25.3 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Internasional

Pakistan International Airlines Dikecam atas Skandal Lisensi setelah Kecelakaan Pesawat di Karachi

Maskapai penerbangan Pakistan dikabarkan melakukan serangan balik setelah muncul berita hampir sepertiga dari pilotnya memegang lisensi palsu atau meragukan. Beberapa pengamat bertanya tanya apakah perusahaan penerbangan tengah mengatasi skandal tersebut. Pekan ini, Pakistan International Airlines (PIA) mengatakan, akan segera mengirim 141 dari 434 pilotnya setelah tinjauan pemerintah menemukan mereka memperoleh kredensial 'palsu'.

Para pilot juga dicurigai curang dalam ujian dengan meminta orang lain menggantikannya. Kecelakaan pesawat di Karachi tersebut menewaskan 98 orang. Pihak berwenang pada dasarnya menyalahkan insiden ini pada kedua pilot Pakistan International Airlines.

Lebih jauh, penyelidikan awal menyebut, pada saat terbang, pilot membicarakan virus corona. Mesin rusak secara bersamaan saat mereka berusaha mendaratkan Airbus A320 tanpa menurunkan rodanya. Pesawat kehilangan daya dan jatuh di antara rumah rumah dekat Bandara Karachi ketika berkeliling untuk upaya pendaratan kedua.

Masih dikutip dari India Today, menurut tinjauan pemerintah tahun lalu, rincian yang terungkap menerangkan 262 pilot dari 860 pilot aktif di Pakistan memegang lisensi palsu. Para pilot tersebut juga diduga curang dalam ujian. Lebih dari setengahnya berasal dari Pakistan International Airlines yang dikelola pemerintah.

Sampai 1970 an, maskapai terbesar di Pakistan ini dianggap sebagai maskapai regional top. Tetapi reputasinya anjlok di tengah kesalahan manajemen yang kronis. Maskapai tersebut sering melakukan pembatalan penerbangan dan alami krisis keuangan.

Sejauh ini, pihak berwenang telah memulai proses pemberhentian terhadap 28 pilot dari 262 pilot. Menteri Penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan mengatakan, pemberhentian ini karena kemungkinan tuduhan kriminal para pilot. Pakistan International Airlines akan membawa reformasi yang bertujuan merestrukturisasi maskapai, kata Ghulam kepada wartawan.

Dia menambahkan, proses pembersihan hari selesai akhir 2020 ini. "Orang orang mengatakan ini akan memiliki dampak negatif," ucap Ghulam. "Tetapi, ketika Anda mencoba menyelamatkan seorang pasien, harus melakukan operasi besar, radiasi dan bahkan kemoterapi," terang ghulam.

Dia juga disebut berusaha menyalahkan kecelakaan Pakistan International Airlines pada pemerintahan sebelumnya. "Insya Allah, 2021 akan menjadi tahun perbaikan institusi Pakistan," katanya.

Baca Lainnya

Malah 4 Tahun Tak Bisa Dilepas Pria Ini Jepitkan Pinset menuju Alat Kelamin Diduga Demi Hasrat Seksual

Ristia Afifah

Marak di Amerika, Aksi Jilat Es Krim di Supermaket Lalu Dimasukkan Kembali ke Freezer untuk Dijual

Ristia Afifah

Beli Ratusan Ribu Alat Tes Corona PM Inggris Boris Johnson Klaim Akan Atasi Covid-19 dalam 3 Bulan

Ristia Afifah

7 Juta Habiskan Uang hingga Rp 146 Lisa Anderson Mengaku Ketagihan Makan Bedak Bayi

Ristia Afifah

Park Min Young Ungkap Sang Kakak Adalah Role Modelnya Selama Ini

Ristia Afifah

Anggota Keluarga Kerajaan Inggris Dilarang Berfoto Selfie, Apa Alasannya?

Ristia Afifah

Kisah Mereka yang Pernah Dihukum Kebiri, Psikolog Ungkap Efek Pelaku seusai Bebas: Ada Kebencian

Ristia Afifah

Jokowi Ma’ruf Dilaporkan Menang Telak Di Australia

Ristia Afifah

Ini Artinya WHO Tetapkan Nama Resmi Virus corona COVID-19

Ristia Afifah

Artis Ini Ungkap Perselingkuhan Mantan Suami Dan Ibunya Sendiri Berawal Dari Sakit Lalu Ingin Dipijit

Ristia Afifah

Parade Perayaan Kaisar Baru Jepang Berlangsung 22 Oktober 2019

Ristia Afifah

Ibu Kota Indonesia Bakal Pindah ke Luar Jawa, 12 Negara Ini Sukses Pindahkan Ibu Kota Negaranya

Ristia Afifah

Leave a Comment