25.7 C
Jakarta
Wednesday, Nov 13, 2019
Image default
Bisnis

Lebaran Tahun Ini, Pemudik Sudah Bisa Lewat Tol Trans Sumatera

Proyek pembangunan Tol Trans Sumatera kian menunjukkan perkembangan signifikan. Progres konstruksi fisik hingga akhir Februari 2019 sepanjang 571 kilometer sudah selesai dibangun. Dengan demikian, pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman di kota kota Pulau Sumatera, bisa melintasi jalan bebas hambatan ini.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo memastikan hal itu kepada Kompas.com, usai acara Kupas Tuntas Tol Trans Sumatera, di Medan, Rabu (6/3/2019). "Saat mudik Lebaran tahun ini akan beroperasi sepanjang 571 kilometer. Mudik dari Bakauheni hingga Palembang 350 kilometer cuma 3 jam. Sebelumnya bisa seharian," ujar Bintang. Bintang menuturkan, Tol Trans Sumatera merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang ditugaskan pemerintah kepada Hutama Karya berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2015 yang merupakan revisi atas Perpres Nomor 100 Tahun 2014.

Jalan yang membentang dari Bakauheni hingga Banda Aceh ini dirancang sepanjang 2.765 kilometer yang terbagi dalam 24 ruas. "Investasi yang dibutuhkan untuk membangun jalan sepanjang itu senilai Rp 476 triliun," ungkap Bintang. Dia mengharapkan, hingga akhir tahun ini panjang jalan tol yang terbangun sekitar 1.130 kilometer.

Dengan demikian target beroperasi penuh pada 2024 mendatang dapat terpenuhi. Kehadiran infrastruktur konektivitas di Pulau Sumatera ini diyakini bakal menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. "Dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera, akan mengubah pola koleksi distribusi yang awalnya menyebar, menjadi linerie. Tentu saja ketimpangan ini berubah, karena pesisir timur dan barat Sumatera itu akan terbangun jalan," kata Direktur HC dan Pengembangan Hutama Karya Putut Ariwibowo. "Selain itu ada integrasi di pelabuhan pantai barat dan timur, sehingga memudahkan arus barang dan jasa," imbuh Putut.

Lebih jauh, bila dilihat dari pola jalannya, maka Tol Trans Sumatera ini menyerupai 'sirip ikan'. Artinya, jalan utama yang berada di tengah akan menjadi tulang punggung utama, sementara pecahan dari jalan jalan tersebut akan menjadi jalur penghubung antar wilayah. "Ini akan menimbulkan titik baru, titik pertemuan baru antara akses ini yang akan membawa suatu pertumbuhan daerah baru, di mana daerah baru tersebut akan berubah cara pengembangannya," ucap Putut. Saat ini, Pulau Sumatera memiliki jaringan perkotaan yang terdiri atas sembilan kota dengan kategori Pusat Kegiatan Nasional, 57 kota dengan kategori Pusat Kegiatan Wilayah, dan empat kota dengan kategori Pusat Kegiatan Strategis Nasional.

"Nantinya, pengembangan tidak lagi berdasarkan kota tapi klastering, sehingga memunculkan enam klaster kota. Klaster itu akan menghubungkan sentra kawasan yang akan meningkatkan efisiensi pergerakkan barang dan jasa," tutup Putut.

Baca Lainnya

Tak Lagi Gunakan Boeing 747 400, Lion Air Siap Datangkan Airbus 330 900NEO

Ristia Afifah

Hari Ini PT KAI Gratiskan Kereta Api Lokal, Berikut Daftar 42 Kereta dan Rutenya!

Ristia Afifah

Resmikan Bandara Raden Inten II, Jokowi Minta Buka Rute Internasional dalam Dua Pekan

Ristia Afifah

Desainer Property Global asal Inggris Mulai Garap Pasar Indonesia

Ristia Afifah

Hospitality Indonesia Dorong Peningkatan Transaksi Industri Furnitur

Ristia Afifah

Rokok Elektrik Juul Asal Amrik Incar 67 juta Perokok Dewasa Indonesia

Ristia Afifah

Prudential dan Ovo Umumkan Kemitraan Strategis di Indonesia

Ristia Afifah

Penerimaan dari Cukai Kantong Plastik Bakal Dialokasikan untuk Pengelolaan Limbah Sampah

Ristia Afifah

Waskita Karya Garap Proyek Renovasi Bandara Juanda Senilai Rp 685,5 Miliar

Ristia Afifah

Seperti KRL dan Transjakarta, Pelni Ingin Buat Area Khusus Wanita di Kapal

Ristia Afifah

Apresiasi Pengamen Kini Bisa Lewat GO PAY

Ristia Afifah

IRDI Boyong Puluhan Investor Indonesia Ke Indonesia China Businees Forum

Ristia Afifah

Leave a Comment