25.3 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Regional

Pelaku Sempat Beri Pesan Ini menuju Istrinya Deretan Fakta Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Pembunuh satu keluarga di Balaraja Kabupaten Tangerang, berinisial R sempat memberikan pesan terakhir pada istrinya. Sebelumnya kasus pembunuhan satu keluarga ini sempat menghebohkan warga sekitar. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sukamantri, Desa Gombong pada Kamis (11/6/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Warga dibuat geger dengan penemuan jasad satu keluarga. Satu keluarga itu terdiri dari seorang ayah dan dua anaknya. Di lokasi kejadian, sang ayah yang berinisial R itu ditemukan tewas gantung diri.

Sedangkan kedua anaknya ditemukan dalam posisi berbeda. Anaknya berinisial NC (14) laki laki meninggal dalam keadaan terlilit tali tambang. Sedangkan GA (3) meninggal dalam keadaan tenggelam di dalam tong air.

Polisi telah menyelidiki kasus ini. Usut punya usut, R tega mengakhiri dua buah hatinya berinisial NC dan GA karena cekcok dengan istrinya, L. Namun, setelah membunuh keduanya, R pun mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di ruangan yang penuh limbah plastik.

Sebelum melakukan aksi keji, ia sempat bertengkar dengan istri dan memberikan pesan terakhir. Ucapan sadis itu ditirukan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat menyambangi TKP pembunuhan di Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. "Penyebab R melakukan ini yang pertama adalah sejak pertengahan puasa, R sering cekcok mulut," jelas Ade.

"Berdasarkan keterangan ibu mertua, R ada pengancamanpembunuhanterhadap istrinya dan akhirnya istri korban meninggalkan rumah ini," tambah dia. Ikhwal pertengkaran keduanya pun terjadi sekitar mideo bulan Juni 2020 yang membuat Lala minggat dari rumah. Cekcok kembali memanas saat Lala pulang ke TKP pada Rabu (10/6/2020) sekira pukul 22.00 WIB dan R mengancam akan membunuh anak anaknya.

"Beberapa jam sebelum kejadian jam 22.00 WIB ada cekcok lagi antara R dan istri, saat cekcok itu korban kembali mengancam istri akan melakukanpembunuhan," ucap Ade. Dari hasil keterangan mertua dan keluarga pelaku, R memang diketahui mempunyai penyakit darah tinggi. "Sejauh ini keterangan ibu mertua, bahwa pelaku punya sifat tempramental. Sudah pernah dua kali ancaman pembunuhan kepada istri," tutur Ade.

Sementara, KapolsekBalarajaAKP Tegus Kuslantoro mengatakan kalau sang ayah, R menjadi pelaku utama. Kendati demikian, R pun turut tewas mengenaskan dengan caragantungdiridi ruangan penuh limbah plastik di rumahnya. Kemudian, R diduga langsung membunuh anak bungsungnya, GA (3) dengan cara menenggelamkannya ke dalam tong berisi air sampai kehabisan nafas.

"Setelah meninggal, pelaku melakukan bunuh diri dengan caragantungdiridengan menggunakan tali tambang," sambung Teguh. Tega membantai buah hatinya sendiri diduga karena masalah rumah tanggal dengan istrinya, Lala, sehari sebelum kejadian. Menurut Teguh, keduanya yang sempat cekcok heboh itu dilerai keluarga membuat Lala kebur ke rumah saudaranya.

"Lala pulang ke rumah orang tua kandungnya yang tidak jauh dari TKP, sementara pelaku kembali masuk ke rumah (TKP) beserta dua anaknya mengunci diri dalam rumah," papar Teguh. Warga Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, KecamatanBalaraja,KabupatenTangerangdigegerkan temuan jasad satu keluarga. Peristiwa berdarah itu membuat tiga anggota keluarga yang terdiri dari ayah dan dua anaknya meninggal dunia pada Kamis (11/6/2020).

Warga awalnya mendengar ledakan dasyat dari rumah tersebut sekira pukul 02.00 WIB. Mereka lalu menghampiri rumah namun terkunci. Warga pun berinisiatif mendobrak pintu dan menemukan api menyala dari dalam rumah.

Mereka menemukan sang ayah bernama R yang ditemukangantungdiri. Kemudian dua anaknya sendiri berinisial NC (14) laki laki yang tewas dalam keadaan terlilit tali tambang. Lalu GA (3) yang meninggal dalam keadaan tenggelam di dalam tong air.

"Benar, kasus masih dalam penyelidikan," ujar Kapolresta Tangerang,KombesPolAdeArySyamIndradisaat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020). Sementara, KapolsekBalaraja, AKP Teguh Kuslantoro mengatakan diduga pelaku sementara adalah R sang ayah yang menggantungkan dirinya. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran masih dalam pendalaman.

"Dugaan sementara pelaku adalah ayahnya sendiri (R) karena masih pendalaman," ucap Teguh. Diduga sementara, kejadian berdarah tersebut berawal dari cekcok R dengan istrinya, Lala. Menurut Teguh, Lala tidak menjadi korbanpembunuhankarena tidak berada di lokasi kejadian saat R diduga melancarkan aksinya.

"Si istri infornya ke rumah orang tuanya," tutup Teguh. KapolsekBalaraja, AKP Teguh Kuslantoro mengatakan kalau saksi mendengar suara ledakan yang dahsyat dari rumah korban saat kejadian. Saat Nunung bersama tetangga lainnya menghampiri rumah korban mendapati rumahnya terkunci dari dalam.

Sehingga, para tetangga mendobrak masuk dan mendapati pemandangan yang mencengangkan. "Di dalam rumah didapati api menyala pada tumpukan limbah plastik, kemudian mereka berusaha memadamkan api. Ditemukan pula diduga pelaku R tergantung di dalam kamar depan," terang Teguh. Kemudian anak pertama bernisial NC (14) ditemukan di dalam kamar sebelahnya tergeletak sambil terlilit tali tambang dilehernya.

Di ruangan yang berbeda pula ditemukan GA (3) yang tenggelam di bak air dalam keadaan kepala di dasar bak. Teguh menduga kalau peristiwa berdarah tersebut saat diduga pelaku, R menghabisi kedua anaknya sendiri kemudian mengakhiri nyawanya sendiri dengangantungdiri. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran masih dalam pendalaman.

"Dugaan sementara pelaku adalah ayahnya sendiri (R) karena masih pendalaman," ucap Teguh. Diduga sementara, kejadian berdarah tersebut berawal dari cekcok R dengan istrinya, Lala. Menurut Teguh, Lala tidak menjadi korbanpembunuhankarena tidak berada di lokasi kejadian saat R diduga melancarkan aksinya.

"Si istri infornya ke rumah orang tuanya," tutup Teguh. Rumah yang menjadi tempat eksekusipembunuhantersebut berlokasi di pelosok bilangan KecamatanBalaraja. Lokasi tersebut berada di Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, KecamatanBalaraja,KabupatenTangerang.

Bahkan untuk mencapai lokasi tersebut memakan waktu sekira 60 menit dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Balaraja. Sesampainya di lokasi, rumah yang sudah dikelilingi garis polisi itu tampak janggal. Selain nampak seperti rumah yang setengah jadi karena belum dicat, TKP tersebut dikeliling ilalang tinggi bak hutan.

Bahkan rumah tersebut nyaris seperti tidak memiliki tetangga lantaran tidak menempel dengan rumah di sampingnya yang berjarak sekira 20 meter. Penerangan jalan umum pun tidak terlihat di sekelilingnya, sampai harus menapak jalur sempit beralaskan tanah dan rumput untuk mencapai rumah milik R yang tewasgantungdiri. Aura horor pun ditambah dengan ceritapembunuhanmisterius satu keluarga penghuni rumah tersebut pada Kamis (11/6/2020) sekira pukul 02.00 WIB.

Kapoltesta Tangerang,KombesPolAdeArySyamIndradimengatakan pihaknya sudah mengevakuasi ketiga korban sedang menunggu hasil autopsi. Maka dari itu, pihaknya belum bisa menyimpulkan asal muasal tragedi berdarah diBalarajaitu. "Sampai dengan saat ini penyebab kematian ketiga orang di TKP masih dalam penyelidikan," sambung Ade.

Kendati demikian, melihat dari kondisi ketiga korban, KapolsekBalarajaAKP Teguh Kuslantoro menduga R sang ayah menjadi dalampembunuhankedua buah hatinya. Kemudian diduga mengakhiri hidupnya dengangantungdiridi ruangan yang penuh limbah sampah plastik di rumahnya. "Dugaan sementara pelaku adalah ayahnya sendiri (R) karena masih pendalaman," ucap Teguh.

Peristiwa berdarah penuh misteri terjadi di KecamatanBalaraja,KabupatenTangerang. Satu keluarga tewas diduga menjadi korbanpembunuhanyang masih menjadi misteri siapa dalangnya. Kejadian tersebut terjadi di Kampung Sukamantri RT 02/09, Desa Gembong, KecamatanBalaraja,KabupatenTangeranghari Kamis (11/6/2020) sekira pukul 02.00 WIB.

Walau masih menjadi misterius, namun KapolsekBalarajaAKP Tegus Kuslantoro menduga kuat kalau sang ayah, R menjadi pelaku utama. Kendati demikian, R pun turut tewas mengenaskan dengan caragantungdiridi ruangan penuh limbah plastik di rumahnya. Kemudian, R diduga langsung membunuh anak bungsungnya, GA (3) dengan cara menenggelamkannya ke dalam tong berisi air sampai kehabisan nafas.

"Setelah meninggal, pelaku melakukan bunuh diri dengan caragantungdiridengan menggunakan tali tambang," sambung Teguh. Tega membantai buah hatinya sendiri diduga karena masalah rumah tanggal dengan istrinya, Lala, sehari sebelum kejadian. Menurut Teguh, keduanya yang sempat cekcok heboh itu dilerai keluarga membuat Lala kebur ke rumah saudaranya.

"Lala pulang ke rumah orang tua kandungnya yang tidak jauh dari TKP, sementara pelaku kembali masuk ke rumah (TKP) beserta dua anaknya mengunci diri dalam rumah," papar Teguh. Teguh Kuslantoro melanjutkan kalau saksi mendengar suara ledakan yang dahsyat dari rumah korban saat kejadian. "Pukul 01.30 WIB terdengar ledakan dari rumah pelaku yang didengar oleh tetangganya, Nanang, yang kemudian bersama tetangga lainnya menghampiri rumah korban," kata Teguh.

Saat Nunung bersama tetangga lainnya menghampiri rumah korban mendapati rumahnya terkunci dari dalam. Sehingga, para tetangga mendobrak masuk dan mendapati pemandangan yang mencengangkan. "Di dalam rumah didapati api menyala pada tumpukan limbah plastik, kemudian mereka berusaha memadamkan api. Ditemukan pula diduga pelaku R tergantung di dalam kamar depan," terang Teguh.

Sementara, Kapoltesta Tangerang,KombesPolAdeArySyamIndradimengatakan pihaknya sudah mengevakuasi ketiga korban sedang menunggu hasil autopsi. Maka dari itu, pihaknya belum bisa menyimpulkan asal muasal tragedi berdarah diBalarajaitu. "Sampai dengan saat ini penyebab kematian ketiga orang di TKP masih dalam penyelidikan," sambung Ade.

Baca Lainnya

Kantor Desa di Kabupaten Bener Meriah Aceh Diduga Dibakar OTK

Ristia Afifah

Begini Kondisi Korban kisah Pilu Siswi SMK Dinodai Kakak Kelas di Sekolah & Rumah Kosong

Ristia Afifah

Perempuan Ini Melepaskan Pakaian Saat Tepergok Pemilik Ambil Puluhan Bungkus Rokok di Warung

Ristia Afifah

Mahasiswa Pakai Becak Hingga Andong UNS Solo Gelar Wisuda Drive True

Ristia Afifah

Polisi Ungkap Masih Perlu Keterangan Saksi Ahli Hasil Autopsi Jenazah Putri Karen Pooroe

Ristia Afifah

Ibu Hamil Terpapar Corona Ikut Mandikan Jenazah Mertua yang Positif Covid-19

Ristia Afifah

Sultan Todongkan Pisau & Rampas Motor Mantan Istrinya Niat Rujuk Berujung Cekcok

Ristia Afifah

Pelaku Pembunuhan Ucap Ini saat Ditanya Fasilitas di Kantor Polisi Tidur di Kasur Selama Dipenjara

Ristia Afifah

Arahan Khusus Risma buat Wilayah dengan Banyak Kasus Covid-19 di Surabaya

Ristia Afifah

Motif Asmara hingga Cerai Diduga Jadi Penyebab Pasutri di Malang Nekat Bunuh Diri Bersama

Ristia Afifah

Lantaran Istri Selingkuh VIRAL Video Suami Hancurkan Rumah Hasil Merantau di Korea Pakai Ekskavator

Ristia Afifah

Nenek di Sumedang Tewas di Dalam Rumah yang Terbakar Terbaring Sakit

Ristia Afifah

Leave a Comment