32.9 C
Jakarta
Tuesday, Oct 15, 2019
Image default
Internasional

Media Turki Ungkap Transkrip Rekaman Mengerikan Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Surat kabar Turki merilis transkrip detail rekaman audio proses pembantaian Jamal Khashoggi. Jamal Khashoggi merupakan seorang jurnalis yang bekerja di Washington Post dan dikenal sangat kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Dia dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, ketika tengah menurus dokumen pernikahannya dengan seorang wanita Turki, 2 Oktober 2018 silam.

Surat kabar Turki, Daily Sabab , merilis transkrip rekaman audio yang berisi percakapan mengerikan antara pasukan pembunuh Saudi dengan Khashoggi. Pasukan pembunuh itu ada 15 orang. Dikutip dari Daily Sabab , Rabu (11/9/2010), percakapan itu direkam sebelum dan selama proses pembunuhan pada 2 Oktober 2018 silam yang diungkap oleh Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) tepat setelah insiden mengerikan itu berlangsung.

Dalam transkrip itu ada percakapan antara Maher Abdulaziz Mutreb, salah seorang pimpinan pasukan pembunuh itu, dengan Dr. Salah Muhammed Al Tubaigy, kepala Bukti Forensik di Departemen Keamanan Umum Saudi yang bertugas memotong motong tubuh Khashoggi. Percakapan itu terjadi pada pukul 13.02, 12 menit sebelum Khashoggi tiba di gedung konsulat. Apakah mungkin memasukkan mayat ke dalam tas?

Tidak. Terlalu berat, sangat tinggi juga. Sebenarnya, saya selalu bekerja dengan mayat. Saya tahu cara memotong dengan sangat baik. Saya belum pernah bekerja pada tubuh yang hangat, tetapi saya juga akan mengaturnya dengan mudah. Saya biasanya memakai earphone dan mendengarkan musik ketika saya memotong mayat. Sementara itu, saya menyesap kopi dan merokok. Setelah saya memotong motongnya, Anda akan membungkus bagian bagian itu ke dalam kantong plastik, memasukkannya ke dalam koper dan membawanya keluar (dari gedung). Dalam rekaman itu, Al Tubaigy juga mencoba meminta perlindungan hukum ke Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas tindakannya memutilasi tubuh Khashoggi. Ketika sampai di Konsulat Arab Saudi, khashoggi disambut oleh seseorang yang telah dia kenal.

Dia diberitahu bahwa Konsul Jenderal Mohammad al Otaibi juga hadir di gedung itu. Pertama, dia diundang dengan sopan ke kantor konsul di lantai dua. Namun Khashoggi kemudian curiga dan mencoba untuk pergi, namun Mutreb menahannya. “Silakan duduk. Kami harus membawa Anda kembali (ke Riyadh). Ada pesanan dari Interpol. Interpol meminta Anda dikembalikan. Kami di sini untuk membawa Anda,” kata Mutreb.

“Tidak ada tuntutan hukum terhadap saya. Tunangan saya menunggu di luar untuk saya,” jawab Khashoggi. 10 menit sebelum pasukan pembunuh itu menghabisi nyawa Khashoggi, Mutreb memintanya untuk meninggalkan pesat yang ditujukan kepada anak laki lakinya. Khashoggi diminta untuk tidak khawatir jika nanti anaknya tidak bertemu dengannya lagi.

“Anda akan menulis sesuatu seperti 'Saya di Istanbul. Jangan khawatir jika Anda tidak dapat menghubungi saya’,” kata Mutreb kepada Khashoggi. Namun Khashoggi menolak untuk menuliskan apapun meski para pasukan pembunuh itu telah memaksanya. “Tulis, Tn. Jamal. Percepat. Bantu kami sehingga kami dapat membantu Anda, karena pada akhirnya kami akan membawa Anda kembali ke Arab Saudi dan jika Anda tidak membantu kami, Anda tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya,” kata Mutreb lagi.

Karena tetap menolak, pasukan pembunuh itu kemudian membius Khashoggi. “Aku menderita asma. Jangan lakukan itu, kamu akan mencekikku,” kata Khashoggi yang merupakan kalimat terakhirnya yang terdengar dalam rekaman itu. Rekaman kemudian memperdengarkan suara proses Khashoggi dimutilasi sekitar pukul 13.39 waku setempat.

Proses mutilasi itu berlangsung sekitar setengah jam. Khashoggi terbunuh dan tubuhnya terpotong potong oleh sekelompok pasukan pembunuh Saudi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Awalnya, para pelaku menyangkal dan meremehkan insiden itu sebagai pembunuhan tak sengaja dalam perkelahian.

Namun, Riyadh akhirnya mengakui setelah hampir tiga minggu hilangnya Khashoggi. Riyadh mengakui Khashoggi dibunuh dengan cara yang direncanakan, tetapi dia menyangkal keterlibatan keluarga kerajaan. Pihak yang dipersalahkan adalah pejabat tingkat bawah, termasuk lima orang yang kini menghadapi hukuman mati karena keterlibatan mereka.

Tubuh Khashoggi belum ditemukan, namun kerajaan tetap diam tak melakukan upaya yang berarti. Pakar hak asasi manusia AS yang melakukan penyelidikan independen terhadap pembunuhan Khashoggi, Agnes Callamard, mengatakan dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Laporan itu juga menemukan “bukti kredibel” yang menghubungkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dengan pembunuhan Khashoggi.

Baca Lainnya

Sanrio Tuntut Balik Kantor Pajak Jepang Yang Menagih 2,8 Miliar Yen, Minta Agar Dihapuskan

Ristia Afifah

Antusiasme WNI Ikuti Pemilu 2019 di India di Tengah Suhu Udara Panas 39 Derajat Celcius

Ristia Afifah

Seorang Kakek 72 Mengeluh Sulit Bernapas & Menelan, Ternyata Gigi Palsunya Nyangkut di Tenggorokan

Ristia Afifah

Kim Kardashian dan Kanye West Habiskan Rp 18 Triliun untuk Gaji Baby Sitter Keempat Anaknya

Ristia Afifah

Terbang ke Dubai, Boyband SuperM Mulai Syuting Video Klip

Ristia Afifah

Merasa Ditipu Orangtua Tentang Legenda Peri Gigi, Gadis Tulis Surat Minta Ganti Rugi Rp 1,7 Juta

Ristia Afifah

Meskipun Tak Berdasarkan Kisah The Return Of Jafar, Sekuel Film Aladdin Akan Tetap Direncanakan

Ristia Afifah

Parade Perayaan Kaisar Baru Jepang Berlangsung 22 Oktober 2019

Ristia Afifah

Dokter Ditangkap Polisi, Diduga Sebarkan Virus HIV Melalui Jarum Suntik, 65 Korbannya Anak-anak

Ristia Afifah

Bocah Ini Selama 6 Tahun Mengeluh Sakit, Orangtuanya Tak Menyangka Ada Jarum 5 cm di Lehernya

Ristia Afifah

BNI Tokyo Ingin Mudahkan WNI Yang Ada di Jepang Lewat Aplikasi Pengiriman Uang

Ristia Afifah

Gema Budaya Indonesia di Golden Ring Rusia

Ristia Afifah

Leave a Comment