25.6 C
Jakarta
Sunday, Dec 8, 2019
Image default
Internasional

Media Turki Ungkap Transkrip Rekaman Mengerikan Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Surat kabar Turki merilis transkrip detail rekaman audio proses pembantaian Jamal Khashoggi. Jamal Khashoggi merupakan seorang jurnalis yang bekerja di Washington Post dan dikenal sangat kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Dia dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, ketika tengah menurus dokumen pernikahannya dengan seorang wanita Turki, 2 Oktober 2018 silam.

Surat kabar Turki, Daily Sabab , merilis transkrip rekaman audio yang berisi percakapan mengerikan antara pasukan pembunuh Saudi dengan Khashoggi. Pasukan pembunuh itu ada 15 orang. Dikutip dari Daily Sabab , Rabu (11/9/2010), percakapan itu direkam sebelum dan selama proses pembunuhan pada 2 Oktober 2018 silam yang diungkap oleh Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) tepat setelah insiden mengerikan itu berlangsung.

Dalam transkrip itu ada percakapan antara Maher Abdulaziz Mutreb, salah seorang pimpinan pasukan pembunuh itu, dengan Dr. Salah Muhammed Al Tubaigy, kepala Bukti Forensik di Departemen Keamanan Umum Saudi yang bertugas memotong motong tubuh Khashoggi. Percakapan itu terjadi pada pukul 13.02, 12 menit sebelum Khashoggi tiba di gedung konsulat. Apakah mungkin memasukkan mayat ke dalam tas?

Tidak. Terlalu berat, sangat tinggi juga. Sebenarnya, saya selalu bekerja dengan mayat. Saya tahu cara memotong dengan sangat baik. Saya belum pernah bekerja pada tubuh yang hangat, tetapi saya juga akan mengaturnya dengan mudah. Saya biasanya memakai earphone dan mendengarkan musik ketika saya memotong mayat. Sementara itu, saya menyesap kopi dan merokok. Setelah saya memotong motongnya, Anda akan membungkus bagian bagian itu ke dalam kantong plastik, memasukkannya ke dalam koper dan membawanya keluar (dari gedung). Dalam rekaman itu, Al Tubaigy juga mencoba meminta perlindungan hukum ke Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas tindakannya memutilasi tubuh Khashoggi. Ketika sampai di Konsulat Arab Saudi, khashoggi disambut oleh seseorang yang telah dia kenal.

Dia diberitahu bahwa Konsul Jenderal Mohammad al Otaibi juga hadir di gedung itu. Pertama, dia diundang dengan sopan ke kantor konsul di lantai dua. Namun Khashoggi kemudian curiga dan mencoba untuk pergi, namun Mutreb menahannya. “Silakan duduk. Kami harus membawa Anda kembali (ke Riyadh). Ada pesanan dari Interpol. Interpol meminta Anda dikembalikan. Kami di sini untuk membawa Anda,” kata Mutreb.

“Tidak ada tuntutan hukum terhadap saya. Tunangan saya menunggu di luar untuk saya,” jawab Khashoggi. 10 menit sebelum pasukan pembunuh itu menghabisi nyawa Khashoggi, Mutreb memintanya untuk meninggalkan pesat yang ditujukan kepada anak laki lakinya. Khashoggi diminta untuk tidak khawatir jika nanti anaknya tidak bertemu dengannya lagi.

“Anda akan menulis sesuatu seperti 'Saya di Istanbul. Jangan khawatir jika Anda tidak dapat menghubungi saya’,” kata Mutreb kepada Khashoggi. Namun Khashoggi menolak untuk menuliskan apapun meski para pasukan pembunuh itu telah memaksanya. “Tulis, Tn. Jamal. Percepat. Bantu kami sehingga kami dapat membantu Anda, karena pada akhirnya kami akan membawa Anda kembali ke Arab Saudi dan jika Anda tidak membantu kami, Anda tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya,” kata Mutreb lagi.

Karena tetap menolak, pasukan pembunuh itu kemudian membius Khashoggi. “Aku menderita asma. Jangan lakukan itu, kamu akan mencekikku,” kata Khashoggi yang merupakan kalimat terakhirnya yang terdengar dalam rekaman itu. Rekaman kemudian memperdengarkan suara proses Khashoggi dimutilasi sekitar pukul 13.39 waku setempat.

Proses mutilasi itu berlangsung sekitar setengah jam. Khashoggi terbunuh dan tubuhnya terpotong potong oleh sekelompok pasukan pembunuh Saudi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Awalnya, para pelaku menyangkal dan meremehkan insiden itu sebagai pembunuhan tak sengaja dalam perkelahian.

Namun, Riyadh akhirnya mengakui setelah hampir tiga minggu hilangnya Khashoggi. Riyadh mengakui Khashoggi dibunuh dengan cara yang direncanakan, tetapi dia menyangkal keterlibatan keluarga kerajaan. Pihak yang dipersalahkan adalah pejabat tingkat bawah, termasuk lima orang yang kini menghadapi hukuman mati karena keterlibatan mereka.

Tubuh Khashoggi belum ditemukan, namun kerajaan tetap diam tak melakukan upaya yang berarti. Pakar hak asasi manusia AS yang melakukan penyelidikan independen terhadap pembunuhan Khashoggi, Agnes Callamard, mengatakan dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Laporan itu juga menemukan “bukti kredibel” yang menghubungkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dengan pembunuhan Khashoggi.

Baca Lainnya

Jadi Kado HUT RI 74 dari Dubai, Gedung Tertinggi Dunia Burj Khalifa Pajang Ilusi Bendera Merah Putih

Ristia Afifah

Cuaca di Madinah Diprediksi Capai 45 Derajat Celcius pada Sabtu (20/7/2019), Waspadai Heatstroke

Ristia Afifah

Anak Diguyur Air Panas di Kandang Kucing Kasus Pasutri Sadis Ny Azlin & Ridzuan Abdul Rahman

Ristia Afifah

Terselamatkan Becak Video Viral Bocah Selamat Terjatuh Dari Balkoni Lantai 2 Setinggi 10 Meter

Ristia Afifah

Saat Wisuda, Mahasiswa Ini Bawa Foto Besar Ibunya yang Sudah Meninggal, ‘Bu, Anak Sulungmu Lulus’

Ristia Afifah

Serpihan Logam Berjatuhan Akibat Pesawat Norwegian Airlines Terindikasi Alami Kegagalan Teknis

Ristia Afifah

Bayi Ini Dihadiahi Rp 200 Miliar oleh sang Ayah Lahir sebagai Cucu Pertama dalam Keluarga Besar

Ristia Afifah

Kisah Wanita yang Sudah 14 Tahun Meninggal Hidup Kembali

Ristia Afifah

Jokowi Ma’ruf Dilaporkan Menang Telak Di Australia

Ristia Afifah

Elle Fanning Pingsan Saat Makan Malam di Festival Film Cannes, Inilah Penyebabnya

Ristia Afifah

Jepang akan Tetap Bantu Pengembangan Pulau-pulau Terpencil di Indonesia Kesepakatan Dua Menlu

Ristia Afifah

Sensasi Mencoba Ojol ‘GET’ di Jalanan Kota Bangkok

Ristia Afifah

Leave a Comment