Manfaat Penting Bawang Putih bagi Kesehatan

Ristia Afifah

Ibu Hamil & Calon Pengantin Disarankan Tes HIV/AIDS Cegah Penularan HIV/AIDS

Ristia Afifah

6 Alasan Kenapa Beberapa Jenis Obat Dikonsumsi Setelah Makan

Ristia Afifah

Perlu Kerjasama Pemerintah & Industri Hadapi Ancaman Kenaikan Prevalensi Penyakit Kanker

Ristia Afifah

Masih Jadi Cara Jitu Antisipasi Virus Corona Cuci Tangan Hingga Pakai Masker Gaya Hidup Sehat

Ristia Afifah

Hidangan Lebaran Bikin Kolesterol Meningkat? Konsumsi 10 Makanan Ini

Ristia Afifah

Leave a Comment