28.2 C
Jakarta
Monday, Mar 30, 2020
Image default
Bisnis

Penerimaan dari Cukai Kantong Plastik Bakal Dialokasikan untuk Pengelolaan Limbah Sampah

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk mengawal penerbitan aturan penerapan cukai terhadap kantong plastik atau kresek. Aturan terkait cukai kantong plastik ini ditargekan rampung tahun ini. Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Nasrudin Joko Surjono mengatakan, nantinya penerimaan negara yang terkumpul dari cukai kantong plastik akan digunakan salah satunya untuk biaya pengelolaan limbah sampah.

"Uang itu nantinya juga direcycle lagi ke masyarakat untuk pengelolaan sampah. Jadi dari situ bisa dikendalikan sekaligus untuk mengelola itu tadi, ini green policy," katanya saat konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Adapun potensi pendapatan negara dari penerapan cukai kantong plastik ini yakni sebesar Rp. 500 miliar. Meski begitu, menurut Joko, tujuan dari penerapan cukai ini sejatinya bukan untuk meningkatkan penerimaan negara, melainkan sebagai salah satu instrumen mengendalikan peredaran kantong plastik yang berdampak pada lingkungan.

"Di APBN 2018 proyeksinya Rp 500 miliar. Dibanding penerimaan cukai keseluruhan yang ratusan triliun memang tidak terlalu matters. Tapi memang ini bukan untuk naikkan penerimaan tapi instrumen untuk pengendalian," jelasnya. Joko melanjutkan, rencana penggunaan dana dari cukai kantong plastik itu masih akan dibahas lebih lanjut. Terutama terkait mekanisme penyalurannya hingga pemanfaatan dana itu dalam pengelolaan limbah.

"Pengajuan didiskusikan di Direktorat Jenderal Anggaran. Tapi mekanismenya masih diajukan untuk penggunaan itu, jadi mekanisme itu diharapkan di sana," ‎tutur dia. Untuk diketahui, besaran tarif cukai kantong plastik yang diusulkan Kemenkeu yakni Rp 200 per lembar atau Rp 30.000 per kilogram (kg), dengan catatan per kg ada 150 lembar. Adapun, setelah dikenakan cukai, harga retail kantong plastik yang dikenakan ke konsumen disimulasikan menjadi Rp 400 Rp 500.

Tarif cukai ini masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lainnya, misalnya Malaysia sebesar Rp 63.503 per kg sejak 2011, Kamboja sebesar Rp 127.173 per kg sejak 2016 hingga Filipina sebesar Rp 259.422 per kg yang saat ini masih dalam usulan.

Baca Lainnya

Sederet Pekerjaan Rumah Erick Thohir dalam Memimpin Kementerian BUMN

Ristia Afifah

Multifinance Tunggu Komando Perbankan Suku Bunga Acuan Turun

Ristia Afifah

Wanita Karir Aktif Jadi Dokter hingga Pebisnis berhasil Mengenal Sosok Fitrie Oktavia asal Makassar

Ristia Afifah

Ini Alasan Dyandra Tak Akan Fokus menuju Bisnis Hotel Lagi

Ristia Afifah

Lebih Dari 900 Unit Royal Sentul Park Terjual

Ristia Afifah

Implementasi NDPE Biodiesel di Indonesia Baru 64 Persen

Ristia Afifah

Bukan Waralaba Goro Tawarkan Kerjasama Minimarket Berkonsep Bagi Hasil

Ristia Afifah

Cicilin.id, Pinjaman Online untuk Pendidikan dan Pelatihan

Ristia Afifah

AAJI Minta Penyelamatan Jiwasraya Jangan Rugikan Nasabah

Ristia Afifah

Termasuk Gusur ‘Anak Emas’ 5 Mimpi Besar Rini Soemarno ‘Dibabat Habis’ Menteri BUMN Erick Thohir

Ristia Afifah

Pilot Garuda rute Medan-Jakarta Putuskan Mendarat di Pekanbaru Dilapori Pramugari

Ristia Afifah

Dinilai Bagian dari Warisan Budaya, Pemerintah Perlu Lindungi Pabrik Rokok Kretek

Ristia Afifah

Leave a Comment