31 C
Jakarta
Thursday, Jul 9, 2020
Image default
Kesehatan

Kebanyakan Makan Pisang Bisa Picu Masalah Kesehatan

Pisang kaya kandungan gizi, mulai dari potasium, asam folat, mangan, serta vitamin C dan B6. Oleh karenanya, pisang biasanya dipilih sebagai menu sarapan atau menjadi menu andalan saat ingin menurunkan berat badan, karena dianggap mengenyangkan. Padahal, mengonsumsi pisang dalam jumlah yang salah bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Menurut Pusat Data Pangan Departemen Pertanian AS, satu pisang segar berukuran sedang dengan berat 118 gram mengandung 105 kalori, 27 gram karbohidrat, tiga gram serat, 0,3 gram lemak, dan satu gram protein. Selain itu juga mengandung 17 persen vitamin C, 12 persen vitamin B6, 12 persen kalium, 16 persen mangan, dan 18 persen magnesium dari nilai harian atau daily value (DV). Meski pisang mengandung lemak dan protein, porsinya tidak mencukupi kebutuhan asupan nutrisi penting yang direkomendasikan setiap hari.

Protein adalah nutrisi penting yang bertanggung jawab untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh, kesehatan tulang, pembangunan otot dan perbaikan jaringan, sesuai dengan studi yang diterbitkan di Perpustakaan Kedokteran Nasional AS. Lemak, di sisi lain, memberi energi tubuh dan membantu penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak. Plus, itu meningkatkan produksi hormon dan kesehatan otak. Pisang sebaiknya dimakan sebagai camilan, yang tak bisa diperlakukan sebagai pengganti makanan lengkap, karena minimnya jumlah lemak dan protein yang tak bisa memenuhi kebutuhan tubuh, agar tetap berfungsi dengan baik.

Kamu bisa mengonsumsi pisang dengan makanan yang kaya akan nutrisi, seperti kenari, selai kacang, dan telur rebus. Makanan yang mengandung buah dan lemak sehat umumnya dianggap seimbang secara nutrisi. Kamu juga dapat mengonsumsi lebih dari satu pisang per hari. Namun, disarankan untuk membatasi asupan hariannya, karena konsumsi berlebihan meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Pisang memiliki kalori yang sangat rendah, tetapi mengonsumsinya melebihi dari asupan harian yang disarankan akan berisiko menambah berat badan. Menurut Science Direct, kandungan pati pisang hijau mentah berubah menjadi gula saat buah matang. Karenanya, kalori yang dimakan dari pisang matang bersumber dari gula. Konsumsi berlebih akan membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah.

Mereka yang menderita kondisi seperti prediabetes dan diabetes, tidak disarankan untuk mengonsumsi pisang terlalu banyak. Kondisi ini mengharuskan pasien untuk mengatur kondisi gula darah mereka, untuk mencegah penyakit mereka berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa seperti stroke, penyakit jantung, dan bahkan kematian. Asupan pisang yang direkomendasikan setiap hari adalah 1 3 porsi sedang per hari. Ini dianggap asupan moderat bagi kebanyakan orang sehat.

Baca Lainnya

Tak Boleh Asal-asalan Jika Tak hendak Terkena Kanker Mulut! 6 Cara Sikat Gigi yang Benar

Ristia Afifah

Apa Iya Kebiasaan Minum Kopi Bahayakan Kesehatan Ginjal

Ristia Afifah

Olahraga Teratur hingga Pilih Sumber Protein Favorit 6 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Diet

Ristia Afifah

Perlu Ada Masterplan Penanggulangan Kanker di Indonesia Angka Penderita Tak Pernah Turun

Ristia Afifah

Pentingnya Menu Bergizi & Nikmat dalam Gelaran Pesta

Ristia Afifah

Hanya Butuh 3 Bahan Bahan & Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Ristia Afifah

Baju Olahraga Suka Berbau Keringat Sehabis Dipakai? Simak 6 Tipsnya dari Pakar Kesehatan

Ristia Afifah

BPJS Kesehatan Ingatkan Rumah Sakit Agar Perhatikan Masalah Akreditasi

Ristia Afifah

Ternyata Beberapa Orang Ini Tak Disarankan Konsumsi Buah Naga Meski Kaya Manfaat

Ristia Afifah

ThermiVa, Pendekatan Baru untuk Perawatan Organ Intim Wanita yang Sudah Menikah

Ristia Afifah

Nutrisi yang Sesuai buat Pasien Kanker Caring People 2019

Ristia Afifah

Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah dengan Daun Sirih & Jeruk Nipis

Ristia Afifah

Leave a Comment