25.4 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Sains

Misteri Dentuman Sabtu Dini Hari yang Terdengar di Wilayah Jakarta sampai Bogor Apa Sumbernya

Teka teki suara dentuman yang terdengar di Jabodetabek, Sabtu (11/4/2020) belum terungkap. Ahli sendiri masih belum bisa memastikan dari mana sumber suara tersebut. Namun, beberapa kemungkinan telah diungkapkan ahli.

Suara dentumanyang beberapa kali terdengar oleh warga pada Sabtu (11/4/2020) dini hari masih menyimpan misteri. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang dapat mengungkap penyebab sumber bunyi dentuman tersebut disertai bukti bukti ilmiahnya. Kendati demikian, dia mengungkap ada sejumlah dugaan sumber dentuman dari beberapa ahli terkait suaradentuman misteriusitu.

"Beberapa pihak sudah mengemukakan dugaan sumber dentuman, meskipun memiliki kelemahan," kata Daryono melalui keterangan resminya yang diterima Kompas.com , Selasa (14/4/2020). Berikut beberapa analisis yang telah dirangkum Daryono dan penjelasannya: Sebagai pakar kegempaan, Daryono menjelaskan bahwa gempa tektonik memang dapat mengeluarkan bunyi ledakan.

"Namun, hal ini terjadi jika magnitudonya cukup signifikan dan hiposenter sangat dangkal," ungkapnya. "Suara ledakan yang timbul saat gempa biasanya hanya sekali saat terjadi deformasi batuan utama, tidak seperti dentuman yang beruntun terus menerus seperti kemarin pagi." Daryono berkata, ada masyarakat yang mengaitkansuara dentumanSabtu dini hari itu mirip peristiwa dentuman gempa Bantul, Yogyakarta, pada 2006.

"Gempa Bantul dapat mengeluarkan bunyi karena sumbernya dangkal dan dekat zona karst yang bawah permukaannya berongga sehingga dapat menjadi sumber bunyi jika ada pukulan gelombang seismik," terangnya. Di Bantul, setiap terjadi dentuman maka sensor seismik selalu mencatat sebagai event gempa, sementara saat terjadi dentuman kemarin sensor gempa BMKG tidak mencatat adanya gempa. "Berdasarkan fakta ini maka rangkaian suara dentuman Sabtu pagi lalu tidak berkaitan dengan aktivitas gempa tektonik," tegas dia.

Longsoran yang dipicu oleh adanya deformasi batuan yang melampaui batas elastisitasnya akan menimbulkan pelepasan energi secara tiba tiba hingga dapat mengeluarkan suara dentuman. "Namun demikian, peristiwa longsoran tidak mungkin terjadi secara berulang ulang, terus menerus sebanyak dentuman yang didengarkan masyarakat pagi itu," ujar Daryono. Skyquake adalah istilah yang diciptakan oleh sekelompok komunitas untuk menyebut suara suara yang datang dari langit.

Masyarakat awam pun kini banyak yang ikut ikutan mengunakan istilah skyquake , padahal belum memahami konsep ilmiahnya. "Saat terjadi dentuman, tidak ada laporan dari stasiun pendeteksi sonic boom dan tidak ada pesawat terbang dengan kecepatan suara. Sehingga, fenomena skyquake sebagai sumber dentuman saat itu terbantahkan," ungkapnya. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa pada kondisi atmosfer ideal, suara petir paling jauh dapat terdengar 16 25 km.

Dengan jarak jangkauan dengar tersebut, sulit diterima jika dikatakan petir yang sama dapat didengar oleh warga di Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Palabuhan Ratu. Sebagai contoh, jika petir terjadi di Kota Bogor maka tempat terjauh di utara yang dapat mendengar hanya sampai Kota Depok dan tidak sampai ke Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. "Untuk arah tenggara dan selatan maka tempat terjauh yang masih dapat mendengar petir tersebut adalah daerah Gunung Gede Pangrango, dan tidak sampai ke Sukabumi dan Palabuhan Ratu," ungkapnya.

Orang awam dapat mengenali suara khas petir. Namun, yang terjadi pada Sabtu dini hari, menurut Daryono, lebih mirip dentuman yang “anatominya” berbeda dari suara petir. Jika mengingat peristiwa dua tahun silam, kita juga pernah memiliki pengalaman misteri suara dentuman yang terdengar oleh warga Jawa Barat dan Sumatera Selatan pada akhir Desember 2018. Saat itu suara dentuman terbukti berkaitan dengan aktivitas GAK yang sedang meletus.

Kini, suara dentuman misterius itu muncul lagi saat GAK juga sedang mengalami erupsi. "Namun, untuk saat ini, adanya dugaan dentuman bersumber dari GAK dibantah dengan alasan suara dentuman tidak terdengar di Pasauran (Banten) dan Kalianda (Lampung). Gunung AnakKrakatau(GAK) mengalami erupsi pada Jumat malam (10/4/2020). Media asing ikut soroti suara dentuman yang menyertainya.

Media Inggris Daily Mail menuliskan, letusan Gunung (Anak) Krakatau mengeluarkan kepulan asap setinggi 15 kilometer (km) ke udara. Daily Mail juga mengabarkan adanya suara dentuman keras, yang "terdengar hingga 150 kilometer jauhnya di ibu kota Jakarta sekitar pukul 11 malam waktu setempat". "Citra satelit mendeteksi 'letusan magmatik besar' dengan kepulan asap setinggi 15 km (47.000 kaki) ke langit."

"Ini diyakini sebagai aktivitas terkuat sejak letusan pada Desember 2018." "Gunung berapi itu kehilangan lebih dari dua pertiga ketinggiannya setelah ledakan yang memicu tsunami mematikan yang menewaskan 400 orang," tulis Daily Mail selanjutnya. Media online yang diluncurkan pada 2003 itu kemudian mencantumkan kesaksian para warganet Indonesia, yang mengunggah foto letusanGunung Anak Krakataudi Twitter.

Salah satu yang dicantumkan adalah dari akun @ayingmaung yang menulis, " Krakatau, We are fighting coronavirus. Please go to sleep (Krakatau, kami sedang melawan virus corona, tolong tidurlah lagi)." Terkait suara dentuman keras yang hingga kini masih menjadi misteri, Daily Mail mencantumkan kesaksian dari seorang warganet perempuan yang tidak dicantumkan nama akunnya. I keep hearing noises here in Indonesia (Aku terus mendengar suara suara di sini di Indonesia)," tulis warganet tersebut.

Media Rusia Sputnik News turut menyoroti letusan GAK semalam. Beritanya juga menunjukkan ini letusan terbesar sejak Desember 2018 yang saat itu memicu tsunami. Data yang dicantumkan Sputnik sedikit berbeda dengan Daily Mail .

Di Sputnik disebutkan kepulan asap setinggi 14 km, yang mereka lansir dari pemberitaan Newshub . "Erupsi dari gunung api ternama, yang terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatra di provinsi Lampung, dilaporkan dimulai pada 10.35 malam waktu setempat," tulis Sputnik berikutnya. Kemudian dari kesaksian warganet, Sputnik mencantumkan tweet dari akun @yasellatuan yang menuliskan "Krakatau tidak berhenti erupsi selama 2 jam beruntun."

Dokumentasi lain yang diunggah warganet juga dicantumkan oleh Sputnik , seperti video rekaman CCTV yang diunggah akun @nantibaliklagi. Sebagai penutup berita, media yang didirikan di Moskwa pada 2014 ini menuliskan letusan terbesar Krakatau di era modern terjadi pada 1883.

Baca Lainnya

Dengan Proyek EHT, Astronom Berhasil Ungkap Penampakan Lubang Hitam untuk Pertama Kalinya

Ristia Afifah

Psikolog Sebut Idap Fetitisme Pemuda Kepergok Curi Pakaian Dalam Wanita Apa Itu Fetitisme

Ristia Afifah

Aurora yang Indah Muncul di Langit Menyerupai Bentuk Huruf ‘J’ Namun Bisa Juga Huruf ‘P’

Ristia Afifah

6 Ton Ini 5 Fakta Hiu Paus Beratnya Bisa Capai 20 Viral Video Hiu Paus Minta Tolong menuju Nelayan

Ristia Afifah

Mengenal Rapid Test buat Tes Massal Corona Bagaimana Metode & Prosedurnya

Ristia Afifah

Langit Indonesia Akan Dihiasi Supermoon & Penampakan Planet Merkurius Bulan Februari

Ristia Afifah

Berikut Perbedaan Ular Kobra & King Cobra Sama-sama Punya Bisa Mematikan

Ristia Afifah

Mulai Waktu Datangnya hingga Tembat Sambarannya Mitos-mitos Tentang Petir & Faktanya

Ristia Afifah

Peneliti Kembangkan Obat Alternatif Tangkal Virus Corona dari Senyawa Propolis

Ristia Afifah

Produk Iptek akan Picu Pertumbuhan Ekonomi

Ristia Afifah

Belum atau Tidak Berniat Baca Cerita KKN di Desa Penari? Bisa Jadi karena Anda Memiliki IQ Tinggi

Ristia Afifah

Harus Pakai Kacamata Khusus Penjelasan BMKG Terkait Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019

Ristia Afifah

Leave a Comment