33.6 C
Jakarta
Tuesday, Jun 2, 2020
Image default
Metropolitan

Komplotan Penipu Online Asal Tiongkok Dirungkus Polisi Dari Rumah Mewah di Jakarta Barat

Tim gabungan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah rumah mewah di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (25/11/2019). Penggerebekan tersebut dilakukan terkait tindak pidana penipuan online. Selain itu, tim gabungan Polda Metro Jaya juga menggerebek rumah mewah lainnya di Puri Botanical Kembangan, Jakarta Barat atas dugaan kasus serupa.

Dari rumah itu polisi mengamankan 16 orang dimana 15 orang diantaranya adalah warga negara asing asal Tiongkok. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya melakukan penggerebekan di 6 lokasi terpisah di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Senin (25/11/2019) sore. Semuanya terkait asus dugaan tindak pidana fraud atau penipuan online jaringan Tiongkok.

"Semuanya terkait kasus penipuan online," kata Yusri. Dalam penggerebekan yang dilakukan di sejumlah lokasi tersebut kata Yusri para terduga pelaku ada yang mencoba kabur dan kocar kacir. "Namun semuanya berhasil kami amankan," katanya.

Yusri Yunus mengatakan dalam penggerebekan di rumah mewah di Anggrek Neli, Kemanggisan, Jakarta Barat, ada 26 pekerja yang diamankan aparat. Sebanyak 24 di antaranya warga negara Tiongkok. "Ada 26 yang diamankan, 24 diantaranya customer abal abal yang menjalankan aksi penipuan," kata Yusri.

Di ruang tengah rumah, terdapat belasan kotak yang ditempel busa peredam suara, diduga digunakan pelaku ketika menghubungi calon korban. Selain itu, terdapat sejumlah telepon genggam dan jaringan wifi di lokasi. Untuk penggerebekan rumah di Jalan Permata Jaya Hijau, Kebon Jeruk, Jakarta Barat polisi juga mengamankan WN Tiongkok, dan menyita puluhan handphone, komputer untuk melakukan kegiatan penipuan.

Bahkan saat petugas masuk ke dalam rumah tersebut tak sedikit dari mereka nekat loncat dari atap rumah sehingga ada yang terluka dibagian kaki. "Jaringan penipu internasional ini memanfaatkan lokasi perumahan sepi untuk menghindari kecurigaan petugas. Hingga kini kami masih melakukan pendataan WN Tiongkok dari lokasi penggerebekan lain," katanya. Yusri menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah menelepon ke korban dan menyampaikan sejumlah kesalahan korban.

Misalnya soal tunggakan pajak. Para pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah korban. "Rata rata ini warga negara dari Tiongkok dan korbannya juga sama warga negaranya," ujar Kombes Yusri.

Mereka yang ditangkap di 6 lokasi terpisah tersebut katanya akan langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Lainnya

Diperkosa dan Kerap Dicekoki Narkoba, Remaja 17 Tahun Loncat dari JPO di Terminal Depok

Ristia Afifah

Kalau Mas Anies Ngomong Begini Kan Jelas 3 Rencana Anies Baswedan Atasi Banjir Jakarta Ira Koesno

Ristia Afifah

Terinspirasi John Wick Enjoy Preman Pondok Aren Aniaya Pengendara Mobil Pakai Pulpen

Ristia Afifah

Budhy Setiawan Soroti Masalah Lingkungan Hidup Tinjau Wilayah Bogor Saat Masa Reses

Ristia Afifah

Ratusan Driver Gelar Syukuran & Doa di Tugu Proklamasi Nadiem Jadi Menteri

Ristia Afifah

KAI & MRT Bentuk Perusahaan Patungan Kembangkan Potensi TOD

Ristia Afifah

Jasa Marga Evakuasi Mobil Nissan GT-R yang Terbakar di Tol Jagorawi

Ristia Afifah

Badan Pajak DKI di RAPBD Jakarta 2020 Disorot DPRD 9 Miliar Nilai Fantastis 1 Set Komputer Rp 128

Ristia Afifah

Polri Tangkap Satu Karyawan Swasta Teror Video Call Tunjukkan Alat Kelamin

Ristia Afifah

Kronologis Terbakarnya Truk Tangki Pertamina, Sempat Tertabrak Mobil Hingga 3 Orang Tewas

Ristia Afifah

Sejumlah Arus Lalu Lintas Dialihkan & Tak Bisa Dilewati Kendaraan Banjir di Jakarta Selasa Pagi

Ristia Afifah

Ramai Kabar Jual Beli Jabatan, DPRD DKI Pertanyakan Kinerja Bambang Widjojanto Cs

Ristia Afifah

Leave a Comment