24.3 C
Jakarta
Wednesday, Feb 19, 2020
Image default
Bisnis

Menhub Pindahkan Pelabuhan Logistik menuju Wae Kelambu Agar Wisatawan Nyaman di Labuan Bajo

Untuk memastikan wisatawan yang akan ke Labuan Bajo khususnya lewat Pelabuhan berasa nyaman, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi akan memindahkan Pelabuhan Logistik dari Pelabuhan Bajo ke Wae Kelambu. Karena Pelabuhan Bajo nantinya akan dikhususkan untuk penumpang. Kunjungan ini merupakan kunjungan lanjutan yang sudah dilakukan tahun 2019 lalu. Dimana, Labuan Bajo menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas atau Lima Bali Baru.

"Kita berniat membangun Pelabuhan untuk logistik. Karena pelabuhan lama ada dua kegiatan yang kurang sinkron," kata Menhub di Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten ManggaraiBarat, Minggu (19/1/2020). Pelabuhan lama, kata Menhub, terbagi dua ada pelabuhan penumpang dan logistik. Tentu ini harus steril karena mayoritas penumpang adalah turis lokal maupun luar negeri. "Dalam perencanaan yang akan datang Pelabuhan lama akan dibuat khusus untuk penumpang. Pelabuhan ini akan dikhususkan untuk penumpang yang akan pergi ke destinasi wisata Labuan Bajo ke Komodo," paparnya.

Karena logistik ini menjadi kontraproduktif dalam kegiatan wisata maka dicarikan tempat terpisah di Wae Kelambu. Nantinya kata mantan Dirut AP II ini traffic daripada logistik ini bertambah banyak. Jika kemudian disiapkan 100 ribu TEus padahal volumenya 4 ribu TEus, Menhub mengatakan ini untuk masa depan. "Kita yakin ini akan tumbuh pesat," ujarnya.

Untuk menyinergikan pelabuhan ini Menhub juga akan menyiapkan tempat suplai dari Pertamina untuk BBM. Jadi satu tempat namun beranekaragam kegiatan. Ini kerjasama Kementerian Perhubungan dengan Pelindo III untuk jangka panjang. "Pelindo III untuk pengawasannya dan konstruksinya oleh APBN. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU bahwa jalan dari dan menuju pelabuhan akan diperbaiki," tegasnya.

Tempat ini kata Menhub sangat ideal karena dari bandara hanya 19 menit dan dari Pelabuhan Labuan Bajo 30 menit. Diharapkan nanti Pelindo III yang akan mengelola ini. "Kita harapkan selesai Desember 2020. Dengan Skema pembiayanya adalah tahap pertama APBN Rp 200 miliar. Presiden intruksi pelabuhan lama selesai cepat, jika ini selesainya lama kita harus kerja keras," pungkasnya. Diketahui untuk Pelabuhan eksisting, akan dilakukan perpanjangan dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter, memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter, pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka menengah akan membangun terminal penumpang baru.

Sementara pelabuhan multipurpose yang akan berfungsi sebagai pelabuhan khusus kargo dan curah cair ini akan dibangun oleh PT Pelindo III (Persero) dan dilengkapi lapangan penumpukan peti kemas serta terminal curah cair. Dermaga ini rencananya akan dapat disandari kapal berkapasitas 25.000 DWT. Dijadwalkan Presiden Joko Widodo akan meninjau lokasi proyek pembangunan multipurpose tersebut pada Senin besok (20/1).

Baca Lainnya

88 Triliun Bank DKI Terbitkan Surat Utang Jangka Pendek Senilai Rp 1 Perkuat Pendanaan

Ristia Afifah

Pengumuman Tata Cara Diskon Tiket Maskapai Biaya Rendah Ditunda

Ristia Afifah

Berikut Komentar PT CAS Menang Tender Proyek Bandara Komodo Labuan Bajo

Ristia Afifah

Kemenristek Dikti Sambut Baik GOJEK Berikan Beasiswa menuju Mitra Driver

Ristia Afifah

Luhut: Kalau Uni Eropa Sikat CPO, Kami Akan Bereaksi Keras

Ristia Afifah

Jasa Marga Klaim Pengguna Ruas Tol Trans Jawa Naik 226 Persen

Ristia Afifah

Ada Wamen Juga Deretan Bankir yang Bertitel ‘Bankers of The Year 2019’

Ristia Afifah

PGN Konsisten Bangun Infrastruktur Optimalkan Gas Bumi

Ristia Afifah

Apresiasi Pengamen Kini Bisa Lewat GO PAY

Ristia Afifah

FTM Indopremier Gairahkan Investasi Milenial Jakarta

Ristia Afifah

Menteri Budi Targetkan Lima Pelabuhan Bebas Korupsi

Ristia Afifah

PP Urban Tawarkan Milenial Hunian Vertikal Berkualitas di Tangsel

Ristia Afifah

Leave a Comment