27.9 C
Jakarta
Sunday, Apr 5, 2020
Image default
Bisnis

Luhut: Kalau Uni Eropa Sikat CPO, Kami Akan Bereaksi Keras

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, pemerintah pasti akan bereaksi keras andai Uni Eropa mengesahkan Delegated Act yang mendiskriminasi minyak kelapa sawit ( CPO). Bila disahkan atau diadopsi, aturan itu merugikan Indonesia karena mengklasifikasikan CPO sebagai komoditas tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi. "Jadi akhirnya kalau ini menyikat sampai begini jauh, tentu kami akan bereaksi dengan keras karena kami (Indonesia) bukan negara miskin," ujarnya dalam acara briefing diskriminasi CPO di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Luhut juga mengatakan, Indonesia tidak akan mengemis kepada Uni Eropa terkait persoalan CPO. Sebab, kata dia, sebagai bangsa Indonesia memiliki martabat dan kedaulatan. CPO, sebut Luhut, tak sekedar komoditas ekpor utama Indonesia, namun juga terkait dengan sekitar 17 juta penduduk Indonesia yang bekerjaan terkait dengan sektor industri kelapa sawit. Bila Delegeted Act diadopsi oleh Uni Eropa, maka CPO Indonesia akan terdampak. Hal ini bisa mengancam nasib 17 juta tenaga kerja di sektor kelapa sawit. "Saya harap teman teman Eropa mengerti, jangan hanya lihat dari kacamata bapak saja, tolong lihat dari kacamata kami," kata dia. "Kalau presiden atau pemerintah tidak melawan ini, lantas kami bela rakyat kami itu gimana? Presiden sangat keras mengenai hal ini," sambungnya.

Delegated Act dirumuskan oleh Komisi Eropa dan akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk diambil keputusan. Ada waktu dua bulan ke depan untuk Uni Eropa mengambil keputusan. Namun pemerintah meyebutkan keputusan tersebut bisa lebih cepat karena ada sejumlah pertemuan pada April 2019.

Baca Lainnya

Pemerintah wajib LIbatkan UMKM Produksi Masker Sebanyak-banyaknya DPR

Ristia Afifah

Hari Ini PT KAI Gratiskan Kereta Api Lokal, Berikut Daftar 42 Kereta dan Rutenya!

Ristia Afifah

Enam Hari Setelah Coblosan Pilpres, Jokowi dan Sri Mulyani Akan Hadiri Pertemuan Tahunan ABAC

Ristia Afifah

Merintis Bisnis Batik Cirebon dari Bawah, Taty Sugiarti Punya Pelanggan Tetap Sampai Mancanegara

Ristia Afifah

Sekarang Saat Termudah untuk Membeli Rumah, Ini Alasannya

Ristia Afifah

AAJI Minta Penyelamatan Jiwasraya Jangan Rugikan Nasabah

Ristia Afifah

Lebih Dari 900 Unit Royal Sentul Park Terjual

Ristia Afifah

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Jadi Rp 743.000 Per Gram

Ristia Afifah

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Ristia Afifah

Faisal Basri Khawatirkan Pemberantasan Korupsi Didominasi Politisi di Kursi BPK

Ristia Afifah

Ini Harapan Pelaku Industri Properti kepada Kabinet Baru

Ristia Afifah

Berbisnis Bukan Lagi Mimpi Untuk Kartini Masa Kini

Ristia Afifah

Leave a Comment