25.8 C
Jakarta
Saturday, Jan 18, 2020
Image default
Internasional

Korban Salah Tangkap Kasus Perampokan di Jepang Sempat Dipenjara 300 Hari Keisuke Doi

Sedikitnya ada 6 kasus salah tangkap yang dilakukan oleh polisi Jepang sejak 8 Juni 2002 hingga kini. Salah satu yang menarik kasus perampokan di Osaka bulan Juni 2012. Seorang pria menggunakan jas hujan dan topeng pura pura belanja, lalu saat kasir membuka laci uang, langsung merampok uang. Walau sempat ditahan kasir, pelaku berhasil membawa kabur 10.000 yen tunai di sebuah konbini (convenient store) di Kota Izumiotsu, Osaka.

Dua bulan kemudian polisi menangkap Keisuke Doi yang tinggal di dekatnya. Dia ditangkap dengan tuduhan tindak pidana pencurian dan atau perampokan. Dalam penyelidikan yang berlangsung 5 jam sehari selama 20 hari, Doi berkomentar, "Saya sudah takut. Saya akan selesai hidup ini sebagai penjahat."

Doi ditahan 300 hari akibat perbuatan yang tidak dilakukannya. Ibunya tak percaya anaknya mencuri uang 10.000 yen tersebut. Lalu mulai melakukan penyelidikan sendiri dan dibantu oleh pengacaranya. Satu hal bukti, ibunya menemukan foto saat Doi bersantai di rumah temannya tepat saat perampokan terjadi.

Namun polisi tetap bersikukuh Doi pelakunya karena ada sidik jarinya di pintu kaca konbini yang buka tutup otomatis tersebut. Dengan bantuan pengacaranya, Masakazu Hirayama, rekaman CCTV dari lokasi perampokan berhasil diperoleh. Ibunya melihat mengusut dengan seksama setiap harinya dan ditemukan pada saat Doi memegang pintu kaca masuk konbini tersebut dengan tanggal yang berbeda dengan tanggal perampokan.

Setelah itu tidak ada lagi sentuhan tangan Doi ke pintu kaca masuk konbini itu. Rekaman CCTV tersebut sangat kuat sebagai bukti sehingga Juli 2014 Doi akhirnya dibebaskan dengan permintaan maaf dari polisi setempat. Doi dibebaskan oleh putusan Pengadilan Distrik Osaka Cabang Kishiwada. "Begitu ada kecurigaan, setelah investigasi dilakukan dan ditangkap, ditahan, dan dituntut, ada bagian yang tidak dapat diperbaiki, kerusakan nama baik Doi," papar pengacara Masakazu Hirayama.

Doi marah tentang kurangnya permintaan maaf resmi, lalu mengajukan gugatan perdata pada April 2015 dengan meminta ganti rugi 10 juta yen. Namun, bahkan dalam kasus ini, pengadilan distrik memutuskan "menolak permintaan penggugat" karena "tidak diperlukan dalam penyelidikan biasa untuk kembali menyelidiki lima hari sebelumnya memeriksa video kamera keamanan." Juni 2017 Doi naik banding ke Pengadilan tinggi di Osaka dan akan berjuang sampai Mahkamah Agung memperoleh tuntutannya tersebut.

Atsuko Miwa, pengacara Jepang mengatakan, "Jika Anda menyangkal kecurigaan bahkan dalam kejahatan ringan, Anda sering ditahan untuk waktu yang lama. Teknik ini disebut " sandera keadilan "dan ada ketakutan mengakibatkan munculnya pengakuan palsu." "Polisi Jepang masih tidak memiliki kualitas yang baik seperti yang ditunjukkan pada contoh tersebut," tambahnya.

"Jika konspirasi dilaksanakan, kejadian seperti itu lagi akan dapat meningkat lebih lanjut," katan pengacara itu.

Baca Lainnya

Organ Dalam Pria ini Hampir Dipenuhi 700 Cacing Pita Kerap Makan Babi dengan Cara Tak Biasa

Ristia Afifah

5 Orang Tewas & 8 Dikabarkan Hilang Gunung Berapi di White Island Selandia Baru Meletus

Ristia Afifah

Mata Putrinya Jadi Juling Akibat Kesalahannya Penyesalan Besar Seorang Ayah Kaleidoskop April 2019

Ristia Afifah

Bocah Ini Selama 6 Tahun Mengeluh Sakit, Orangtuanya Tak Menyangka Ada Jarum 5 cm di Lehernya

Ristia Afifah

Media Turki Ungkap Transkrip Rekaman Mengerikan Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Ristia Afifah

Topi Paus Fransiskus Terpaksa Dilepas Saat Tiba di Jepang Angin Kencang

Ristia Afifah

Indonesia Kampanyekan Diri Jadi Anggota Dewan HAM PBB 2020 2022

Ristia Afifah

Pohon Bulan Purnama Jepang Jadi Daya Tarik Turis menuju Tokushima

Ristia Afifah

Pesta Berubah Aib Memalukan Pengantin Pria Putar Video Perselingkuhan Istri Saat Resepsi Pernikahan

Ristia Afifah

Badan Intelijen Jepang Minta Masyarakat Waspada karena Jadi Target Empuk Terorisme Jelang Olimpiade

Ristia Afifah

VIRAL Video Detik Detik Sebuah Wahana Di Taman Hiburan India Patah, 2 Orang Tewas Dan 29 Luka Luka

Ristia Afifah

Jepang akan Tetap Bantu Pengembangan Pulau-pulau Terpencil di Indonesia Kesepakatan Dua Menlu

Ristia Afifah

Leave a Comment