25.2 C
Jakarta
Saturday, Jan 25, 2020
Image default
Bisnis

Luhut: Kalau Uni Eropa Sikat CPO, Kami Akan Bereaksi Keras

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, pemerintah pasti akan bereaksi keras andai Uni Eropa mengesahkan Delegated Act yang mendiskriminasi minyak kelapa sawit ( CPO). Bila disahkan atau diadopsi, aturan itu merugikan Indonesia karena mengklasifikasikan CPO sebagai komoditas tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi. "Jadi akhirnya kalau ini menyikat sampai begini jauh, tentu kami akan bereaksi dengan keras karena kami (Indonesia) bukan negara miskin," ujarnya dalam acara briefing diskriminasi CPO di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Luhut juga mengatakan, Indonesia tidak akan mengemis kepada Uni Eropa terkait persoalan CPO. Sebab, kata dia, sebagai bangsa Indonesia memiliki martabat dan kedaulatan. CPO, sebut Luhut, tak sekedar komoditas ekpor utama Indonesia, namun juga terkait dengan sekitar 17 juta penduduk Indonesia yang bekerjaan terkait dengan sektor industri kelapa sawit. Bila Delegeted Act diadopsi oleh Uni Eropa, maka CPO Indonesia akan terdampak. Hal ini bisa mengancam nasib 17 juta tenaga kerja di sektor kelapa sawit. "Saya harap teman teman Eropa mengerti, jangan hanya lihat dari kacamata bapak saja, tolong lihat dari kacamata kami," kata dia. "Kalau presiden atau pemerintah tidak melawan ini, lantas kami bela rakyat kami itu gimana? Presiden sangat keras mengenai hal ini," sambungnya.

Delegated Act dirumuskan oleh Komisi Eropa dan akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk diambil keputusan. Ada waktu dua bulan ke depan untuk Uni Eropa mengambil keputusan. Namun pemerintah meyebutkan keputusan tersebut bisa lebih cepat karena ada sejumlah pertemuan pada April 2019.

Baca Lainnya

Seperti KRL dan Transjakarta, Pelni Ingin Buat Area Khusus Wanita di Kapal

Ristia Afifah

Implementasi NDPE Biodiesel di Indonesia Baru 64 Persen

Ristia Afifah

Irfan Hakim & Omesh Prihatin Dengan Kasus Bandung Makuta

Ristia Afifah

Berbisnis Bukan Lagi Mimpi Untuk Kartini Masa Kini

Ristia Afifah

Kuartal I 2019, Lippo Karawaci Raih Pendapatan Rp 2,8 Triliun

Ristia Afifah

Wanita Karir Aktif Jadi Dokter hingga Pebisnis berhasil Mengenal Sosok Fitrie Oktavia asal Makassar

Ristia Afifah

Rincian Perubahan Perjalanan Kereta Api di DAOP I Jakarta karena Gapeka 2019

Ristia Afifah

Enam Hari Setelah Coblosan Pilpres, Jokowi dan Sri Mulyani Akan Hadiri Pertemuan Tahunan ABAC

Ristia Afifah

Waskita Karya Garap Proyek Renovasi Bandara Juanda Senilai Rp 685,5 Miliar

Ristia Afifah

Tunjang Kenyamanan Mudik Nasabah dengan Sompo Mudik Program

Ristia Afifah

PGN Konsisten Bangun Infrastruktur Optimalkan Gas Bumi

Ristia Afifah

Penerimaan dari Cukai Kantong Plastik Bakal Dialokasikan untuk Pengelolaan Limbah Sampah

Ristia Afifah

Leave a Comment