25.3 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Regional

Makan Beras & Menunggu Hujan buat Bisa Minum Kisah Pengungsi Rohingya Berbulan-bulan di Lautan

99 imigran asal Rohingya terdampar di perairan Seunuddon, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Rabu (24/6/2020) diketahui mengarungi lautan dari Bangladesh. Mereka awalnya hendak menuju ke Malaysia, hingga akhirnya terdampar di perairan Aceh. Kapal mereka ditemukan nelayan dengan jarak lebih kurang empat mil dari pesisir pantai dalam kondisi rusak.

Selanjutnya para imigran dievakuasi ke kapal nelayan Aceh Utara tersebut. Tidak lama kemudian, boat yang sudah dipenuhi imigran Rohingya dibawa ke tepi laut Pantai Lancok, Aceh Utara. Lalu pada Kamis (25/6/2020) sore pukul 16.00 WIB, warga pun sepakat menurunkan Imigran Rohingya tersebut dari kapal ke darat.

Mereka sempat berada di pondok pondok tepi pantai sekitar dua jam, sebelum dievakuasi ke lokasi penampungan sementara, yakni di bekas kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat. Jadi, sampai dengan Minggu (5/7/2020), para pengungsi masih ditampung di bekas kantor imigrasi tersebut. Dari 99 warga Rohingya yang ditampung di bekas Kantor Imigrasi, Lhokseumawe, Ziaburrahman bin Syarirullah (34) merupakan salah satu yang bisa berbahasa Melayu.

Sehingga saat Serambinews.com mewawancarainya, awalnya dia menceritakan kalau mereka sudah keluar dari negaranya, Myanmar, sejak tahun 2018. Mereka sempat tinggal di penampungan di Negara Bangladesh, beberapa tahun. Lalu sekitar 4,5 bulan lalu, mereka kembali keluar dari negara Bangladesh melalui jalur laut.

Rencananya hendak ke Malaysia. Harapan mereka bisa mendapatkan kehidupan lebih layak kalau bisa masuk ke negeri Jiran tersebut. Dua bulan pertama selama berada di laut, mereka memiliki logistik yang cukup untuk dimakan. Namun setelah itu, tersisa hanya beras.

"Jadi kami hanya makan beras saja sejak kehabisan bahan makanan lain," katanya. Begitu juga untuk minum, kala itu mereka hanya bisa berharap bila ada hujan. Saat hujan mereka pasti akan menampung air untuk distok.

"Kami hanya mengharapkan hujan untuk bisa minum," kata sambil sedikit menunduk. Hingga akhirnya mereka pun diselamatkan nelayan Aceh. Mereka pun kini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, sambil menunggu penanganan lanjutan dari lembaga dunia yang menangani bagian pengungsian.

Tim gabungan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama dengan gugus tugas nasional untuk para pengungsi mengunjungi pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (2/7/2020). Salah satunya untuk mengkoordinasikan upaya upaya yang dilakukan di lapangan. "Hari ini, tim mengunjungi pengungsi di tempat penampungan mereka di Lhokseumawe," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam konferensi pers di Istana Presiden, Kamis (2/7/2020).

Tim gabungan telah bertemu dengan perwakilan UNHCR yang merupakan lembaga PBB yang mengurusi pengungsi internasional. Menteri Retno mengatakan fakta di lapangan timnya menerima informasi bahwa dari 99 pengungsi Rohingya hanya 42 yang membawa kartu UNHCR. "Jadi saya ulangi bahwa dari informasi dari UNHCR di antara 99, hanya 42 memegang kartu UNHCR," kata Retno.

Untuk itu pada tanggal 5 Juli 2020, pihak UNHCR akan memulai proses pendaftaran untuk 99 pengungsi Rohingya tersebut untuk membantu memastikan perlindungan mereka di bawah UNHCR. Berdasarkan kunjungan tim, Menlu mengabarkan rencana untuk memindahkan para pengungsi dari kantor imigrasi ke balai latihan kerja Lhokseumawe akan ditunda. Hal tersebut dikarenakan belum memungkinkan sejumlah persiapan yang lebih baik di tempat penampungan baru.

Retno juga mengatakan, 2 orang Rohingya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Lhokseumawe. Mereka dalam kondisi yang stabil dan telah diuji non reaktif untuk covid 19. "Namun, pemeriksaan kesehatan lebih lanjut akan dilakukan juga untuk mereka berdua sekarang di rumah sakit," ujar Menlu Retno. Menteri Retno juga mengangkat masalah pengungsi Rohingya ini dalam Pertemuan Khusus Para Menlu se ASEAN Australia secara virtual, Selasa (30/6/2020).

Dalam forum tersebut Menlu Retno mengungkapkan Indonesia memutuskan untuk sementara menerima para pengungsi yang datang atas dasar kemanusiaan. Selain faktor kemanusiaan, Indonesia juga akan mendalami lebih jauh kemungkinan para pengungsi adalah korban penyelundupan dan perdagangan manusia. Menlu menyampaikan agar negara di kawasan terus meningkatkan kerja sama melawan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Tanpa kerja sama dengan negara lain, menurutnya akan sulit untuk memerangi kejahatan lintas negara ini. "Dalam konteks ini kerja sama antara ASEAN dan Australia sangat penting dalam penanggulangan kejahatan lintas negara yang terorganisir," ujar Retno. Menlu juga kembali menekankan dalam statement di pertemuan tersebut, Indonesia akan terus melakukan upaya untuk mengembalikan para pengungsi ke tempat asalnya yaitu di Rakhine State, Myanmar.

Indonesia juga mendorong agar Myanmar segera menciptakan situasi yang kondusif di Rakhine State. "Saya menekankan bahwa situasi kondusif di Rakhine state harus segera diciptakan. Apabila tidak maka penderitaan orang orang Rohingya akan terus berlanjut," ujarnya.

Baca Lainnya

Pemilik Ponpes Meregang Nyawa Saat Berupaya Selamatkan 5 Santriwati yang Tenggelam di Grobogan

Ristia Afifah

Gempa Bumi M 5 Tidak Berpotensi Tsunami 8 Guncang Enggano Bengkulu Selasa Malam Info BMKG

Ristia Afifah

3 Pasien Diisolasi di RS Adam Malik 18 Orang Dalam Pengawasan Virus Corona di Medan

Ristia Afifah

Polisi Kuliti Maksudnya Video Viral Taufik Monyong Serukan Tantangan Cium Pasien Covid-19

Ristia Afifah

Total Ada 3 Pasien di RSUD Ir Soekarno Pasien Suspect Corona di Sukoharjo Bertambah 1

Ristia Afifah

Waktu Tunggu Bus hingga 20 Menit Halte Transjakarta Dipadati Penumpang Pagi Ini

Ristia Afifah

Semua Event Besar Ditunda Gubernur Khofifah Pastikan 6 Orang di Jatim Positif Covid-19

Ristia Afifah

Nangisnya Keras Anak 5 Tahun di Yogya Diduga Jadi Korban Pelecehan lalu Ditinggal Saksi Mata

Ristia Afifah

Ketua RT Beri Kesaksian John Kei Lakukan Hal Tak Biasa Sebelum Ditangkap Duduk Bareng Anak Buah

Ristia Afifah

Begini Penjelasan Ridwan Kamil Biaya SPP SMA/SMK di Jawa Barat Gratis buat Tahun Ajaran 2020

Ristia Afifah

Wanita Asal Garut Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Wisata Iboih Sabang BREAKING NEWS

Ristia Afifah

Ancam Denda Rp 60 Juta jika Hasil Tak Bagus Modus Pria di Bojonegoro Jebak 25 Gadis Foto Vulgar

Ristia Afifah

Leave a Comment