31.2 C
Jakarta
Friday, Aug 14, 2020
Image default
Sains

Konsorsium Covid-19 Kembangkan Dua Rapid Diagnostic Test & Polymerase Chain Reaction

Konsorsium Covid 19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi saat ini tengah mengembangkan dua jenis alat tes cepat (rapid test) virus corona (Covid 19). Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyatakan, kedua alat tes yang dikembangkan adalah Rapid Diagnosis Test (RDT) Immunoglobulin G dan M (IgG IgM) serta rapid test yang bersifat Polymerase Chain Reaction (PCR). Untuk alat rapid test pertama berbasis antigen dan bisa diketahui hasilnya hanya dalam wakti 10 hingga 15 menit.

Hasil yang bisa diketahui langsung dengan menggunakan alat tes pertama bisa saja false negative atau belum tentu benar benar menunjukkan bahwa hasil tesnya negatif corona, sehingga memerlukan kembali tes yang sama. "Kalau yang pertama kali diidentifikasi (hasilnya) negatif, harus ada pemeriksaan selanjutnya. Kalau positif, bisa langsung ditangani," ujar Bambang, dalam video conference yang disiarkan Youtube channel Kemenristek/BRIN, Senin (6/4/2020) sore. Alat rapid test ini, kata dia, telah dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Bambang menyebut dalam waktu satu hingga dua bulan, lembaga kaji terap itu bisa memproduksi sekitar 100 ribu alat rapid test ini. "Sambil (menunggu tim) Gugus Tugas mendatangkan rapid test dari luar negeri, tim BPPT sudah memproduksi 100 ribu rapid test," kata Bambang. Sementara itu, rapid test kedua yang dikembangkan oleh Konsorsium Covid 19, yakni PCR, saat ini sudah memasuki tahapan test kit dan siap diproduksi.

Bambang menyebut alat ini lebih baik jika dibandingkan rapid test RDT. "PCR ini progressnya sudah sangat bagus, test kit PCR diperkirakan sudah selesai," jelas Bambang. Terkait pengembangan dari PCR ini, Konsorsium turut dibantu pula oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

"Ada isolated RNA yang akan dipakai untuk mengembangkan test kit tersebut, dalam waktu tidak lama sudah bisa dipakai," pungkas Bambang. Konsorsium Covid 19 yang dibentuk Kemenristek/BRIN dipimpin oleh BPPT dan beranggotakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),Lembaga Biologi Molekular Eijkman danperguruan tinggi.

Baca Lainnya

Menyebabkan Diabetes hingga Lupus Mengenali Penyakit Autoimun yang Diderita Ashanty

Ristia Afifah

Saat Eksekusi Tindih Kaki Korban Selingkuh dengan Tersangka Soal Istri Hakim PN Medan yang Tewas

Ristia Afifah

Iklim & Pengeboran Minyak Bumi Jadi Penyebab Kasus Kanibalisme Antar Beruang Kutub Meningkat

Ristia Afifah

Ada Kunang-kunang Kawin Serentak & Kambing Memanjat Pohon 12 Fenomena Alam yang Langka di Dunia

Ristia Afifah

Kabar Terkini ‘Titanic’, Kapal Legendaris yang Habis Dimakan Bakteri Laut

Ristia Afifah

Universitas Esa Unggul Bangun Kampus Internasional Berteknologi Tinggi

Ristia Afifah

Waspadai Gejala Psikopatik ini pada Anak-anak Remaja Bunuh Bocah 5 Tahun dengan Cara Sadis

Ristia Afifah

Ada Gerbang Neraka 12 Tempat Misterius di Bumi & Dianggap Sebagai Portal Menuju ‘Dunia Lain’

Ristia Afifah

Kabar Potensi Tsunami di Selatan Jawa Viral, Fakta dari BMKG Hingga BNPB Bagi Rumus Menghadapinya

Ristia Afifah

18 Desember 1856 – Kelahiran J.J. Thomson Fisikawan Inggris Penemu Elektron Hari dalam Sejarah

Ristia Afifah

Operasi Hujan Buatan Dirancang buat Pindahkan Potensi Hujan di Jabodetabek

Ristia Afifah

Pelepah Hingga Bungkil Sawit Bisa Jadi Pakan buat Tingkatkan Bobot Sapi

Ristia Afifah

Leave a Comment