27.9 C
Jakarta
Tuesday, Nov 12, 2019
Image default
Bisnis

Kuartal I 2019, Lippo Karawaci Raih Pendapatan Rp 2,8 Triliun

PT Lippo Karawaci Tbk mencatat total pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun pada kuartal I 2019, atau meningkat 12 persen dibanding kuartal I 2018. Penyumbang terbesar peningkatan ini berasal dari pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) dari segmen kesehatan, yakni Siloam Hospital. Pada kuartal I 2019, Siloam Hospital membukukan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun atau meningkat 18, 2 persen dibanding kuartal I 2018 sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara, pendapatan dari bisnis mall dan lain lain meningkat 1,9 persen menjadi Rp 444 miliar, menyumbang 15,8 persen dari recurring income.

CEO Lippo Karawaci John Riady berharap pendapatan di kuartal I 2019 ini menjadi titik balik sejarah perseroan dan semangat untuk mempercepat rencana transformasi strategis. "Tim manajemen Lippo Karawaci bersemangat untuk mempercepat rencana tranformasi strategis dan berharap hasil kuartal I 2019 akan menjadi titik balik dalam sejarah LPKR," ucap John dalam siaran pers, Rabu (1/5/2019). John mengatakan, program pendanaan komprehensif juga berjalan dengan sangat baik. LPKR telah menyelesaikan tender obligasi, dengan hasil pembelian kembali surat utang senior sebesar 8,67 juta dollar AS, dan pembayaran kembali pinjaman pinjaman.

Program ini akan menghasilkan dana sebesar 1,01 miliar dollar AS. Angka ini diperoleh melalui rights issue sebesar 730 juta dollas AS, penjualan Puri Mall ke LMIRT sebesar 260 juta dollar AS, dan penjualan dua rumah sakit di Myanmar sekitar 19,5 juta dollar AS. Dalam beberapa bulan mendatang, papar John, perseroan dapat menyelesaikan right issue. Dana hasil dari rights issue akan digunakan untuk membayar utang utang bank dan pelunasan awal obligasi 2020. "Dalam beberapa bulan mendatang, kami berharap dapat menyelesaikan rights issue dan melakukan pembayaran berbagai pinjaman bank dan pembelian kembali obligasi secara agresif serta mempercepat penyelesaian proyek proyek yang ada," paparnya.

John berharap pasar properti akan hidup kembali meskipun terdapat perlambatan di kuartal I 2019. Namun, dia meyakini LPKR akan tetap fokus di segmen properti dan layanan kesehatan serta mengadopsi strategi ekspansi yang disiplin di segmen tersebut. "Selain itu, kami berharap pasar properti juga akan hidup kembali beberapa bulan mendatang dengan suasana yang lebih dovish dari bank sentral, sehingga dapat mendukung ekspansi pasar," lanjutnya. Di sisi lain, LPKR akan mengalokasikan dana hingga 100 juta dollar AS dari rights issue untuk penyelesaian berbagai proyek.

Baca Lainnya

Waskita Karya Garap Proyek Renovasi Bandara Juanda Senilai Rp 685,5 Miliar

Ristia Afifah

Gara Gara Tiket Pesawat Mahal, Menkeu Sri Mulyani Minta ASN Hemat Perjalanan Dinas

Ristia Afifah

Menteri BUMN Rini Optimistis Kinerja Garuda Indonesia akan Berbuah Positif di Akhir Tahun Ini

Ristia Afifah

Resmikan Bandara Raden Inten II, Jokowi Minta Buka Rute Internasional dalam Dua Pekan

Ristia Afifah

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Ristia Afifah

Hari Ini PT KAI Gratiskan Kereta Api Lokal, Berikut Daftar 42 Kereta dan Rutenya!

Ristia Afifah

Lebih Dari 900 Unit Royal Sentul Park Terjual

Ristia Afifah

IRDI Boyong Puluhan Investor Indonesia Ke Indonesia China Businees Forum

Ristia Afifah

Merek Merek Waralaba Paling Diminati Tahun 2019

Ristia Afifah

Operasional Bank Indonesia Tutup 3 7 Juni Karena Libur Lebaran

Ristia Afifah

Kemenristek Dikti Sambut Baik GOJEK Berikan Beasiswa menuju Mitra Driver

Ristia Afifah

Tiga Ciri Rentenir Online Berkedok Fintech yang Harus Diwaspadai

Ristia Afifah

Leave a Comment