31.1 C
Jakarta
Wednesday, Feb 26, 2020
Image default
Metropolitan

Menteri Sosial Sudah Salurkan Bantuan Capai Rp 4 Miliar Siap Bantu Warga akibat Banjir di Jakarta

Menteri Sosial, Juliari Batubara, meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020). Dalam kunjungannya itu, Juliari mengimbau warga segera mengungsi, dan tidak bertahan di rumah. Mengingat intensitas hujan yang masih diperkirakan tinggi, hingga beberapa hari ke depan.

"Kita ingin warga yang terjebak di dalam segera dievakuasi, jadi tidak ada lagi warga yang ngotot tinggal di tempat tinggalnya," ujar Juliari di Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020), dikutip dari YouTube . "Masih bahaya, karena kita mengantisipasi curah hujan masih sangat tinggi beberapa hari kemudian," jelasnya. Ia mengatakan, rombongannya itu juga membantu warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kita mengecek ke dalam ada beberapa yang masih bertahan, kita juga bantu agar mereka mengungsi ke tempat yang sudah disediakan," katanya. Selain itu, Juliari juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait curah hujan. "Kita harapkan informasi yang lebih akurat dari BMKG mengenai curah hujan ke depan," imbuhnya.

Juliari mengungkapkan, pihaknya telah memberi bantuan mencapai Rp 4 miliar kepada para pengungsi banjir. "Kami juga sudah menyalurkan bantuan nilainya sudah Rp 4 miliar," ungkapnya. Ia menegaskan, Kementerian Sosial siap untuk membantu kebutuhan warga yang terdampak banjir di Jakarta dan sekitarnya ini.

"Kita siap apabila diperlukan upaya untuk mem backup warga yang terkena banjir," ujarnya. Mengenai prioritas untuk proses evakuasi warga, ia menyebut balita dan lansia menjadi prioritas. "Prioritas untuk dievakuasi, balita, lansia, perempuan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk kebutuhan makanan bagi balita dan lainnya juga sudah disediakan di lokasi pengungsian. "Tentunya makanan balita di beberapa titik kita drop, juga popok dan obat obatan," jelas Juliari. Sementara itu, hingga Kamis (2/1/2020) pagi, tercatat 542 warga Kampung Pulo mengungsi ke Rusunawa Jatinegara, Jakarta Timur.

Para pengungsi mulai mendatangi posko pengungsian sejak Rabu (1/1/2020) dini hari. Jumlah pengungsi diperkirakan bertambah karena masih ada beberapa orang yang terjebak di rumahnya. Sebagian besar pengungsi, menurut seorang warga bernama Rani, membutuhkan bantuan makanan dan logistik untuk balita.

Ia mengatakan, bantuan yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah pengungsi di Rusunawa Jatinegara. "Jumlah warga (pengungsi) lebih banyak sedangkan bantuan yang masuk masih minim," katanya, dikutip dari , Kamis (2/1/2020). "Balita tidak bisa makan (makanan orang) dewasa, khawatir diare," ungkapnya.

"Makanan balita, susu dan pampers itu yang kita butuhkan saat ini," tambah Rani. Dikutip dari , Juliari sudah memberikan santunan kematian kepada ahli waris korban tewas akibat bencana banjir di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Santunan kematian itu diberikan secara simbolis, kepada satu ahli waris di posko pengungsian Masjid Universitas Borobudur, Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur pada Kamis (2/1/2020).

"Nanti kita upayakan yang terbaik. Untuk korban meninggal, kita berikan santunan terhadap ahli warisnya sebesar Rp 15 juta per korban (meninggal dunia)," kata Juliari. Selain uang santunan untuk korban meninggal, jajaran Kementerian Sosial juga memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi di antaranya pakaian layak pakai, tenda, dan makanan. "Makanan, bantuan tenda tenda, peralatan dapur, selimut, juga kalau yang trauma ada dukungan psikososialnya," ungkap Juliari.

Sementara itu, petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Kembangan Selatan, juga ikut menurunkan bantuan logistik di Kompleks Puri Indah, Jakarta Barat, pada Kamis (2/1/2020). Seorang petugas PPSU Kembangan Selatan, Andi mengatakan, ia bersama anggota PPSU lainnya bertugas sejak pukul 06.00 WIB. Ia bersama petugas lainnya membantu menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi banjir.

"Kami dari jam 6 pagi nih khusus bantu bantu nurunin logistik di pengungsian," kata Andi, dikutip dari . Petugas memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi di basement Fave Hotel.

Baca Lainnya

Dalam 52 Hari, 11.290 Pelanggar Lalu Lintas Terekam E TLE

Ristia Afifah

Ada Gangguan Di Antara Stasiun Tanah Abang Palmerah, KCI Rekayasa Pola Operasi KRL

Ristia Afifah

Jawa & Sumatera Harusnya Disambung Banjir Jakarta Fahri Hamzah Singgung Kepadatan Penduduk

Ristia Afifah

Alumni SMA Jakarta Bersatu Berkumpul Bersama Peringati Hari Sumpah Pemuda

Ristia Afifah

Ini Alasannya Kadis SDA Sebut Pompa Stasioner di 10 Lokasi Tak Bisa Difungsikan Saat Banjir Kemarin

Ristia Afifah

Awal Kecelakaan Maut Tangerang: Sopir Truk Hindari Razia Polisi hingga As Roda Patah

Ristia Afifah

Cara Ampuh Terhindar Ganjil Genap di Jakarta Cukup Pakai Ponsel, Jangan Coba Pasang Alat Ini

Ristia Afifah

Menurut Polisi, Ucapan ‘Ikan Asin’ Galih Ginanjar untuk Permalukan Fairuz

Ristia Afifah

Polisi Berencana Tertibkan Lapak Tukang Pembuat Pelat Nomor Pinggir Jalan

Ristia Afifah

Massa Gabungan Gerakan Indonesia Memanggil Berhenti di Depan Gedung Kementerian Agama

Ristia Afifah

Badan Pajak DKI di RAPBD Jakarta 2020 Disorot DPRD 9 Miliar Nilai Fantastis 1 Set Komputer Rp 128

Ristia Afifah

Jagorawi Berlaku Contra Flow Akses menuju Arah Puncak Ditutup Malam Tahun Baru

Ristia Afifah

Leave a Comment