Image default
Lifestyle

Kurang Update Karena Belum Baca KKN Desa Penari? Jangan Khawatir, Mungkin IQ Anda Tinggi

Belum baca KKN di Desa Penari? Penelitian menunjukkan orang yang tak tertarik menyimaknya punya IQ tinggi. KKN di Desa Penari menjadi viral diperbincangkan oleh warganet. Kisah tersebut terus menghiasi laman beranda diFacebook, Twitter, dan media media online

Namun, masih adaorang orang yang belum dan mungkin tidak berminat membacanya. Bila Anda termasuk salah satu orang yang punya pemikiran sama, tidak perlu berkecil hati. Sebabkeengganan Anda untuk baca cerita horor yang sedang tren ini bisa jadi pertanda Anda punya IQ tinggi.

Pasalnya, ada sebuah penelitian dalam jurnal Evolution and Human Behavior pada 2015 yang menemukan bahwa sikap non konformis adalah pertanda IQ tinggi. Menurut temuan tersebut, orang orang dengan IQ tinggi tidak membuat keputusan dengan mengikuti orang lain. Akan tetapi, bila mereka memutuskan untuk mengikuti mayoritas, itu dilakukan dengan lebih strategis.

"Dengan kata lain, orang orang pintar biasanya membuat jalannya sendiri karena mereka pikir mereka punya jawaban yang benar. Tapi ketika mereka tidak yakin, mereka lebih mau daripada orang orang dengan IQ biasa untuk mengikuti mayoritas," ungkap penelitian, seperti dilansir dari siaran persnya, 28 Juli 2015. Para peneliti dari University of British Columbia (UBC) mendapatkan hasil tersebut setelah melakukan eksperimen mengenai informasi sosial atau informasi yang kita dapat dari orang lain terhadap 101 orang.

Dalam eksperimen ini, para partisipan diminta untuk membandingkan panjang berbagai garis. Namun, sebelum menjawab, mereka diberi tahu jawaban partisipan lain. Mayoritas partisipan memutuskan dengan mengikuti pilihan mayoritas, apalagi bila pilihannya semakin banyak dan mereka semakin bingung.

Namun, tidak dengan orang orang yang ber IQ lebih tinggi. Mereka lebih yakin dengan jawaban mereka sendiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh jawaban orang lain. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil temuan mereka bukan ingin mengatakan bahwa mengikuti mayoritas, atau dalam kasus ini ikut ikutan membaca KKN di Desa Penari karena sedang tren, adalah hal yang buruk.

Malah, menurut pemimpin studi Michael Muthukrishna yang mendapat gelar PhD dari departemen psikologi UBC dan kini mengajar di London School of Economics, konformitas atau mengikuti mayoritas bisa jadi hal baik. "Manusia itu konformis dan itu adalah sesuatu yang baik untuk evolusi kultural. Dengan menjadi seorang konformis, kita meniru hal hal yang populer di dunia dan hal hal itu biasanya baik dan berguna," ujarnya.

Sebagai contoh, mayoritas orang tidak benar benar mengerti bagaimana kuman bisa menyebabkan penyakit, tetapi mereka tetap cuci tangan setelah buang air karena itu baik untuk kesehatan. Muthukrishna mengatakan, seluruh dunia kita terdiri dari hal hal yang kita lakukan karena baik untuk kita, tetapi kita tidak tahu alasannya. "Kita tidak perlu tahu alasannya, kita hanya perlu tahu bahwa orang lain juga melakukannya," katanya.

Sebuah kisah horor berjudul KKN di Desa Penari yang dituturkan oleh akun @SimpleManmasih viral di jagad media sosial. Meski disebut menakutkan, kisah tersebut jelas disukai oleh para netizen. Kisah tersebut viral hingga dibagikan berulang ulang, dan membuat mesin pencari Google dibanjiri oleh pertanyaan pertanyaan, seperti "di mana desa penari".

Menurut para pakar, tidak ada salahnya bila Anda suka membaca KKN di Desa Penari dan cerita cerita horor lainnya. Malah, kebiasaan ini sangat wajar dan bisa bermanfaat bagi Anda. Mathias Clasen dari School of Communication and Culture, Aarhus University, Denmark yang juga penulis buku Why Horror Seduces dalam artikel ScienceNordic, 7 Januari 2018, menulis bahwa kesukaan kita terhadap cerita horor berasal dari sifat alamiah manusia.

"Hasil penelitianku menunjukkan bahwa manusia telah berevolusi untuk menemukan kesenangan dalam situasi yang memperbolehkan kita untuk mengalami emosi negatif dalam konteks yang aman," ujarnya. Dia pun memberi contoh permainan petak umpet. Menurut Clasen, petak umpet sebenarnya adalah simulasi interaksi predator dan mangsa yang mengajari anak anak cara agar tidak menjadi mangsa dalam situasi yang sebetulnya aman.

"Mereka (anak anak) menganggapnya (petak umpet) menyenangkan, dan rasa senang adalah cara evolusi untuk memotivasi kita terhadap perilaku adaptif," ujarnya. Cerita horor pun demikian. Dengan membaca cerita horor, seperti KKN di Desa Penari, kita belajar untuk bermain dengan emosi negatif yang timbul dari mekanisme perlindungan diri terhadap rasa takut, dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya.

"Sistem tersebut muncul dari evolusi untuk melindungi kita dari bahaya," ujarnya. Senada dengan Clasen, Dr. Margee Kerr yang merupakan seorang staf sosiologis di rumah hantu ScareHouse dan pengajar di Robert Morris University dan Chatham University, berkata bahwa untuk benar benar menikmati situasi yang menakutkan, kita harus benar benar tahu bahwa mereka berada dalam lingkungan yang aman. Dengan demikian, kita punya waktu untuk memproses bahwa apa yang mereka alami bukan ancaman ÿang "sesungguhnya".

"Intinya adalah untuk memicu respons lari atau berperang yang luar biasa untuk mengalami banjir (hormon) adrenalin, endorfin dan dopamin, tetapi dalam ruang yang benar benar aman," ujarnya, seperti dilansir dari The Atlantic, 31 Oktober 2013. Untuk diketahui, hormon adrenalin mempertajam fokus mental kita agar dapat berpikir lebih cepat, mengurangi kemampuan tubuh untuk merasakan rasa sakit dan meningkatkan kekuatan untuk sementara waktu. Sementara itu, endorfin dapat mengurangi rasa stres dan sakit, dan dopamin yang dikenal sebagai ""hormon bahagia" terlibat dalam sistem penghargaan, motivasi, memori dan atensi.

Dr Kerr juga berkata bahwa banyak orang suka situasi menakutkan karena ketika berakhir, itu membuat mereka merasa lebih percaya diri telah berhasil menyelesaikannya. Hal hal inilah yang membuat para pakar merekomendasikan membaca cerita horor, menonton film horor atau masuk ke rumah hantu; meskipun Anda bukan penggemar berat genre horor. Meski demikian, mereka juga menyarankan untuk memulainya dari yang tidak terlalu menakutkan dulu.

Clasen menyebutnya sebagai latihan untuk mekanisme perlindungan diri terhadap rasa takut. Dr Kerr pun mengatakan, aku pernah berbicara dengan begitu banyak orang yang tidak akan pernah masuk ke rumah hantu karena mereka pernah mengalaminya saat masih kecil dan malah trauma. "(Ini karena) zat zat kimia yang dilepaskan selama perang atau lari bisa bekerja seperti lem yang membangun memori kuat mengenai pengalaman menakutkan.

Jika Anda terlalu muda untuk tahu bahwa monster monster itu bohongan, pengalaman masuk rumah hantu bisa jadi trauma yang tidak bisa dilupakan," katanya.

Baca Lainnya

Taurus Musuh Dirinya Sendiri Ramalan Zodiak Hari Ini Scorpio Terganggu Hal Kecil Kamis 24 Oktober

Ristia Afifah

Jawabanmu Ungkap Orang Seperti Apa Sih Dirimu Tes Kepribadian – Temukan Perbedaan Dua Gambar Ini

Ristia Afifah

Mereka Punya Kemampuan Menyembuhkan & Merasakan Luka 5 Zodiak Ini Bisa Membaca Energi Orang Lain

Ristia Afifah

Virgo Alami Dilema Ramalan Zodiak Senin Scorpio Banyak Pengeluaran 28 Oktober 2019

Ristia Afifah

Pintar Bahasa Inggris & Arab Sosok Buah Hati Ustaz Abdul Somad & Mellya Juniarti Jarang Tersorot

Ristia Afifah

Lahir di Periode Transisi, 4 Zodiak Elemen Air Ini Punya Kombinasi Sifat yang Asyik dan Menyenangkan

Ristia Afifah

Ada di Sini! dari dari C Chord Gitar Mudah Lagu Celengan Rindu – Fiersa Besari

Ristia Afifah

Cancer Belajar Tidak Takut Taurus Penuh Kejutan Ramalan Zodiak Besok Senin 28 Oktober 2019

Ristia Afifah

dan Paling Dewasa pada 27 November 2019 Tersabar Ramalan Zodiak Tersibuk Siapakah Saja Mereka

Ristia Afifah

5 Bahasa Tubuh yang Harus Diperhatikan Saat Wawancara Kerja

Ristia Afifah

Sagitarius Hadapi Kesulitan Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 November 2019 Taurus Jangan Buang Waktu

Ristia Afifah

Lengkap dengan Link Download MP3 Joox & Spotify Chord Gitar & Lirik Lagu Aku Cinta Dia – Chrisye

Ristia Afifah

Leave a Comment