27.9 C
Jakarta
Thursday, Jun 4, 2020
Image default
Sport

Melati Daeva Sampai Watanabe dari Axelsen Kutipan Bijak dari Para Juara All England 2020

Kesuksesan penyelenggaraan ajang All England 2020 menyisakan kesan mendalam bagi para pebulutangkis dunia yang ikut serta didalamnya. Tak terkecuali bagi para pebulutangkis yang menyabet gelar juara All England 2020 di berbagai sektor yang dipertandingkan. Misal, Viktor Axelsen yang meraih gelar juara di sektor tunggal putra All England tahun ini.

Pebulutangkis asal Denmark tersebut mengaku tidak akan melupakan hari dimana ia berhasil menggondol gelar juara impian para atlet bulutangkis sedunia tersebut. Sementara, Yuta Watanabe yang berhasil menjadi juara ganda putra bersama Hiroyuki Endo mengatakan masih belum percaya jika mereka berdua bisa merengkuh gelar juara All England. Berikut ini kutipan bijak hingga menarik dari para juara All England, seperti yang dikutip dari laman resmi :

Pebulu tangkis asal Denmark ini mengalahkan lawannya, Chou Tien Chen dengan dua set langsung, 21 13, 21 14. Di set pertama Axelsen tidak mengalami masalah dengan menang mudah dengan sempat membuat gap jauh saat unggul 20 10. Sedangkan di set kedua, Chou sempat memberi perlawanan sengit di poin poin awal.

Namun sayangnya memasuki interval kedua Axelsen kembali menunjukkan keseriusannya menjadi juara dan mengakhiri laga dengan mudah. Dengan kemenangan ini membuat Axelsen menjadi tunggal putra Denmark pertama yang mampu menjadi juara All England setelah 21 tahun. Sebelumnya, tunggal putra Denmark terakhir yang mampu menjuarai All England adalah Peter Gade pada tahun 1999 lalu.

Selain itu, ini merupakan bentuk balas dendam Axelsen setelah pada All England tahun 2019 lalu kalah di final oleh wakil Jepang, Kento Momota Menyikapi hal tersebut, Viktor Axelsen mengaku sangat bahagia dengan momen yang ia rasakan seusai memenangkan partai puncak melawan Chou Tien Chen. "Jika kamu tidak senang dihibur didepan kerumunan yang luar biasa ini, maka kamu bukan manusia," ujar Viktor Axelsen seusai kemenangan di laga final.

"Ini hari yang akan saya ingat seumur hidup saya," tambahnya. Impian Melati Daeva Oktavianti sejak kecil untuk bisa menjadi jawara dalam turnamen bergengsi All England akhirnya bisa terwujud pada tahun ini. Melati yang bermain di sektor ganda campuran bersama Praveen Jordan berhasil menjadi yang terbaik di ajang All England 2020.

Lewat perjuangan tidak mudah akhirnya keduanya berhasil melewati berbagai hadangan lawan lawannya untuk meraih gelar juara turnamen yang ia dambakan sejak kecil. Praveen Jordan/Melati Daeva sukses mengalahkan wakil Thailand Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam final All England 2020 di Birmingham. Praveen/Melatih mengalahkan Dechapo/Sapsiree melalui rubber set, 21 17, 15 21, 21 8 dalam 62 menit.

Kemenangan ini membawa pasangan ganda campuran Praveen/Melati meraih gelar perdana All England dalam karir profesional. Seusia pertandingan tersebut, Melati mengaku sangat bahagia karena salah satu impiannya semasa kecil bisa terwujud. "Ketika saya masih kecil, saya selalu bermimpi memenangkan All England dan akhirnya itu menjadi kenyataan," ungkap Melati Daeva seusai menjadi juara All England.

"Semua pemain bulutangkis tentu bermimpi untuk berada disini dan berdiri ditempat kami sekarang (red: podium juara," jelasnya. Perasaan belum percaya masih menaungi Yuta Watanabe seusai tampil luar biasa dalam laga final All England 2020 sektor ganda putra. Yuta Watanabe akhirnya berhasil menjadi juara sektor ganda putra bersama pasangannya, Hiroyuki Endo.

Pasangan Endo/Watanabe berhasil menyegel gelar juara seusai mengalahkan ganda putra andalan Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. Lewat permainan sengit tiga set, pasangan Endo/Watanabe mengalahkan lawannya dengan skor 21 18, 12 21, 21,19. Berlangsung selama 72 menit, Marcus/Kevin harus mengakui kunggulan Endo/Watanabe.

Seusai pertandingan, Watanabe mengaku masih terkejut dengan keberhasilannya menjadi juara dalam turnamen sekelas All England. "Kami terlalu senang untuk mengatakan hal ini, kami tidak percaya ini bisa terjadi, ini adalah pengalam yang luar biasa dan kami tidak akan berhenti disini saja," harap Watanabe. Ungkapan berbeda justru disampaikan oleh Tai Tzu Ying yang kembali berhasil meraih gelar juara All England 2020 sektor tunggal putri.

Gelar juara tersebut juga merupakan gelar ketiga dalam karir profesionalnya sebagai pebulutangkis. Tai Tzu Ying berhasil mengalahkan Chen Yufei di partai final lewat permainan dua set. Kemenangan tersebut juga bermakna Tai Tzu Ying berhasil melakukan ajang balas dendam atas kekalahannya dari Chen Yufei dalam turnamen yang sama pada tahun lalu.

Seusai menjadi juara, Tai Tzu Ying menyampaikan dirinya akan berhenti berlatih selama dua pekan kedepan. Pebulutangkis asal Taiwan tersebut akan segera menkarantina diri selama 2 minggu ketika kembali kenegaranya. Hal itu dilakukan ditengah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang tengah mewabah di dunia saat ini.

"Saya harus mengkarantina diri selama 14 hari ketika saya kembali ke Taiwan," ungkap Tai Tzu Ying. "Saya tidak bisa meninggalkan rumah saya jadi saya akan berhenti berlatih selama dua minggu," bebernya. Yuki Fukushima yang bermain di sektor ganda putri bersama Sayaka Hirota mengaku merasa beruntung dengan kesuksesan penyelenggaraan All England 2020.

Ditengah wabah virus corona, turnamen All England 2020 berjalan dengan lancar tanpa ada korban satupun yang terkena Covid 19. Apalagi, ia dan Sayaka bisa menjadi yang terbaik di All England 2020 sektor ganda putri. Pasangan Yuki/Sayaka berhasil mengalahkan wakil China, Du Yue/Li Yinhui.

Setelah merengkuh gelar juara All England 2020, Yuki merasa cukup beruntung dengan penyelenggaraan turnamen ini. "Kami benar benar merasa senang dengan turnamen ini termasuk dengan semua hal lain yang tengah terjadi di dunia saat ini (red: virus corona)," ungkap Yuki Fukushima. Turnamen All England 2020 telah selesai dihelat dimana Indonesia menggondol satu gelar lewat Praveen/Melati di sektor ganda campuran.

Tunggal Putra: Viktor Axelsen (Denmark) Tunggal Putri: Tai Tzu Ying (Taiwan) Ganda Putra: Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)

Ganda Putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia)

Baca Lainnya

Alex Rins Curi Perhatian Tim Ducati Makanya Andrea Dovizioso Diminta Waspada

Ristia Afifah

Menpora Sebut Indonesia Siap Andalkan Cabang Olahraga Menembak di Olimpiade 2032

Ristia Afifah

Alex Marquez Unggah Postingan Berbahasa Indonesia Rossi & Vinales Ada di Jakarta Duo Marquez

Ristia Afifah

Kejurnas Lemkari Anton Lesiangi II Perebutkan Piala Paman Birin Bakal Digelar di Kalsel

Ristia Afifah

Link Live Streaming China Open 2019 Disiarkan Di TVRI Mulai Pukul 08:30 WIB, Fitriani Pembuka Laga

Ristia Afifah

Dapat Akses di Sini LIVE Streaming Mola TV Tinju Dunia Gary Russell Jr vs Tugstsogt Nyambayar

Ristia Afifah

7 Wakil Indonesia Berjuang Rebut Tiket Perempat Final Live Streaming Thailand Masters 2020 Hari Ini

Ristia Afifah

Marc Marquez Start Posisi 5, Valentino Rossi Posisi 7, Marquez Anggap Rossi Bukan Pesaing

Ristia Afifah

Danilo Petrucci Masih Tunggu Kontrak Anyar Ducati

Ristia Afifah

Ducati Terlihat Lemah di MotoGP Belanda 2019 kata Andrea Dovizioso

Ristia Afifah

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Tantang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di Babak II BAC 2019

Ristia Afifah

Daftar Peraih Medali Emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2013 2019, Ahsan/Hendra Sabet 3 Kali Gelar

Ristia Afifah

Leave a Comment