25.6 C
Jakarta
Wednesday, Dec 11, 2019
Image default
Nasional

Jokowi & Ahok Teman Sejati Tanggapi Pengangkatan Ahok Jadi Bos BUMN Fadli Zon

Anggota DPR RI Fadli Zon mengungkap alasan kenapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk bergabung ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Melalui media sosial, Twitter pribadi miliknya, Fadli Zon menyebut pengangkatan Ahok menjadi pejabat BUMN karena adanya hubungan yang medalam antara Jokowi dengan Ahok. Menurut Fadli Zon hubungan keduanya lebih dari sekedar teman politik.

Fadli Zon berpendapat, antara Jokowi dan Ahok terjalin hubungan teman sejati. Kalau P @jokowi mengangkat Ahok menjadi pejabat BUMN, itu menunjukkan hubungan mereka yang dalam. Bukan sekedar teman politik, tapi teman sejati ," tulis akun Twitter @fadlizon . Cuitan Fadli Zon tersebut lantas dikomentari oleh Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya.

Kalo mengangkat Prabowo jadi Menhan karena apa uda ," tulis akun Twitter @yunartowijaya pada cuitan akun Twitter @fadlizon . Komentar Yunarto Wijaya tersebut seolah mempertanyakan soal keputusan Jokowi yang mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menuturkan jika dalam pemilihan Ahok sebagai kandidat untuk menjabat di BUMN, pihak Kementerian BUMN sudah terlebih dulu melakukan koordinasi dengan Presiden Jokowi.

Kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergabung dalam satu di antara posisi strategis diBUMNsanter terdengar. Kabar tersebut datang setelah Ahok mendatangi KementerianBUMNdan bertemu dengan Erick Thohir, Rabu (13/11/2019). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas banyak hal terkait denganBUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan jika pihak BUMN sangat berharap Ahok untuk bergabung dan memperkuat BUMN. "Harapan kita memang Pak Ahok bisa bergabung bersama kita, satu di antaraBUMNdi Indonesia," jelas Arya dalam tayangan yang diunggah YouTubeKompasTv, Rabu. "Kita juga mengharapkan Pak Ahok bersedia juga untuk bergabung lah, memperkuatBUMNkita gitu," terang Arya.

Saat disinggung di sektor mana Ahok akan ditempatkan, Arya menuturkan jika Ahok akan ditempatkan pada sektor yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang. "Yang pasti kalau sektor mana, pasti yang kita lihat yang membutuhkan perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang lah," ujar Arya. Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung sekira 1,5 jam tersebut, pihakBUMNhanya meminta kesedian Ahok untuk bergabung.

"Soal energi atau apa pun itu kita belum tahu, tapi yang pasti tadi prinsipnya adalah meminta kesediaan beliau dulu supaya mau bergabung bersama kita," kata Arya. Arya menegaskan, jikaBUMNbutuh orang seperti Ahok yang bisa mendukungBUMN. "Karena kita memang butuh orang orang seperti Pak Ahok yang memang bisa mendukungBUMN," ungkapnya.

Menurutnya, Ahok sudah punya kapasitas yang diakui oleh publik. "Beliau kan punya kapasitas yang diakui oleh publik untuk hal hal yang bisa memperbaiki banyak hal juga," terangnya. Lebih lanjut Arya menjelaskan, jika Erick Thohir melihat Ahok punya kemampuan untuk membantuBUMN.

"Yang pasti soal rekomendasi atau apapun itu namanya, banyak masukan lah dari kita kepada Pak Erick ya, dan Pak Erick melihat bahwa ini memang bisa untuk membantu kita," jelasnya. Saat disinggung terkait dengan keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan Ahok sebagai kandidat untuk menempati satu di antara posisi strategis diBUMN, Arya menegaskan jika memang ada koordinasi dengan Jokowi. "Strategis sudah pasti," jelas Arya.

"Yang pasti setiap posisi posisi yang vital untukBUMNkan kita harus koordinasi sama Pak Jokowi, tidak mungkin tidak," ujarnya. Saat ditanya kapan Ahok bisa bergabung, Arya berharap secepatnya Ahok dapat bergabung denganBUMN. "Kita harap secepatnya juga Pak Ahok bisa bergabung dengan kita," terangnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, saat melakukan telewicara dengan Kompas Petang, Rabu, Arya mengatakan jika Ahok menyampaikan kesediaannya untuk bergabung bersama denganBUMN. Menurut Arya, sepanjang itu untuk kepentingan negara dan bangsa, Ahok bersedia kalau memang ditugaskan. Arya juga menambahkan jika Ahok sudah mengetahui gambaran secara garis besar posisi yang akan dia tempati.

Analis Politik dariLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Siti Zuhroturut berkomentar terkait dengan rencana bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). MenurutSiti Zuhro, Ahok merupakan sosok yang hingga kini masih menjadi kontroversi di masyarakat. Saat namanya digadang gadang akan menduduki jabatan di BUMN, banyak reaksi, pro dan kontra yang berkembang di masyarakat.

"Sudah secara tidak langsung Pak Erick Thohir melakukantesting the waterya, ketika disebutkan namanya Pak Ahok langsung ada reaksi yang luar biasa," tutur Siti Zuhro dalam tayangan yang diunggah YouTube KompasTV, Jumat (15/11/2019). "Baik dari media mainstream maupun media online, dan sosmed dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa sosok Pak Ahok tetap menjadi kontroversi, pro kontra dengan semua argumentasi dan sebagainya," tambahnya. Menurut Situ Zuhro, pihaknya sejak awal sudah mewanti wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak merekrut siapa pun yang akan menimbulkankontroversi.

"Padahal sejak awal, bahkan sebelum pelantikan kabinet kita wanti wanti kepada Pak Jokowi dan Pak Maruf (Amin) mohon untuk tidak merekrut siapa pun yang akan menimbulkan kontroversi dan perdebatan di tengah masyarakat," ungkapSiti Zuhro. Siti Zuhro menuturkan pemilihan Ahok yang akan menduduki jabatan di BUMN tidak semata mata karena faktor profesionalitas tetapi juga ada faktor politik. "Pemilihan Pak BTP tidak semata mata karena profesionalitas, karena kalau profesionalitas, (kalau) saya jadi Pak Jokowi, saya memilih Pak Djarot ini, jelas jelas orang yang tidak dipermasalahkanbackground nya,life history nya, secaracurriculum vitae nya oke," terangSiti Zuhro.

MenurutSiti Zuhroseharusnya pemilihan penjabat publik itu harus teliti dan akurat agar tidak menimbulkan percekcokan di tengah masyarakat. "Jadi menurut saya, yang tidak prinsip prinsip itu dihindari, karena Pak Jokowi mau melakukan kerja kerja yang paling kurang sampai 2023 mendatang, 2024 itu ada manifestasinya, wujud konkritnya," kataSiti Zuhro. "Oleh karena itu ya pemilihan pejabat publik itu harus super teliti ya, super akurat karena kalau tidak akurat ini akan menimbulkan percekcokan di tengah masyarakat," jelasSiti Zuhro.

Baca Lainnya

Prabowo Soroti Negara Asing di Bumi Pertiwi yang Bikin Negara Rapuh

Ristia Afifah

Begini Ekspresi AHY Saat Uluran Tangannya Ditolak Video Megawati Buang Muka di Depan Surya Paloh

Ristia Afifah

Tanggapi Karni Ilyas Cuti dari ILC, Fadli Zon: Kelihatannya Ada Tekanan Luar Biasa

Ristia Afifah

Cocok Buat Update Status Sosmed Kumpulan Kata Bijak buat Peringati Hari Pahlawan 10 November

Ristia Afifah

Jokowi Ingin PKH Bermanfaat untuk Peningkatan Gizi Anak

Ristia Afifah

Pekanbaru Hujan Petir di Siang Hari Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Besok Minggu 24 November 2019

Ristia Afifah

Hari Ini dalam Sejarah: 23 Agustus 1949, Dimulainya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda

Ristia Afifah

44 Dokter Kepreisdenan Disiapkan Untuk Merawat BJ Habibie, Tak Akan Dibawa ke Jerman

Ristia Afifah

Jatah Menteri Setelah Prabowo Bertemu Megawati, Dedi Mulyadi Yakin Jokowi Pilih Sesuai Keahliannya

Ristia Afifah

Simak Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besar Selasa (23/7/2019) Bengkulu Cerah Berawan Sepanjang Hari

Ristia Afifah

Pemulihan Psikologis Pelaku dan Korban Perundungan, LPKA dan KPAI Bisa Berikan Rekomendasi

Ristia Afifah

Daftar Instansi yang Masih Membuka Pendaftaran CPNS 2019 hingga 30 Desember Mendatang

Ristia Afifah

Leave a Comment