27.1 C
Jakarta
Monday, Jan 20, 2020
Image default
Kesehatan

Kata Dokter Sandiaga Gangguan Lambung, Mungkinkah Ini Pengaruhi Tenggorokannya Hingga Tak Bersuara?

Terlihat lesu dan harus menjalani tes darah, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan medis oleh dokter. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Bekasi Barat, Dokter Kartariadi, Sandiaga didiagnosa menderita penyakit gangguan lambung dan radang tenggorokan. Seberapa dampak penyakit ini sampai membuat suami Nur Asia Uno ini ampak lesu saat bersama Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangan di Pemilu Presiden 2019 di Jalan Kertangera, Kamis (18/4/2019)?

Sandiaga Uno yang saat itu mendampingi Prabowo hanya diam sambil sesekali tersenyum saat Prabowo menyampaikan pernyataanya terkait Pemilu Presiden 2019, Dokter Kartariadi yang datang bersama pimpinan Rumah Sakit Awal Bros, Prof. Yos E. Susanto dan Leona itu memeriksa secara klinis kesehatan Sandi, mulai dari tekanan darah serta pemeriksaan mulut, mata dan telinga. Pemeriksaan yang berlangsung sekitar setengah jam itu menyimpulkan kondisi kesehatan Sandi.

Sandi diketahui mengalami peradangan pada bagian tenggorokan serta flu. Hal tersebut menyebabkan kondisi nya masih belum pulih ditambah adanya dugaan gangguan lambung akibat menurunnya nafsu makan. Terkait hal tersebut, Dokter Kartariadi menganjurkan kepada Sandiaga Uno agar beristirahat total.

Sementara, proses pemeriksaan lanjutan akan kembali dilakukan dengan pemeriksaan darah dan tingkat kolesterol. "Saran oleh dokter istirahat total, disarankan bed rest oleh dokter karena kondisi sekarang gangguan lambung dan radang tenggorokan. Selanjutnya akan dilakukan check darah dan kolesterolnya besok," ungkap Dokter Kartariadi di kediaman Sandi, Jalan Pulombangkeng 5, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (19/4/2019). Apa yang terjadi pada tubuh Sandiaga sebenarnya? Bagaimana gangguan lambung sampai membuatnya terdiam tanpa suara?

Dikutip dari artikel kompas.com berjudul Ketika Asam Lambung Naik Hingga ke Kerongkongan" disebutkan asam lambung memegang peranan penting dalam fungsi pencernaan. Zat yang diproduksi lambung ini bisa mengurai makanan agar mudah diserap oleh tubuh. Hanya saja, jika sampai keluar dari area lambung, asam lambung bisa membawa petaka. Soalnya, hanya dinding lambung yang bisa bertahan dari serangan penyakit meskipun terkena asam lambung setiap saat. Maklum, dinding lambung memiliki lapisan pelindung.

Sebaliknya, jika asam lambung beredar di organ tubuh yang tidak memiliki lapisan pelindung, maka bisa berbahaya bagi kesehatan. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah asam lambung ke luar dari lambung dan naik ke kerongkongan. Dalam dunia kedokteran penyakit yang muncul akibat naiknya asam lambung ini dikenal dengan istilah gastro esophageal reflux disesase (GERD). "Penyakit ini terjadi karena ada aliran balik isi lambung ke atas," kata Asrul Harsal, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Saat naik, asam lambung berikut makanan yang diurainya ikut ke luar dari lambung. Gambaran singkatnya begini. Dalam proses pencernaan sebelum masuk ke lambung, makanan yang masuk dari mulut harus melewati saluran esophagus atau kerongkongan. Panjang kerongkongan bukan sebatas leher saja, tapi juga di bagian dada sebelum lambung.

Dalam GERD, makanan dan cairan yang sudah masuk ke lambung kembali naik ke kerongkongan. Sakit di daerah dada Gejala gejala umum GERD adalah rasa perih yang hebat di lambung dan ulu hati. Karena nyeri tersebut, penderita GERD sering merasa mual dan muntah muntah, bahkan sampai muntah kering.

Pada saat muntah, biasanya asam lambung naik sampai kerongkongan dan menyebabkan perih. Selain itu, dada terasa terbakar dan panas. "Gejala lainnya sulit menelan, batuk kronis, radang tenggorokan, dan sering sendawa," kata Suhanto Kasmali, dokter umum dan Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur. Karena terasa sakit di daerah dada, seringkali gejala GERD dikira sakit jantung.

Salah diagnosa ini biasanya terjadi jika penderita sebelumnya tak memiliki riwayat sakit maag. Padahal, setelah diterawang melalui endoskopi, asam lambung sudah ada di daerah kerongkongan. Oh ya, endoskopi adalah cara melihat ke dalam bagian tubuh manusia secara langsung. GERD terjadi karena klep atau otot cincin pada perbatasan kerongkongan dengan lambung melemah.

Dalam keadaan normal, otot cincin itu mengunci agar makanan yang masuk tak keluar lagi ke kerongkongan. Tekanan tinggi akibat produksi. asam lambung yang berlebihan juga menjadi faktor utamanya. Selain itu, kelainan anatomi seperti kelainan gerakan usus juga bisa menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Suhanto bilang, GERD tidak mengenal kelompok usia dan bisa menyerang siapa pun.

"Tapi, paling banyak usia 30 tahun 40 tahun," kata Suhanto. Dalam jangka panjang, GERD akan menyebabkan komplikasi di daerah kerongkongan, seperti radang, pendarahan, dan penyempitan. Beredarnya cairan lambung di daerah yang tidak seharusnya juga bisa menyebabkan kesulitan menelan, pencetus asma, batuk menahun, bahkan bisa menimbulkan kanker kerongkongan. Jadi, jangan sepelekan penyakit yang diakibatkan asam lambung ini. Dokter Kartariadi mengungkapkan Sandi sempat bertanya kepada dirinya apakah tetap dapat berolahraga. Namun, merujuk lemahnya kondisi kesehatan Sandi, dirinya melarang dan menganjurkan agar Sandi beristirahat total.

"Pak Sandi sempat bertanya apakah boleh melakukan kegiatan olahraga tapi saya menyarankan bed rest total," ungkapnya. Kondisi kesehatan Sandi menjawab seluruh dugaan miring yang dialamatkan sejak Prabowo Subianto mendeklarasikan diri memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Begitu juga dengan absennya Sandi dalam acara Syukuran Kemenangan Indonesia yang digelar di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (19/4/2019)

Reporter: / /S<a> anny Cicilia Simbolon </a>

Baca Lainnya

Sebagian Orang Percaya Ketindihan Ulah Makhluk Halus, Bagaimana Menurut Pandangan Medis?

Ristia Afifah

Dinkes DKI Bagikan Trik Hindari Heat Stroke Cuaca Ekstrem

Ristia Afifah

Hidangan Lebaran Bikin Kolesterol Meningkat? Konsumsi 10 Makanan Ini

Ristia Afifah

Madu hingga Teh Kantong Cara Mengatasi Iritasi Mata Pakai Bahan Alami

Ristia Afifah

Nutrisi yang Sesuai buat Pasien Kanker Caring People 2019

Ristia Afifah

Kenali lebih Dekat Fakta & Mitos tentang Penyakit HIV/AIDS Peringati Hari AIDS Sedunia 1 Desember

Ristia Afifah

Ini Tips Mengolah Sate Agar Tak Cepat Gosong

Ristia Afifah

BPJS Kesehatan Ingatkan Rumah Sakit Agar Perhatikan Masalah Akreditasi

Ristia Afifah

Hati Hati, Kelebihan Makanan Manis Saat Berbuka Puasa Bisa Timbulkan Jerawat

Ristia Afifah

Tetap Bisa Sehat Tanpa Beranjak dari Kasur 5 Olahraga buat Kaum Malas Gerak & Hobi Rebahan

Ristia Afifah

Camilan Sehat Yang Baik Dikonsumsi Pengidap Diabetes

Ristia Afifah

Ternyata Tak Hanya buat Sembuhkan Diare 5 Manfaat Daun Jambu Biji

Ristia Afifah

Leave a Comment