31 C
Jakarta
Monday, Jul 13, 2020
Image default
Nasional

Pemulihan Psikologis Pelaku dan Korban Perundungan, LPKA dan KPAI Bisa Berikan Rekomendasi

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan dalam upaya penanganan terhadap psikis dan perilaku para pelaku perundungan, akan ada sejumlah pihak yang dilibatkan. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus perundungan terhadap anak di bawah umur berinisial AU (14) yang dilakukan oleh 12 remaja di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurutnya, petugas dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang akan melakukan upaya pemulihan psikologis pelaku perundungan.

Hal itu karena biasanya para pelaku juga turut merasakan beban psikologis mengarah pada depresi. "Ini nanti teman teman di LPKA nanti dia ada Balai Pemasyarakata (Bapas) di situ yang nanti akan menangani psikologisnya," ujar Pribudiarta, di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). Selain itu, penilaian (assessment) terhadap perubahan perilaku dari para pelaku juga dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Kemudian teman teman yang ada di Komisi Perlindungan Anak itu juga akan melakukan assessment," jelas Pribudiarta. Setelah memperoleh penilaian, maka hasilnya diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait, untuk nantinya bisa mengambil langkah konkret dalam memulihkan kondisi psikologis pelaku maupun korban. Langkah tersebut terutama dilakukan oleh pemangku kepentingan di provinsi hingga kabupaten/kota.

"Nah hasil assessmentnya itu akan menjadi pegangan buat semua pemangku kepentingan di daerah untuk melakukan intervensi, agar si anak korban maupun anak pelaku itu pulih kembali kondisinya," kata Pribudiarta. Sebelumnya, kasus perundungan kembali terjadi terhadap anak di bawah umur. Peristiwa itu terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat dan melibatkan 12 remaja dalam aksi perundungan terhadap anak berinisial AU.

AU pun kini masih dirawat intensif di rumah sakit akibat menderita banyak luka, ia juga mengalami trauma akibat peristiwa itu. Sementara aparat kepolisian setempat telah menetapkan status tersangka terhadap 3 dari 12 pelaku yang merupakan perempuan.

Baca Lainnya

Begini Ekspresi AHY Saat Uluran Tangannya Ditolak Video Megawati Buang Muka di Depan Surya Paloh

Ristia Afifah

Ahok Kalah Jauh Rahmat HS justru Puji Anies Baswedan & Beri Nilai Fantastis Jakarta Banjir Lagi

Ristia Afifah

Padang Link Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Sabtu 13 Juni 2020 Tayang Anak Seribu Pulau

Ristia Afifah

Negara Lain Nggak Mikir Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS Kenapa Kita wajib Mikir Pengamat Intelijen

Ristia Afifah

Prabowo Subianto Pastikan Hadiri Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Bertemu Dengan Jokowi

Ristia Afifah

Ada Perbedaan antara Formasi Umum & Khusus Passing Grade atau Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2019

Ristia Afifah

Sujiwo Tejo, Mantan Jurnalis yang Jadi Seniman Wayang

Ristia Afifah

Wakil Ketua KPK Tak hendak Tanggapi Isu Keberadaan Nurhadi

Ristia Afifah

Harus Dibicarakan BREAKING NEWS Jokowi Wanti-wanti Kepala Daerah Tentang Kebijakan Terkait Covid-19

Ristia Afifah

Wilayah Manado Berawan Sepanjang Hari Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Rabu 20 November 2019

Ristia Afifah

Umat di Area Rawan Corona Boleh Tinggalkan Salat Jumat & Mengganti Dengan Salat Dzuhur Fatwa MUI

Ristia Afifah

IPDN hingga STIS Daftar Lengkap Sekolah Kedinasan yang Buka Pendaftaran di Tahun 2020

Ristia Afifah

Leave a Comment