27 C
Jakarta
Friday, Jan 24, 2020
Image default
Nasional

Pemulihan Psikologis Pelaku dan Korban Perundungan, LPKA dan KPAI Bisa Berikan Rekomendasi

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan dalam upaya penanganan terhadap psikis dan perilaku para pelaku perundungan, akan ada sejumlah pihak yang dilibatkan. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus perundungan terhadap anak di bawah umur berinisial AU (14) yang dilakukan oleh 12 remaja di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurutnya, petugas dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang akan melakukan upaya pemulihan psikologis pelaku perundungan.

Hal itu karena biasanya para pelaku juga turut merasakan beban psikologis mengarah pada depresi. "Ini nanti teman teman di LPKA nanti dia ada Balai Pemasyarakata (Bapas) di situ yang nanti akan menangani psikologisnya," ujar Pribudiarta, di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). Selain itu, penilaian (assessment) terhadap perubahan perilaku dari para pelaku juga dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Kemudian teman teman yang ada di Komisi Perlindungan Anak itu juga akan melakukan assessment," jelas Pribudiarta. Setelah memperoleh penilaian, maka hasilnya diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait, untuk nantinya bisa mengambil langkah konkret dalam memulihkan kondisi psikologis pelaku maupun korban. Langkah tersebut terutama dilakukan oleh pemangku kepentingan di provinsi hingga kabupaten/kota.

"Nah hasil assessmentnya itu akan menjadi pegangan buat semua pemangku kepentingan di daerah untuk melakukan intervensi, agar si anak korban maupun anak pelaku itu pulih kembali kondisinya," kata Pribudiarta. Sebelumnya, kasus perundungan kembali terjadi terhadap anak di bawah umur. Peristiwa itu terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat dan melibatkan 12 remaja dalam aksi perundungan terhadap anak berinisial AU.

AU pun kini masih dirawat intensif di rumah sakit akibat menderita banyak luka, ia juga mengalami trauma akibat peristiwa itu. Sementara aparat kepolisian setempat telah menetapkan status tersangka terhadap 3 dari 12 pelaku yang merupakan perempuan.

Baca Lainnya

Darurat Narkoba Jangan Hanya Retorika

Ristia Afifah

Ini Kata Elite Parpol & Pengamat Wacana Presiden Dipilih oleh MPR

Ristia Afifah

Laode M Syarif Berharap Kabareskrim Baru Dapat Selesaikan Kasus Novel Baswedan

Ristia Afifah

Sukmawati Soekarnoputri Merasa Dirugikan karena Kata-kata dalam Isi Pidatonya Telah Diubah

Ristia Afifah

FAKTA FAKTA Video Viral Asisten Rumah Tangga Tega Campur Obat Alergi Ke Susu Anak Majikannya

Ristia Afifah

Tiga Saksi Pastikan Ratna Sarumpaet Operasi Facelift di RS Khusus Bedah Bina Estetika

Ristia Afifah

Biar Masyarakat yang Nilai Permohonan Uji Formil UU KPK Atas Nama Pribadi Dinilai Tak Etis Laode

Ristia Afifah

Kominfo Klaim Ada 30 Kabar Hoaks Selama Rusuh 22 Mei

Ristia Afifah

Polisi Sebut Telah Periksa 73 Saksi & 7 Kali Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan Terungkap

Ristia Afifah

Cek Persyaratanya 1817 Formasi Dibutuhkan Provinsi Jawa Timur dalam CPNS 2019

Ristia Afifah

Pengamat Politik Dukung Rencana Menteri Tito Evaluasi Pilkada Langsung

Ristia Afifah

Jokowi Disebut Punya Kecenderungan Politik Akomodatif Tunjuk Wiranto Ketua Wantimpres

Ristia Afifah

Leave a Comment