25.4 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Nasional

Kepolisian Tegaskan Pesepeda Wajib Patuhi Rambu & Lampu Lalu Lintas

Pihak kepolisian mengungkapkan pesepeda wajib menaati peraturan lalu lintas saat bersepeda di jalan raya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Tegal, AKP Bakti Kautsar Ali merespons viralnya sejumlah pesepeda yang nekat menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu merah. Menurut Bakti, apa yang dilakukan sejumlah pesepeda tersebut adalah hal yang salah.

Imbauan pun sudah disampaikan kepolisian kepada masyarakat yang gemar bersepeda. "Kalau ditilang tidak, cuma kita kasih imbauan," ujarnya. AKP Bakti pun memberikan sejumlah imbauan untuk para pesepeda.

"Safety tolong diperhatikan, protokol kesehatan diutamakan, jangan bergerombol," ujarnya. Kemudian Bakti juga meminta agar pesepeda tidak berjajar di jalan raya. "Karena akan memenuhi jalan dan membahayakan," katanya.

Selain itu para pesepeda juga diminta untuk menjaga jarak. "Serta taati lampu merah, juga jangan parkir sembarangan," kata Bakti. Bakti juga menegaskan, pesepeda wajib berhenti apabila lampu APILL berwarna merah.

"Harus berhenti untuk keselamatan, apalagi Kota Tegal masih jalur pantura, yang lewat ada truk truk besar," ungkapnya. Pihaknya berharap, pesan positif untuk menaati aturan lalu lintas bagi pesepeda disebarluaskan. "Kami minta tolong untuk saling menjaga, kami tidak bisa membatasi tren, tapi mari untuk menaati lalu lintas demi keselamatan," pungkasnya.

Bakti menyebut Satlantas tengah berkoordinasi dengan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Tegal untuk pembuatan jalur khusus sepeda. Selain itu pihaknya juga akan membahas aturan main bagi pesepeda. "Seperti parkir dan jalur bersepeda, agar mematuhi rambu lalu lintas," ungkapnya.

Menurut Bakti, bersepeda adalah kegiatan yang positif. "Ya sepedaan itu positif, tapi saking banyaknya terus ada yang menerobos lampu merah," ungkapnya. Ia menyebut bersepeda adalah wujud masyarakat Kota Tegal dalam meluapkan kegembiraan.

"Setelah dari isolasi wilayah, lockdown , PSBB, kemudian dibuka, banyak kegembiraan masyarakat," ujarnya. Menurutnya, pihaknya tidak bisa melarang tren kegiatan bersepeda di masyarakat. "Kita selalu mengimbau, kita juga harus mengikuti tren," ujarnya.

Bakti juga menyebut pihaknya akan mencoba memberikan contoh bersepeda yang baik kepada masyarakat. "Nanti mungkin kita akan berpatroli dengan menggunakan sepeda untuk memeberikan contoh," ungkapnya. Sementara itu tren bersepeda menjadi tren di sejumlah wilayah di nasional.

Wajibnya pesepeda mematuhi peraturan lalu lintas jika bersepeda di jalan raya juga diungkapkan dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub). Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Ari Wibowo, mengungkapkan masih dijumpai sejumlah pesepeda yang tidak mematuhi lalu lintas. Ari menegaskan aturan lalu lintas tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, namun seluruh pengguna lalu lintas termasuk pesepeda.

"Pesepeda harus mematuhi rambu rambu, patuhi lampu merah," ungkapnya. Ari juga mengungkapkan ada banyak hal yang harus diperhatikan pesepeda apabila memilih jalur jalan raya. Menurut Ari, risiko keamanan bersepeda di jalan raya lebih tinggi dibanding di jalur sepi.

Seperti kecelakaan yang viral terjadi akibat pesepeda bersenggolan, Ari mengimbau agar tidak berjajar selama bersepeda. "Kalau pun ada beberapa orang bersepeda, baiknya berurutan depan belakang, jangan berjejer," ungkapnya. Ari mengungkapkan berjajar bisa mengurangi kapasitas lebar jalan.

Hal itu dinilai dapat mengganggu pengguna jalan yang lain dan membahayakan para pesepada. Pesepeda juga diharapkan dapat memilih rute yang sepi agar menambah keamanan. "Cari rute gowes yang lebih sepi, jangan yang padat," ujarnya.

Selain itu jika jalan raya yang dilewati memiliki jalur lambat, pesepeda lebih baik menggunakan jalur tersebut," imbuhnya. Namun apabila jalan tidak memiliki jalur lambat, pesepada lebih baik menggunakan lajur paling kiri. "Menjalani masa pandemi memang harus tetap semangat, untuk itu dengan tujuan menjaga imun, monggo (silakan) apabila ingin bersepeda, namun ada beberapa catatan,"

Baca Lainnya

Pak Karni Bayangkan Tahan Tangis Orang Tua yang Anaknya Kuliah di Wuhan Ungkap Perasaan di ILC

Ristia Afifah

Yasonna Laoly Tepis Tudingan Buang Badan Copot Ronny Sompie dari Dirjen Imigrasi

Ristia Afifah

Kita Masih di Tahap Desak Negara Hormati Hak Warga Negara Berinternet Direktur LBH Pers

Ristia Afifah

Kemenhub Undang Swasta Kembangkan Pelabuhan Tanah Ampo

Ristia Afifah

Pengamat Politik Tjipta Lesmana Menilai Megawati sedang Siapkan Puan buat Pilpres 2024

Ristia Afifah

Ali Fikri Jangan Jadi Juru Bicara Pimpinan Semata Jubir KPK Sebut Peneliti ICW Sesat Jaksa Bela

Ristia Afifah

Jangan seolah-olah di PKS Tidak Pipin Sopian Ungkap Potensi Nepotisme Gibran Maju di Pilkada PDIP

Ristia Afifah

PT Cogindo DayaBersama (PLN Group) Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK, Buka hingga 29 Agustus

Ristia Afifah

Mantan Presiden Swiss Minta Masukan Pengendalian Narkoba Bertemu Mendagri

Ristia Afifah

Wilayah Manado Berawan Sepanjang Hari Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Rabu 20 November 2019

Ristia Afifah

Johan Budi Sarankan Kepala BPIP Tak Lagi Bicara dengan Media Buntut Pernyataan yang Jadi Polemik

Ristia Afifah

Kalau Digugat Negara Lain Hadapi Jangan Keok Jokowi

Ristia Afifah

Leave a Comment