32.3 C
Jakarta
Wednesday, Dec 11, 2019
Image default
Bisnis

Merintis Bisnis Batik Cirebon dari Bawah, Taty Sugiarti Punya Pelanggan Tetap Sampai Mancanegara

– Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai dan perpaduan seni yang tinggi. Berbagai daerah di Nusantara pun mempunyai motif batik khas tertentu, dan salah satu yang terkenal dan telah mendunia adalah batik Cirebon. Sebagai produk khas suatu daerah, Batik Cirebon terus berkembang secara bisnis dan design karena kelestariannya yang terus dijaga. Di kota yang memiliki julukan sebagai Kota Wali ini, seorang dosen hukum di Universitas Gunung jati Cirebon berhasil mengkreasikan batik menjadi lebih modern dengan membuka usaha dengan nama Batik Laksmi yang diambil dari nama anak keduanya. Laksmi juga seorang Dewa yang menggambarkan keindahan, kecantikan, kemewahaan, kecerdasan dan segala sesuatu yang bersifat baik. Di adalah Taty Sugiarti yang lahir dan dibesarkan di Cirebon serta mencintai batik khas daerahnya dari usia muda. Taty mencoba memasarkan produknya sendiri yang didirikan tahun 2016, setelah berhasil mengelola outlet muslim wanita. Ia mengungkapkan, berbagai hal yang diraihnya tidak datang begitu saja tanpa usaha dan tekad yang kuat serta memiliki passion tersendiri dalam berbisnis.

“Awalnya mendirikan saya memilih dan membawa bahan batik dari Cirebon ke Bandung untuk dipasarkan ke teman – teman dekat, alhamdulillah produk – produknya dapat diterima masyarakat luas, hingga dipergunakan oleh beberapa pubik figure karena kualitas produk yang dinilai sangat baik. Saat ini batik Laksmi didukung oleh 15 karyawan dan pengrajin batik di Cirebon”, ungkapnya. “Bagi saya, manusia hidup dan bekerja bukan hanya sekedar mencari materi, namun bagaimana manusia itu dapat merasa lebih hidup. Selama orang mau berusaha dan melakukannya dengan cara yang positif, maka hobi akan menjadi peluang yang menjanjikan,” begituTaty punya filosofi. Keinginannya yang besar untuk melestarikan budaya batik Cirebon serta mengenalkannya ke seluruh Nusantara dan Dunia dilakukan Taty dengan serius.

Putrinya mengikuti langkahnya dengan lulus di bidang fashion design dan kini menjadi designer Batik Laksmi. “Saya ingin melestarikan batik cirebonan dalam konteks yg lebih modern, baik di tingkat nasional dan international”, ujar Taty. Produk batik kreasi Taty yang dipasarkan pun bukan hanya pakaian saja, tapi juga dibuat menjadi hampers/bingkisan cantik yang diminati banyak kalangan. “Produk Laksmi batik sendiri mengedepankan keunikan design dan detail tanpa merubah pakem dari batik itu sendiri”, ujar Taty yang kini telah memiliki pelanggan di seluruh Indonesia dan berbagai Negara di Asia.

Saat Ramadhan dan Idul Fitri, Taty mengakui bahwa penjualan Batik Laksmi mencapai ratusan juta dengan memproduksi lebih dari 300 jenis batik tulis, cap dan print tiap bulannya, mengalami peningkatan hingga 80% pada bulan puasa hingga lebaran tahun ini. “Di musim lebaran, pemesanan bingkisan batik exclusive meningkat dan menjadi salah satu produk terlaris kami”, tuturnya. Dengan segudang kegiatan yang dilakukan, Taty yang juga seorang aktivis bidang sosial serta hak asasi perempuan dan anak ini, kerap menerima berbagai penghargaan dan mengikuti pameran di tingkat Nasional. Dia sukses membuka offline store di Bandung yang beralamat di Jl. Perumahan Setrasari Kulon No.11.

“Tiap hari saya mengirimkan bahan baku dari Cirebon untuk dapat diproduksi di Bandung, karena workshop bahan ada di Cirebon, tapi untuk pembuatan design, penjahitan, packaging semua di Bandung”, jelasnya. Taty memasarkan produknya secara online sehingga pengiriman yang cepat dan aman menjadi salah satu pertimbangan Taty untuk mempercayakan keseluruhan proses pengiriman menggunakan jasa JNE. “Dari awal memulai bisnis saya sudah menggunakan JNE dalam pendistribusian berbagai hal. Pelanggan saya dari pun banyak yang merupakan corporate customer, jadi saya juga harus mengutamakan layanan kirimannya,” ujarnya.

Baca Lainnya

Ombudsman: Blokir Ponsel Ilegal Hanya Selesaikan Masalah di Sektor Hilir, Tidak di Sektor Hulu

Ristia Afifah

TKI di Taiwan Diminta Pulang ke Indonesia, Bangun Usaha Waralaba

Ristia Afifah

Penerimaan dari Cukai Kantong Plastik Bakal Dialokasikan untuk Pengelolaan Limbah Sampah

Ristia Afifah

Menteri Budi Targetkan Lima Pelabuhan Bebas Korupsi

Ristia Afifah

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Ristia Afifah

Tunjang Kenyamanan Mudik Nasabah dengan Sompo Mudik Program

Ristia Afifah

Grab Tanggapi Positif Rencana Regulasi Alat Mobilitas Pribadi di Jakarta

Ristia Afifah

Tiga Ciri Rentenir Online Berkedok Fintech yang Harus Diwaspadai

Ristia Afifah

Lebih Dari 900 Unit Royal Sentul Park Terjual

Ristia Afifah

Komisi XI DPR Agendakan RDP Bersama OJK Akhir Bulan Ini

Ristia Afifah

Kepala BPPT Ajak Pemda Aceh dan Unsyiah Dirikan Pusat Pengembangan SDM Berbasis Iptek

Ristia Afifah

SMF Gandeng Driver Taksi Online Perluas Akses KPR

Ristia Afifah

Leave a Comment